
Rico yang sejak tadi berdiri di belakang kursi roda Ronald langsung mengatakan hal tersebut.
"Ah terima kasih CEO Ronald, merupakan satu kehormatan ketika anda turun langsung ke dalam program acara ini."
Luisa mengatakan hal tersebut kepada Ronald dan juga Rico secara bersamaan.
"Ya, terima kasih jika dokter Luisa tetap bekerja sama dengan televisi ini."
"Pasti pak Ronald, saya akan tetap bersama dengan televisi ini, karena dari talk show inilah karir saya di mulai."
Luisa mengatakan hal tersebut sambil menjabat tangan Ronald dan tersenyum..
"Baiklah Rico, berikan kontrak eksklusif kepada dokter Luisa dan segala fasilitasnya, minta orang HRD untuk mengurus semua hal ini."
Perintah dari Ronald yang cukup mencengangkan Luisa.
"Siap mas Ronald."
"Aku pergi dulu dokter Luisa."
"Terima kasih pak Ronald."
__ADS_1
Dan setelah Luisa mengatakan hal tersebut Rico mendorong kursi roda Ronald untuk keluar dari studio tersebut.
"Hei, Luisa kau sadar tidak kau baru saja mendapatkan kontrak eksklusif dengan Ceo yang sangat terkenal angkuh itu!"
Franda langsung membisikkan kata - kata tersebut ke telinga Luisa.
"Angkuh?"
"Ya angkuh, CEO yang sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya di studio, CEO yang selalu memberikan tugas - tugas berat kepada seluruh pegawainya, dan kau mendapatkan kontrak eksklusif dengan segampang ini, luar biasa Luisa, aku salut kepada mu, dan aku bangga menjadi manager mu."
Franda mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk bahu Luisa.
Mereka berdua meninggalkan studio dan menuju ke salah satu ruangan yang telah disediakan pihak televisi untuk Luisa.
Luisa mengatakan hal tersebut sambil mengambil cokelat di dalam tasnya dan mulai memakan cokelat itu.
"Ya aku mendengarkan dari pegawai - pegawai televisi disini."
"CEO Ronald adalah laki - laki misterius yang tidak pernah keluar dari dalam ruangan kerja, selalu menyendiri, dan lebih anehnya lagi, para pegawai itu mengatakan jika CEO Ronald sering tertawa sendiri di dalam ruangan kerjanya."
Luisa yang mendengarkan penjelasan dari Franda langsung mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Tertawa sendiri?"
"Ya betul sekali, Luisa, kau kan dokter Psikiater, coba apa menurutmu yang sedang terjadi dengan Ceo Ronald?"
Franda mengatakan hal tersebut dengan sangat antusias.
"Aku tidak bisa mengatakan apa - apa Franda, karena aku mendengar keadaan pak Ronald hanya dari asumsi orang saja, kau tau setiap dokter harus melakukan analisa yang baik kepada para pasien untuk setiap penyakit kejiwaan yang di deritanya, dan seorang dokter tidak akan menerka - nerka seperti ini tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut."
Luisa mengatakan hal tersebut sambil menghapus riasan di wajahnya.
"Franda katakan kepada ku apakah kau salah satu penggemar pak Ronald?$
Dan setelah Luisa mengatakan hal tersebut Franda sang manager langsung memeluknya dari belakang..
"Aaaa Luisa kau seperti peramal saja, kau bisa tau isi hati ku ini, iya aku adalah pengagum sejati pak Ronald, tubuh bidangnya, tatapan matanya yang tajam dan tentunya harta yang dia miliki itu tidak akan habis tujuh turunan."
"Lepaskan aku Franda, berat!
Luisa mengatakan hal tersebut sambil meminta Franda untuk melepaskan pelukannya dari belakang..
"Menurut mu apakah aku cocok dengan pak Roland?"
__ADS_1
"Cocok - cocok saja."
Luisa mengatakan hal tersebut sambil terus menatap kaca dan tidak menatap Franda.