
Happy Reading. jangan Lupa like dan Votenya yah dear.
“Tidak bisa dipertahankan”
Author Pov.
Tiba tiba Rumah sakit menjadi heboh, bukan karna pasien yang datang. Tapi karna datangnya keluarga konglomerat nomor satu dan dua dinegara ini.
Bahkan rumah sakit tempat cinta bekerja sudah diakuisisi oleh keluarga wijaya. Untuk itulah direktur rumah sakit dan juga staf rumah sakit menjadi cemas.
Setelah Mendengar kabar bahwa anak menantu mereka tumbang diruang operasi dan berdarah membuat keluarga besar itu segera meninggalkan aktifitas mereka dan menuju rumah sakit.
Sayangnya Regan yang dihubungi sejak tadi tidak menjawab telponnya. Entah apa yang akan diperbuatnya jika dia tahu bahwa istrinya terbaring lemas diatas brankar.
Author Pov End.
Samar samar aku dengar suara tangisan didekatku. Siapa yang sedang menangis.??
Tubuhku rasanya lemas. Dan perutku terasa sakit. Ingin membuka mata tapi rasanya berat sekali.
Aku ingat sekarang. Selesai operasi aku pingsan setelah itu tidak ingat lagi. Aku kenapa.? Apa ini reaksi obat bius hingga rasanya membuka mata saja rasanya berat.??
Susah payah melawan ngantuk ini akhirnya mataku bisa terbuka walaupun masih tidak jelas.
“Hmn...” Leguhku
“Pah, Cinta sudah siuman” Ucap Mama. Yah itu terdengar jelas suara mamaku yang memanggil papa.
Perlahan Aku membuka mata dan dengan jelas ku lihat papa mama, mertua, juga kimmy dan dave berdiri di depanku.
“Ka..kalian, kenapa berkumpul disini.??” Tanyaku
Bukan jawaban yang aku dapatkan melainkan tangisan tiga perempuan diruangan ini.
Aku yang bingung juga heran jadi bertanya tanya ada apa.? Kenapa mereka menangis.??.
“Kalian kenapa menangis.??.” tanyaku pada ketinganya.
Karna masih tidak ada jawaban. Aku bertanya pada Dave. Selain kimmy, dave adalah dokter diruangan ini. Mungkin aku bisa mendapat jawaban darinya.
“Dave bisa kamu jelaskan ada apa ini.? Kenapa mereka menangis.? Apa..apa aku mengidap penyakit serius.??” Tanyaku
Dave menatapku lalu arah pandanganya beralih pada dua laki laki disebelahnya.
Bisa ku lihat dengan jelas papa dan papa mertuaku menggeleng seolah tidak memperbolehkan Dave menjelaskan.
Kebungkaman mereka membuatku sedikit jengkel juga takut. Dan dimana Regan.? Semuanya berkumpul disini tapi dimana dia.?
Aku kembali fokus pada pertanyaan awalku. Baru saja ingin menanyakan lagi namun suara seorang wanita dengan jas putih masuk menghampiri kami.
Itu Dokter Mita. Sama sepertiku dia juga adalah dokter spesialis dirumah sakit ini. Tunggu,, apa yang dilakukan dokter kandungan di ruangan ini.?
“Dokter Mita.?” sapaku
“Syukurlah Dokter cinta sudah sadar. Bagaimana keadaan Dokter.?? Saya turut berduka atas kehilangan dokter.” Ucap Dokter Mita.
“Berduka.?? Tu..tunggu Dok. Sa..saya masih tidak paham. Dokter berduka untuk siapa.??” Kataku dengan suara bergetar.
Dokter mita terlihat bingung. Matanya seolah memahami keadaan Yang belum aku mengerti. Dia lalu menoleh kearah orang orang diruangan ini. Setelah itu kembali menatapku.
“Jelaskan saja Dokter. Saya punya hak untuk tahu. Tolong jelaskan ada apa.?? Untuk siapa dokter berduka. Saya baik baik saja.”
“Dokter cinta harus tabah yah dok. Dokter harus Sabar. Dokter masih bisa hamil lagi.”
Duar....💣💣💥
Ucapan dokter mita seolah bom yang baru saja meletus tepat dihatiku. Mama, mama mertua juga kimmy mendekat lalu memelukku.
