
Malam harinya Di sebuah BallRoom Hotel berbintang......
Sebuah pesta megah diselenggarakan dihotel berbintang lima. Merayakan Kelulusan dan peresmian pertunangan dengan megah bukanlah hal yang baru aku temui.
Namun, ini pertama kalinya kakiku rasanya enggan hadir. Tapi lagi lagi statusku dan rasa baktiku pada keluargaku membuatku tetap berjalan dengan anggun dan senyuman.
aku pun memasuki ballroom. Semua mata memandangku dengan takjub. Gadis 18 tahun yang biasa terlihat polos, sederhana dan natural malam ini tampil dengan sangat Elegan, Anggun dan cantik dalam balutan gaun maha karya designer ternama. Nyonya Kiel berhak mendapat trimah kasih ku karna seleranya memang tidak pernah mengecewakanku.
Terlihat Seluruh keluargaku, sahabatku dan keluarga dimas telah berkumpul didalam ballroom. Acara ini sungguh berkelas bagaimana tidak tamu undangan yang hadir bukanlah orang sembarangan. bahkan bukan hanya dari kalangan pebisnis, beberapa pejabat dan kalangan artis menghadiri acara ini baik sebagai tamu maupun pengisi acara.
satu kata untuk papa, AMAZING😯.... apakah ini yang namanya Crazy Rich Asia.??. papa benar benar terniat menjodohkan aku dan dimas. bagi orang luar mungkin terlihat berlebihan untuk ukuran Pertunangan. tapi untuk seorang ayah yang ingin memberikan hal terbaik untuk putrinya ini belumlah cukup😢. papa selalu memberikan yang terbaik yang dia punya untukku. kata papa untuk itulah dia bekerka keras. mungkin inilah sebabnya seorang Papa adalah cinta pertama bagi putrinya.
hatiku terenyuh. harusnya aku dijodohkan dengan laki laki seperti papa. pekerja keras, bertanggunh jawab, mengutamakan keluarga, bisa di andalkan dan tentunya bersikap gentle dengan tidak mempermainkan hati perempuan.
__ADS_1
walaupun kedua orang tuaku juga adalah hasil perjodohan tapi keduanya hidup bahagia. tidak pernah sekalipun aku melihat mama menangis karna papa ataupun mengeluh kekurangan kasih sayang papa.
hmn......aku menarik napas panjang
“Sayang kau sudah tiba, kemarilah” Ucap mama menarikku lembut untuk bergabung bersama mereka. Aku pun mengikuti mama dengan canggung karna harus bergabung bersama para orang tua
Mataku memandangi setiap sudut ball room. Tapi tak kutemukan Dimas sang calon tunanganku. Apakah dia merencanakan sesuatu. Kabur mungkin seperti di sinetron sinetron. Hahah astaga apa yang kupikirkan. Sepertinya tidak, mungkin hanya terlambat, toh akupun baru saja tiba kan.
Aku fokuskan kembali pandanganku menatap kedua orang tuaku. Nampak mereka sangat menikmati acara ini. Jelas terlihat kebahagian dimata mereka. Bagaimana mungkin aku tega menghacurkan kebahagian itu hanya karna aku tidak menyukai pilihan mereka atau mengatakan pilihan mereka salah. Hah... Hatiku bergejolak sekarang. Yah... aku akui hati ini mulai sesak.
“kalian darimana aja sih, tega bener tinggalin aku sendiri”
“cih..kenapa tiba tiba melankolis gini cin” heran Lisa
__ADS_1
“ah masa sih.. perasaan kalian aja kali. Aku masih sama aja tuh” Ucapku membela diri
“Kamu gugup kan cin. Takut takut kalau beneran tunangan. Tapi melihat situasi yang agak canggung ini sepertinya harapanmu akan terkabul” Ujar Keyla sok menjadi peramal
“Hah...Maksudnya,-“ belum selesai aku bertanya tiba tiba sebuah suara diatas panggung menarik seluruh perhatian seisi ballroom termasuk kami bertiga
“Astaga......!!!!” Ucap kami bertiga
"Apa yang mereka lakukan diatas sana" Pekik Keyla
"Jangan jangan...." Ucap Lisa menduga duga
kami pun saling memandang, takjub dengan keberanian dimas. dan tanpa sadar kami bersorak riah
__ADS_1
"AMAZING........" Ucap sorak kami bertiga
Bersambung.....