DOKTER LUISA

DOKTER LUISA
TEMPAT HIBURAN PUSAT KOTA


__ADS_3

Seandainya mas tau rasanya dunia seakan - akan runtuh ketika aku mendengar vonis dokter akan putra kecilku itu."


Luisa mengatakan hal tersebut dengan perlahan sambil terus menghapus air matanya yang masih tidak berhenti untuk mengalir.


"Luisa kau tau bahwa keluar dari tempat ini kau harus bermain sandiwara di depan orang - orang banyak."


"Tuhan sampai kapan ini semua berakhir? aku tau Tuhan bahwa aku sebenarnya memulai semua sandiwara ini, aku tidak pernah mendengarkan Engkau ketika Engkau selalu mengatakan untuk aku segera mengakhiri nya."


"Kini aku semakin masuk ke dalam dunia panggung sandiwara dan aku adalah pemeran utama sekaligus sutradara di dalam sandiwara ini, berat Tuhan untuk aku bisa keluar dari cerita bohong yang telah aku buat."


"Bagaimana jika pihak televisi mengetahui bahwa aku memiliki anak tanpa status pernikahan, bagaimana jika semua orang yang mengenal ku tau Tuhan?"


Luisa mengatakan semua hal tersebut seorang diri, Luisa tau bahwa apa yang dilakukan saat ini adalah sebuah kesalahan, namun Luisa terlalu takut untuk keluar dari semua kebohongan demi kebohongan yang telah dia ciptakan untuk menutupi setiap masa lalunya itu.


"Baiklah Luisa, mainkan kembali sandiwara ini sampai kau tumbang dengan sendirinya."

__ADS_1


Hal terakhir yang pada akhirnya Luisa katakan, satu hal yang Luisa katakan ketika jauh dari dalam lubuk hatinya dia ingin keluar, namun ketakutan demi ketakutan di dalam diri Luisa saat ini lebih besar dari segala apapun yang ada.


Dengan mantap Luisa pada akhirnya keluar dari ruangannya dan menuju ke lobby dimana seperti biasa para wartawan sudah menunggu dirinya untuk wawancara.


Acara talk show yang di bawakan Luisa selalu mendapatkan rating tertinggi, motivasi demi motivasi yang diberikan Luisa di dalam acara tersebut membuat banyak masyarakat menjadikan Luisa sebagai tokoh idola mereka..


"Terima kasih untuk setiap wawancaranya kali ini, setiap kita pasti pernah berbuat kesalahan, dan tidak semua orang bisa menerima kesalahan yang telah kita berbuat, dan kita tidak bisa menuntut orang untuk menerima kita."


"Yang perlu kita lakukan adalah memberikan maaf terhadap diri kita, dan tetap maju melangkahkan kaki serta tidak menoleh kembali ke belakang."


Dan setelah memberikan motivasi demi motivasi lewat wawancara singkatnya di lobby Luisa segera keluar dari gedung televisi tersebut.


"Jalan pak."


"Baik dokter Luisa."

__ADS_1


Satu orang supir pribadi begitu patuh terhadap setiap arahan dari Luisa, hari ini Luisa pulang sendiri karena Franda sang manager ada urusan.


"Pak nanti turunkan saya di jalan Anggrek ya pak, tidak perlu sampai ke rumah."


"Baik dokter."


Dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah jalan Anggrek seperti yang telah Luisa perintahkan kepada sang supir pribadi.


"Pak, langsung pulang saja, tidak perlu menjemput saya lagi, nanti saya pulang dengan taxi online saja, masih ada urusan yang harus saya selesaikan."


"Baik dokter Luisa."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa turun dari dalam mobil, masuk ke taxi online yang sudah di pesan.


"Ke tempat hiburan pusat kota yah pak."

__ADS_1


Satu arahan dari Luisa yang membuat sang supir tadi online tersebut langsung melajukan ke tempat tujuan yang di maksudkan oleh Luisa.


"Terima kasih pak, ini ambil saja kembalian nya."


__ADS_2