
“Jangan Coba Coba menyentuhnya”
“Le..- DAVE.?????? Jadi...kamu benar benar menyusul perempuan ini kesini wahhh wahh wahh kamu benar benar mengejutkanku.!!!!” Pekik Natalie dengan nada sindirannya
“Kau muncul diwaktu yang tepat. Dave tolong Bawa wanita gila itu keluar. Aku sangat Lapar” Pinta Cinta
“Sialan.,!! Bilang apa kau barusan hah....” Umpat Nata berusaha meraih rambutku
Namun sebelum tangan itu menyentuh ujung rambutku Dave menyeret Natalie keluar resto.
Akupun kembali fokus pada makananku. Walaupun Selera makan sudah berkurang 50% tapi makan yang terhidang didepan mata tidak bisa diabaikan.
“Jangan diam aja. Habiskan makanan kalian. Dan kau Analisa Anggia Utama kau berhutang penjelasan padaku” kataku dengan nada dingin
“Aku takut, cinta benar benar seperti singa yang siap mencabik mangsanya saat dia marah” Ucap Lisa berbisik ditelinga Lisa
“Janga,-“ Ucapan lisa ku intrupsi
“Hmn... makan atau ku belah perut kalian. !!!” ancamku
“Ii..iya..iya makan kita makan yah kan sa” Jawab Keyla melirik lisa
“Heum....” Gumam lisa
Diluar Restoran
“Sakit Dave lepas..!! Kau ini kenapa sih. Dari dulu sampai sekarang Selalu membela cinta. Cinta..cinta..cinta.. apa kelebihannya wanita itu. Dia selalu bisa menarik perhatianmu. Aku.. aku yang lebih dulu mengenalmu Dave kenapa kamu tidak pernah melihat kearahku kenapa hah.?” Natalie berkata sambil menangkup wajah Dave
“Lepas.!!! Aku hanya akan mengatakannya satu kali. Jadi dengarkan baik baik. ! Jika kamu masih merudung Cinta aku tidak akan segan segan menghacurkan masa depan mu” Ancam Dave lalu kembali masuk kedalam Resto meninggalkan Natalie sendiri.
“Agkkk...sial.sial...cinta cinta cinta lagi.!!!!! Lagi lagi cinta. Apa sih hebatnya wanita itu.” Umpat Natalie.
Tak tinggal diam Natalie lalu merogoh tasnya dan menelpon seseorang.
“Ini aku Nata.. ada pekerjaan untukmu. Cari informasi seseorang dan kirimkan datanya ke emailku. Berapapun bayarannya akan ku bayar. Fotonya akan ku kirim ke emailmu. Aku butuh secepatnya” Ucap Natalie pada seseorang di telepon.
Lihat dan tunggulah saat saat menyedihkan mu cinta. Batin Natalie dengan senyum Smirknya.
Kembali ke dalam restoran
Mereka bertiga sudah menyelesaikan makannya. Dan Dave pergi entah bertemu siapa diresto ini aku tidak tahu. Lagi pula dia tidak akan mau duduk semeja dengan orang asing.
"Tadi itu siapa cin.? Tanya Keyla
"Teman, Dia juga Dokter" jawabku
"Tampan juga😁" Celetuk keyla
"Aku laporin Kai baru tau rasa kamu" Ancam Lisa
"Becanda atuh. hisss" Gerutu Keyla
“Well.. Ceritakan bagaimana kamu mengenal Natalie.??” Tanyaku mulai mengintrogasi lalisa
“Aku juga penasaran Sa” Celetuk Keyla
“Hmn... Yang tadi itu Natalie. Biasa aku panggil Nata. Saudara Satu bapak beda ibu.!”
Mruftttt,,,
__ADS_1
Keyla memuntahkan minuman yang ada didalam mulutnya
“Maksud Mu Natalie kakakmu yang di foto itu.?? Tapi mukanya agak.??” tanyaku
“aku tidak pernah menganggapnya saudara. Oplas. Dia oplas”
“What.????Wah... pantas saja aku tidak mengenalinya. Benar benar berubah.” Kataku terkejut
“Siapa sih Sumpah aku gak ngerti” Keyla mulai lemot
“Sorry gak ada reply. Keyla Lemot checkkkkk” Ucapku bersamaan dengan lisa
“Hissss kalian yah” gerutunya
“Hahahaha” aku dan Lisa hanya tertawa.
Setelah itu kami pulang kerumah kami masing masing. Aku tidak lagi mengalih informasi lebih lanjut. Karna aku tahu Lisa juga tidak mau membahasnya.
Sesampainya DiMansion,
Penjaga Mansion membuka gerbang dan mobil ku pun masuk kedalam. Bisa ku lihat dengan jelas sebuah mobil yang sangat aku kenal terparkir di halaman mansion.
Aku turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam mansion. Sesuai tebakanku Si pemilik mobil menunggu kedatanganku.
“Sejak kapan kamu disini.?”
“Dari rumah sakit saya langsung kesini. Kamu dari mana.? Bisa kita bicara sebentar. Ada yang perlu saya jelaskan”
“habis makan di resto. Besok saja, jangan sekarang aku sangat lelah.”
“Tidak cinta kesalahpahaman ini harus segera kita luruskan. Saya tidak mau hubungan kita memburuk seperti ini”
Di taman
“Jelaskan. Aku akan diam dan mendengarkan”
“Saya minta maaf karna tidak ada saat kamu berulang tahun. Itu karna Agnes meminta waktu saya. Dia berjanji tidak akan mengusik hubungan kita setelah itu. Lalu saat kamu menelpon saya sedang ada di mall karna saat itu sedang bersama klien mengamati pembukaan mall baru. Disana juga ada Agnes karna Dia yang menghandle klien itu sebelumnya.”