__ADS_1
“maksud dokter aku keguguran.?”
“jadi kalian menangis karna aku keguguran.??”
“Aku keguguran.??” Gumamku meraba perutku
Mataku tidak sanggup menahan air mata. Aku menangis. Aku meraba perutku. Ada perasaan menyesal dihatiku. Bagaimana aku tidak menyadari kalau dia tumbuh dirahimku.?
“keluar tolong tinggalkan aku sendiri” Ucapku
“Tapi nak,-“
“KELUAR .! TOLONG TINGGALKAN CINTA SENDIRI !” Ucapku dengan suara dingin
Aku menangis . . . .
aku ibu yang gagal . . . .
Aku ceroboh. . . .
Aku bodoh. . . .
Ini tidak adil. ! Tidal adil. . . .
Janinku . . .
janinku . . .
kembalikan JANINKU . . . .
HIKS..HIKSS KEMBALIKAN JANIN...KU.....😭😭!!!
... ...
...🌼🌼🌼🌼🌼🌼...
“TIDAK...!!! Hu..hu..hu...” nafasku terengah engah keringat dikeningku mengalir layaknya air mata.
“Akhirnya kamu bangun juga sayang. Saya benar benar khawatir” Ucap Regan memelukku
“Re... Regan.? Regan.. Hiks...hikss.😭 bayi kita ... Bayi kita Regan.. 😭”
“Hey . . . . ssstt kenapa menangis. Apa ada yang sakit.?”
“Keguguran.?Siapa yang bilang kamu keguguran hah.??”
“Dokter mita. Barusan Dokter mita yang bilang.!! hikss...hiksss 😭 maafkan aku Regan. Aku ibu yang gagal aku bodoh. Aku dokter yang tidak berguna”
“Sudah jangan menangis lagi”
“Bagaimana tidak menangis.? apa kamu tidak dengar apa yang aku katakan barusan. Aku keguguran. AKU KEGUGURAN REGAN !!!! 😭😭 Bagaimana aku tidak menangis hah”
“hey.. hey stop jangan menangis sayang. kamu baik baik saja. Kamu tidak keguguran. Fakta kamu nyaris keguguran itu benar. Tapi dia kuat dia masih ada didalam rahimmu”
Aku berhenti menangis. Aku terdiam setelah mendengar ucapan Regan barusan. Aku tidak Keguguran.? Lalu tadi itu apa.?? Mimpi kah.?
“kamu pasti mimpi buruk. Mungkin Kamu berhalusinasi efek obat bius sayang. itu hanya mimpi.”
“Mimpi.?? Aku bermimpi.?? Tap..Tapi itu”
“Itu mimpi sayang. Sebentar saya panggilkan dokter kandunganya”
Regan pun keluar memanggil Dokter. Ini benar benar terlalu nyata untuk seukuran mimpi. Jika benar itu mimpi berarti dia masih ada dirahimku. aku tidak sedang bermimpi lalu terbangun dalam mimpi kan.?
“Dokter tolong jelaskan. Bagaimana kondisi istri saya” Ucap Regan kembali membawa Dokter Mita.
“Syukurlah Dokter cinta baik baik saja. Dokter nyaris saja kehilangan janin dokter. Tapi, berkat Pertolongan Allah janin dokter masih bisa diselamatkan. Kantung kehamilan dokter memang sedikit turun mungkin karna kelelahan. Jika perhitungan saya tidak salah, Usia kandungan Dokter memasuki usia 9 minggu. “
“Sembilan minggu dok.? Dan bagaimana bisa saya tidak menyadari itu.!!”
Dokter Mita tersenyum lalu kembali melanjutkan penjelasanya.
“wajar dokter cinta tidak tahu. Hampir semua calon ibu baru tidak mengetahui tanda tanda awal kehamilannya. Tanda tanda kehamilan pun untuk setiap calon ibu itu berbeda.”
“Tetap saja dok. Seorang Dokter Bagaimana bisa tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya sendiri.”
__ADS_1
“Dokter cinta harus tetap tenang. Itu penting untuk perkembangan janin. Ibu hamil tidak boleh stres. Dokter masih sangat rawan mengalami keguguran.”
