
Halo Pembaca Setia, Akhirnya bisa nulis lagi. Pelan pelan aku akan Update Insya Allah jika tidak berhalangan. Tetap support karya ku yah.🤗 Trima kasih.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Lelaki sejati Berani Mencintai..
Berani menikahi...💕
Akhirnya Satu lagi sahabat ku menikah. Setidaknya daftar Jomblo berkurang dari Post nya haha🤣.
Malam sudah kembali menyapa..
Lantunan Merdu iringan musik sangat Sopan terdengar di telinga. Yah, Bagaimana tidak. Penggiring musiknya Bukan kaleng kaleng alias Sangat Profesional.
Kami mengenakan Seragam Dengan Berbagai Model gaun. Yah, lagi lagi permintaan Sang pengantin.
Tapi rasanya selama kehamilan berat badan bertambah dan kepercayaan diriku menurun drastis.
“Regan apa aku terlihat cantik.?” Tanyaku pada Regan. Rasanya selama Hamil aku tidak pantas memakai Gaun apapun😭
“Dimata saya istriku adalah wanita yang paling cantik” jawabnya dengan tangan yang tak henti memelukku. Seperti sudah berpisah sangat lama saja🙈.
“Gombal.!! Lepas Regan lihat banyak mata memandang kearah kita” Tegur Ku berusaha melepaskan diri.
“Biar saja. Saya memeluk istri sendiri bukan istri orang” Jawabnya acuh tak acuh
“Dasar Papa nakal yah” Candaku dan kami tertawa bersama
Perlahan Terlihat orang orang penting mulai bermunculan termasuk keluargaku dan Keluarga Regan.
Dan juga Kumpulan pasukan rusuh sudah turun dari pelaminam setelah asik berfoto ria bersama Pengantin.
Jangan tanya kenapa aku tidak berada disana. Tentu saja karna Suami posesifku ini melarang keras. Satu kali tag foto dan aku di suruh turun dari pelaminan. OH MY GOD😑. Menjengkelkan sekali.
“Ah Cuma berfoto saja tapi membuat tubuh kehilangan banyak energi yah” Celoteh Kimmy lalu bergabung di table kami
“makanya foto tuh sekali aja. Jangan banyak banyak” Timpal Lisa meledek
“Hmn... sekalian umumin pake toak LISA.!!” Kesalku😑
“Jiah,, Bumil Tersungging. Makanya jangan cepat cepat turun panggung. Nyesal kan😂😂🤣” Ledek Kimmy dan Lisa
Akupun makin kesal lalu menoleh kearah Regan. Namun penyebab kekesalanku diam menikmati segelas Anggur dengan santainya.
Tiba Tiba suasana teralihkan. Terdengar suara wanita paruh bayah memanggil namaku dari arah belakang.
__ADS_1
Sontak Kami semua menoleh Kearah suara.
“Ah benar, Cinta kan.?” Tanyanya
Dengan perasaan Kaget, Juga tak nyaman aku membalas sapaannya. Wanita itu mamanya mantan Tunanganku🙄. Dia datang menyapaku bersama Menantunya. Eh tapi dimana Si Dimas.?? Kenapa mereka bisa datang kepestanya Keyla.??
“Ah, Tante. Iya ini cinta tante” Jawabku Sok Ramah
“Sudah lama sekali tidak berjumpa. Cinta Apa kabar.??” Tanyanya dengan sorot mata yang tak lepas memandangi perutku
“ah, Kabar cinta baik tante. Hmn..Hai stela” Jawab ku tersenyum kikuk
“Hai cinta” Jawab stela terdengar dengan suara sumbang.
“Cinta sudah hamil berapa bulan.??” Tanyanya tudu point
“Hah.?”
Aku yang kaget tiba tiba mendapat pertanyaan Itu memalingkan sorot mataku kearah Stela lalu tanpa sadar melihat kearah perutnya yang masih terlihat Rata.
Kenapa rasanya sangat Awkard sekali berada disituasi Ini.?? Baru saja hendak menjawab pertanyaan Mertua tak berperasaan ini Regan maju merangkul ku lalu berkata sepata kata yah kalian tahulah sifat Bapak Regan.
