
Happy Reading. setelah membaca jangan lupa Like,komen dan Votenya yah dear.😊
*******
“Saya butuh dukungan kamu Cinta. Saya tidak mau kita bertengkar hanya karna masalah ini. Saya mengangap Agnes hanya sebagai Teman tidak lebih. Yang saya mau itu kamu hanya kamu.”
“Dukungan...?? Hah....!” aku menjeda kalimatku untuk menarik nafas dalam dalam. “sudah aku katakan aku adalah wanita yang Egois. Setelah kamu memilihku tidak ada jalan untuk kembali. Apa perlu aku ingatkan apa saja yang kamu katakan malam itu.?”.
“Saya paham Perasaan kamu tapi, Agnes......" Regan mengantung kalimatnya dengan menarik nafas panjang. "dia menjadi yatim Piatu itu karna kesalahan saya.!” Kata Regan terduduk lemas.
Hening........ 🎶🎶😴😴😴😴.
Aku juga syok mendengar pengakuan yang keluar dari mulut Regan. Bagaimana bisa.? Kenapa jadi rumit begini?? kenapa cerita nya mirip disinetron sih astaga😤.....
Lama kami saling terdiam. Lalu aku membuka suara lagi mengutarakan apa yang ada dikepalaku. Untuk kali ini aku tidak bisa bersikap cuek, diam saja atau menyuruh laki laki di hadapanku ini untuk pergi bersama Agnes. Tidak bisa.... Tidak bisa... tidak ada yang boleh merebut apa yang sudah menjadi milikku. !!!!!.
“lantas apakah aku juga harus menangungnya.??. Sudah aku jelaskan bertrima kasihlah dengan cara yang benar. Bersalah dan bertanggung jawab itu manusiawi, tapi menyakiti dua hati disaat yang sama Itu adalah kejahatan.!!”.
“Apapun yang menjadi masa lalu biarlah menjadi masa lalu. Aku tidak mau tahu dan tidak mau terlibat. Aku hanya mau masa depan. Jika kamu ingin bertanggung jawab dan hidup dalam rasa bersalah selamanya silahkan aku tidak akan melarang tapi setelah itu aku tidak akan ada didalam Rumah masa depanmu ini”.
Mendengar Ucapan ku yang dingin tegas dan mengancam itu Regan pun memeluk ku.
“Maaf, maafkan saya. Jangan bicara seperti itu. Jangan ucapkan kata kata itu lagi. Maafkan saya”.
“Ini dunia nyata Regan. Bukan Sinetron yang alurnya membawa pemeran utama berpisah karna Orang ketiga.”
“Saya minta maaf.”
“Maaf bukanlah jawaban. Kamu harus tegas dan memilih. Kamu ingin masa depan bersamaku atau membayar rasa bersalahmu dengan Agnes”.
“Saya ingin masa depan bersamamu”.
“Maka Lupakan Agnes. Lupakan rasa bersalahmu. Bersalah mu tidak akan merubah kenyataan orang tua Agnes sudah tiada. Itu Takdir yang sudah digariskan untuk mereka melalui kamu.”
__ADS_1
Kamu sudah cukup bertanggung jawab atas hidupnya. Dia sekarang sudah bisa berdiri dengan kakinya sendiri.”
“Kamu hanya akan semakin menyakiti dia jika kamu tetap menujukkan perhatianmu. Kalau kamu mengangap aku jahat kamu benar.?? Aku memang jahat tapi ini belum seberapa. Kau tahu kan apa yang bisa dilakukan seorang perempuan jika hatinya terluka.!!! Kecuali Agnes. Tindakannya adalah wujud kebodohan.!!!!!!”.
“itu terdengar seperti ancaman untuk saya”.
“maka Anggaplah seperti itu. Aku lakukan ini untuk menjagamu dan menjaga komitmen yang sudah kamu janjikan padaku. Apalagi setelah pertemuanku dengan orang tuamu. Sudah bisa dipastikan orang tuaku sudah tahu mengenai hubungan kita”.
“Yah saya paham. Trima kasih sudah mengigatkan saya. Saya mencintaimu”.
“hmn.... I Love you too🙄”.
Setelah pembahasan hebat itu Regan pun mengantarkan aku pulang. Sepanjang jalan tidak satupun kata yang terlontar dari bibir kami.
Regan terus saja menggenggam tanganku seolah olah takut aku akan pergi lagi darinya.
Sesampainya Dimansion akupun turun sendiri tanpa menunggu Regan membukakan pintu untukku.
KleeekKkk....
Kubuka pintu mansionku dengan tangan yang bergetar. Rasanya Kali ini aku menggunakan seluruh tenagaku hanya untuk mempertahankan seorang laki laki.
Jika sampai dia mengecewakanku akan kubuat hidupnya tidak tenang. Huh.....😏.
“Sudah Pulang...???” Suara Bariton Terdengar begitu mengangetkanku.
“Papa.??Mama.???” Pekikku.
Astaga jangan bilang papa dan mama pulang hanya karna.....
“Kemari lah nak” Panggil Papa.
Akupun menurut seperti biasanya. Malam ini sepertinya aku akan dihakimi oleh mereka😭.
__ADS_1
“Papa sudah mendengar penjelasan dari tante sintia dan om wijaya. Sekarang papa mau dengar penjelasan cinta” Tanya papa.
“Cinta tidak ada penjelasan pah. Tante sintia pasti sudah menjelaskannya dengan sangat lengkap” Jawabku menunduk pasrah.
“Cinta menyukai Regan.?” Tanya papa.
Aku pun menegadahkan kepalaku melihat kearah papa “ia pah cinta su..suka sama Regan🙈” jawabku ragu ragu.
“Kalau begitu. Undang Regan beserta keluarga nya datang kemari besok” pinta Alex.
“ hah Untuk apa pah.?” Tanyaku.
“tentu saja untuk membicarakan masa depan kalian sayang” jawab Lusiana.
“Hmn... baiklah ma. Kalau gitu cinta istirahat dulu yah” Kataku lalu berlari kekamar. Aku sangat malu🙈.
Astaga semudah ini hubunganku dan Regan?? Papa tidak marah?? Atau mempermasalahkan salah paham itu??.
Amazing.... batinku
Sedangkan Alex dan lusiana memandangi tingkah laku putri mereka.
“Papa serius merestui mereka.? bagaimana dengan pernyataan Regan Saat dipesta?” Tanya Lusiana.
“Saya Serius sayang. Asal itu bisa memberikan senyuman diwajah putri kita. Akan papa lakukan. Mengenai hal itu akan papa tanyakan sendiri pada Regan. ” Jawab Alex.
“Ahh papa so sweett bangett ihh” Canda Lusiana.
“I’am the best father in the world😎 ” kata Alex memuji dirinya sendiri.
Lusiana dan Alex pun tertawa bersama lalu pergi beristirahat. Pulang secara tiba tiba setelah mendapat kabar dari Wijaya dan Sintia membuatnya mau tidak mau pulang tanpa direncanakan. Untung saja jarak tempu hanya 1 jam 30 menit.
Bersambung.....
__ADS_1