“Ucapan dokter benar sayang. Jangan stres yah. Semua akan baik baik saja. Benar kan dok.?” Tanya Regan
“Insya Allah tuan. Dokter cinta harus bedrest total. Sampai Usia kehamilan dokter melewati Trimester pertama atau usia kandungan empat bulan. Saya sudah meresepkan obat penguat kandungan, dan juga vitamin. Jika ada keluhan lain dokter bisa menghubungi saya. “
“Apakah janin saya bisa bertahan dok? Bed rest total itu berarti.?? ” aku tidak sanggup meneruskan dugaanku
“Kita akan berusaha yang terbaik dan tak lupa doa. Dokter cinta harus kuat. Dan lakukan saran saya. Makan makanan yang bergizi, Bedrest total dan jangan stres. Ibu hamil harus sealu Happy”
Yah, dokter mita benar. Aku tidak siap jika mimpi buruk itu menjadi kenyataan. mimpi itu tidak boleh menjadi kenyataan.!
“Baiklah dok. Saya akan megikuti saran dokter”
“Baiklah kalau begitu. Saya permisi dulu.” Ucap dokter mita lalu pergi
Setelah dokter Mita pergi Regan memeluku. Kali ini tidak dengan gerakan tiba tiba.
“Maaf. Maafkan saya. Karna ulah saya kita hampir kehilangan dia.”
“Ssttt kenapa sekarang kamu menangis.? Ini bukan salah mu. Ini kecerobohanku. Kamu benar aku dokter bedah bukan dokter kandungan. Aku bodoh”
“Zztt.. itu tidak benar. Sudah lupakan semua itu. Yang terpenting sekarang kesehatan kalian berdua. Mulai hari kalian berdua tidak diijinkan turun dari tempat tidur.”
“jika aku hanya berbaring ditempat tidur siapa yang akan mengurus keperluanmu.? Dan untuk kontrol itu harus dirumah sakit kan.?”
“Saya bisa mengurus diri sendiri sayang. Sebelum menikah juga mengurus diri sendiri. Dan untuk kontrol kita tinggal membeli alat yang diperlukan lalu meletakkan mereka dirumah. Dokter akan datang memeriksa kalian.”
“Kalau sudah begitu, aku bisa apa. Trima kasih sayang. Maafkan kami merepotkan papa”
“Papa.? Panggilan itu terdengar indah. Papa tidak merasa direpotkan. Papa justru bangga dan bertrima kasih karna kalian sudah bertahan. Trima kasih kalian sudah hadir dikehidupan papa. Mulai detik ini papa akan menjaga kalian dirumah”
“Dirumah.? Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu dikantor.?”
“Saya bosnya. Pekerjaan bisa dilakukan dirumah. Lagi pula dirumah ada ruangan yang saya desain khusus seperti dikantor. Jadi tugas Bawahan mengikuti kemana bosnya pergi.”
“Cih... Sombong sekali. Ngomong ngomong papa dan mama tidak kesini.?”
“Tadi mereka kesini, hanya saja saya menyuruh mereka pulang.”
“Oh”
Krucut krucut . . .
“Lapar.?” Tanya Regan
Aku hanya menganguk mengiyakan.
“Baiklah tunggu disini. Saya akan membelikan makan.?”
“Kamu yang beli.? Minta Angga saja yang belikan. Jangan tinggalkan aku sendiri”
“Angga sejak pagi ijin sedang ada urusan sayang. Hanya sebentar saja. Oke tunggu sebentar yah.”
“Baiklah kalau begitu. Jangan lama yah”
“Oke tidak akan lama. Tunggu yah nak, papa beli makan dulu untuk kalian. Jaga mama yah” ucap Regan mengelus perut ku yang masih rata
“Hati hati papa” Gumamku
Regan pun pergi. Dan tinggalah aku diruangan besar ini. Untuk meyakinkan diriku sekali lagi bahwa ini bukan mimpi. Aku mencubit diriku sendiri.
“Augghhh” Ringisku
“Aduh Sakit. Jadi benar ini bukan mimpi. Hah . . . Syukurlah. Trima kasih nak kamu masih bertahan disana. Kita berjuang sama sama yah. Mama dan papa sayang kamu”
Bersambung . . . .
__ADS_1