“Kehamilannya Berada ditrimister kedua. Perkenalkan Saya Regan Suami Cinta” Ucapnya dengan gagah Berani sambil menyodorkan Sebelah tangannya.
Suamiku yang terbaik, Batinku tersenyum licik.
Rasanya aku paham sekali kemana Arah dan tujuan mertua jahat ini. Kalau dipikir pikir untung saja Aku tidak jadi menantunya🙈.
Suasana Panas inipun Berakhir dengan satu sapaan Dari sang mempelai pengantin.
“wah rame sekali disini, ada Arisan bu.??” Celotehnya memecah keheningan diantara kami.
“Ah kalau begitu Tante permisi dulu yah Cinta. Kabarin tante kalau sudah melahirkan yah. Sekali lagi selamat” Ucapnya lalu pergi begitu saja disusul dengan stela yang berjalan dibelakangnya layaknya bodigurt bukan menantu. Apakah ini yang dinamakan KARMA..???
“Woyy... Diam aja lu pada. Itu tadi emaknya siapa.?? Mukanya familiar yah.?” Tanya Keyla Ambigu
“Dasar otak lelet. Itu emaknya Dimas masa lupa!!!. Lagian ngapain sih pake undang mereka segala.??” Kesal Lisa
“Hah.? Mak nya Dimas kok bisa ada di acaraku.?” Tanya Keyla balik
“Cih,, bertanya balik pula kau. Sepertinya ada otak yang mesti dibedah.” Ucap Kimmy menakuti Keyla
“Yee... sembarangan lu, dikit dikit bedah dikit dikit bedah. Emank kepala ku batok kelapa apa huh.! Udah ah nikmati pestanya yah gaes. Tuh banyak makanan. Bumil biasanya kan doyan makan, bungkus sekalian buat cemilan dirumah. Aku susul Suami ku dulu yah, Bye Girls😘😘” Ucapnya santai seperti tidak ada dosa saja.
__ADS_1
“Sialan Keyla. Dia pikir aku orang susah apa.” Kataku sambil melayangkan satu tangan ke udara. Sedangkan yang lainnya hanya tertawa meledekku😂😂
Pesta Pun berlanjut, Saling sapa dan bercengkrama bersama kerabat juga keluarga benar benar menguras energi.
Wejangan juga nasehat datang silih berganti. Maklum saja Kehamilan ini sangat dinantikan keluarga besar kami.
Tanpa terasa Waktu Pun berjalan membawa tubuh juga mata menjadi lelah. Aku juga sudah sangat lelah dan mengantuk. Hormon kehamilan mendominasi.
Setelah berpamitan pada mempelai kami berpisah untuk kembali keperaduan.
Di Mobil . . . .
“kau lelah.?” Tanya Regan
“Hmn.. dan mengantuk. Anakmu sangat Aktif hari ini” jawabku dengan mata mulai terpejam
“Tidurlah, kalau sudah sampai saya akan mengendongmu” Ucapnya lalu mencium keningku dan mulai menyetir
“Hmn..”
“Regan...”
“seadainya aku tidak bisa hamil apakah Kamu akan meninggalkanku.?”
Regan lalu menepikan mobil setelah mendengar ucapanku. Walaupun Setengah sadar mobil yang berhenti masih bisa aku rasakan.
“Hilangkan pikiran seperti itu. Aku memilih mu karna dirimu. Aku menikahimu karna aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersama wanita yang ku pilih. Ada atau tidaknya Seorang Anak tidak akan mengurangi perasaan sayang dan cintaku. Anak adalah sesuatu yang tidak bisa dipaksakan. Itu kehendak Tuhan. Aku hanya orang biasa. Diberi Anak Alhamdulilah. Jika belum diberi berarti itulah yang terbaik. Kita harus bersyukur dari hal kecil agar bisa menghargai hal yang besar.”
“Sayang, Aku suka gaya bicaramu yang santai ini. Trima kasih aku mencintaimu. We love you papa Hoam...😪”
“I love you too. Gadis pintar sekarang tidurlah.” Ucapnya terdengat samar samar di telingaku.
Mobil pun kembali terasa berjalan, suara kendaran saling bersapaan.
Trima kasih Regan. Trima kasih karna sudah memilihku. Trima kasih karna sudah menjaga kami berdua.
Bersambung . . . .
__ADS_1