
Satu arahan dari Luisa yang membuat sang supir tadi online tersebut langsung melajukan ke tempat tujuan yang di maksudkan oleh Luisa.
"Terima kasih pak, ini ambil saja kembalian nya."
Luisa memberikan uang tersebut kepada supir taxi online dan setelah melakukan transaksi Luisa langsung keluar dari mobil masuk ke satu tempat hiburan eksklusif...
Luisa membuka tas dan mengeluarkan satu topeng lalu menggunakan topeng tersebut.
Tempat hiburan eksklusif tersebut sangat menjaga privasi semua tamu yang hadir, para tamu yang hadir di perbolehkan untuk menggunakan topeng atau sejenisnya ketika masuk ke dalam tempat hiburan eksklusif tersebut.
Dan hampir semua tamu yang terdiri dari orang - orang penting lebih memilih untuk menggunakan penutup wajah saat akan bersenang-senang di tempat tersebut.
"Selamat malam, apakah yang bisa saya layani untuk nona yang cantik ini."
Satu bartender laki - laki mengapa Luisa dengan tersenyum manis.
"Aku pesan minuman beralkohol seperti biasa, antarkan ke ruang tiga kosong lima, aku ada di ruang eksklusif itu."
__ADS_1
"Baik nona cantik, minuman akan segera di siapkan, apakah nona perlu teman untuk minum di dalam ruangan tersebut?"
Dengan cepat Luisa langsung menggelengkan kepalanya..
"Tidak malam ini aku ingin minum sendirian."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa segera menuju ke dalam ruangan eksklusif tiga kosong lima yang sudah di pesan.
Tak lama beberapa pelayan menghantarkan pesanan Luisa.
"Minuman beralkohol dengan kadar paling tinggi sudah siap nona."
Dan setelah pelayan tersebut keluar Luisa langsung mengunci ruangan eksklusif tersebut.
Satu ruangan dengan ukuran cukup besar, cukup untuk enam sampai sepuluh orang, namun malam hari ini Luisa memilih untuk menggunakan ruangan itu sendirian.
Luisa yang telah selesai mengunci ruangan segera kembali duduk di sofa panjang dan langsung menuangkan minuman beralkohol tersebut ke dalam gelas.
__ADS_1
Luisa mulai meneguk gelas pertama dan di susul gelas - gelas berikutnya.
"Semua orang pasti tidak akan pernah tau bahwa seseorang wanita dia dokter Psikiater hebat, seorang wanita yang membawakan satu program di televisi tentang kesehatan mental, seorang wanita yang memiliki banyak sekali pasien, seorang wanita yang menjadi idola banyak orang ternyata memiliki sisi gelap."
"Mana kalian tau bahwa aku suka sekali menghabiskan kesendirian ku di tempat ini, ya tempat ini seakan - akan menjadi saksi bahwa aku sebenarnya sedang tidak baik - baik saja."
Luisa yang sudah mulai mabuk mengatakan semua hal tersebut dengan terus menuang minuman beralkohol tersebut ke dalam gelas dan terus meneguknya seakan - akan seperti meminum air mineral biasa.
Malam ini, di tempat ini Luisa kembali menangis, Luisa kembali meratapi setiap kesendirian dan kesedihan nya
Luisa menangis, Luisa menjerit dengan sangat kuat ketika dirinya di campakkan oleh tunangan nya sendiri.
Tunangan yang tanpa permisi membuka semua bajunya dalam keadaan tidak sadar dan setelah melakukan hal tersebut langsung meninggalkan Luisa karena Luisa bukan wanita yang di harapkan nya.
Ruangan tiga kosong lima, adalah ruangan eksklusif dengan kedap suara, sehingga membuat Luisa pada malam hari ini dengan puas bisa melampiaskan kesedihannya tanpa di ketahui oleh orang lain.
"Tuhan, aku lelah, sungguh aku lelah Tuhan, tapi bagaimana caranya mengatasi ini?"
__ADS_1
"Mas Bram, mas Bram sekarang ada dimana? mas Luisa butuh mas Bram, mas jangan tinggalkan Luisa."
Dalam keadaan mabuk hal - hal itulah yang terus di ucapkan oleh Luisa.