“Tidak ada hubungan apapun diantara saya dan agnes. Hanya hubungan profesional. Dan untuk pagi ini juga sama. Benar benar karna pekerjaan.”
“Tolong maafkan saya. Kita sudah sama sama dewasa dan akan segera menikah. Bisakah kita belajar untuk lebih mempercayai satu sama lain. Saya tidak ingin kesalahpahaman membuat hubungan kita terganggu.”
“jika begitu singkirkan Agnes dari kehidupan kita. Maka semua akan baik baik saja”
“Tidak bisa begitu Cinta, Dia bekerja untuk menafkahi dirinya sendiri. Kamu kan tahu alasannya. Lagipula saya tidak bisa menggunakan alasan pribadi untuk menyingkirkan seseorang. Berbisnis juga ada etikanya sayang”
“kamu sudah memilih maka Nikmati keputusanmu. Aku juga tetap pada keputusanku. Pembicaraan kita selesai”
“Tunggu Cinta, masalah diantara kita belum selesai. Tolong berfikirlah sekali saja dari sudut pandangku. Wanita yang aku cintai hanya kamu hanya kamu selamanya hanya kamu. Kenapa kamu terus saja berfikir Agnes akan merusak hubungan kita. Lupakan agnes. Pernikahan kita sebentar lagi. Kumohon Cinta” Ucap Regan memeluk ku dari belakang.
Bagaimana aku bisa melupakan Agnes. Jika aku tahu dialah sumber permasalahan kita. Dan kamu dengan bodohnya membiarkan parasit itu hidup diantara kita. Batinku.
“Kamu meminta aku berfikir dari sudut pandangmu.?? Tapi sebelum itu Apakah kamu pernah mencoba mengerti perasaanku Regan.???
“Cinta itu bukan hanya soal komitmen bukan hanya soal simbol. Cinta itu soal hati Regan. Bagaimana aku bisa mencintai kamu dengan hati yang tersakiti. Aku tidak mau dicintai dan disakiti diwaktu yang bersamaan. Lakukan apa yang menurut mu benar Regan. Mulai hari ini aku tidak akan mendiktemu. Seperti yang kamu bilang kita sudah dewasa. Kita tahu mana yang terbaik untuk diri kita.
Pulanglah. Kamu pasti sangat lelah. Aku juga sangat lelah. Hati hati saat menyetir” Ucapku memeluknya sebentar menghirup aroma yang sangat aki rindukan. Lalu pergi meninggalkan Regan sendiri ditaman.
Lagi dan lagi pembicaraan kita tidak menghasilkan jalan keluar. Aku juga lelah. Aku serahkan semuanya pada Takdir. batinku
__ADS_1
Bagaimana bisa membuat mu mengerti cinta, batin Regan.
*****
Hari demi hari berlalu...
Masih dalam suasana yang sama. Pertengkaran membuat kami saling berjauhan.
Regan Yang sedang melakukan OutBond bersama karyawannya sedangkan aku dengan aktifitasku sebagai seorang Dokter.
Pagi yang indah ini Burung burung dan aroma bunga bunga menghibur indra penciuman. Sangat wangi, gumamku .
Dua tangan indahku mendorong lembut pintu balkon disudut kamarku. Dan mentari pun saling berebut memancarkan sinarnya.
aku merenggangkan kedua tanganku keatas hinga terdengar Suara Krek...krek.... suara tulang yang bersautan dan terasa melegakan.
Setelah puas menghirup udara pagi ini akupun mulai bersiap untuk menjalankan tugasku sebagai Dokter.
Diperjalanan menuju Rumah sakit
Cuaca dilangit mulai menampakkan warna yang berbeda. Sepertinya hujan akan mengguyur jalanan di ibukota.
Baru saja menebak nebak perubahan cuaca pagi ini. Rintik hujan mulai membasahi bumi.
Kubuka jendela mobil lalu kurentangkan satu tangan ku keluar untuk menggapai rintik hujan itu.
Dingin, itulah yang ku rasakan. Seperti hubunganku dan Regan yang dingin bagai hujan dipagi ini.
Sesampainya Di rumah sakit.
Aku berpapasan dengan Kimmy. Dengan raut wajah tegasnya itu dia bisa melihat dengan jelas ada masalah diwajahku.
“belum selesai.?” Tanyanya
“Apanya.?” Tanyaku balik
“Masalah kau dan Tunanganmu itu.” Ketusnya
“Yah, masih sama. Biarkan saja aku lelah kim. Jadi nona kimmy maukah kamu melewati fase fase berat ini bersamaku” pintaku bergelayut manja padanya
“Cih... baiklah. Bagaimana jika kita ke taman bermain besok.?” Ajaknya
“Okey.. siiipp.” Ucapku antusias
“kalau begitu ayoo bekerja dulu. Semangat” Ujarnya lalu merangkul bahuku
“Semangatttt” Celetukku lalu kami berjalan sambil merangkul.
Setidaknya. Masih ada orang orang yang peduli denganku. Batinku
Aku melewati hari yang panjang ini seperti biasa bekerja dan melepas penat dengan melayani pasien dengan sepenuh hatiku.
Namun, saat hendak pulang sebuah ambulance berhenti tepat didepanku. Pemandangan seperti ini bukanlah hal yang pertama bagiku.
Namun saat petugas membuka pintu Ambullance dan menurunkan brankar, mataku melotot, bibirku tiba tiba kaku. Tangan yang semula menggenggam Tas kini beralih menutup mulutku.
Tidak.... Dia... Dia....???
Bersambung.....
__ADS_1
Setelah membaca jangan lupa Like, komen dan votenya yah☺