
Ini tidak mungkin!"
Ronald mengatakan hal tersebut sambil ******* - ***** kertas yang ada di dalam genggaman tangannya.
Ke dua matanya memerah ketika melihat rekaman CCTV beberapa tahun yang lalu.
"Astaga ya Tuhan, aku harus melakukan sesuatu untuk hal ini."
Ronald mengatakan hal tersebut sambil menenggelamkan wajahnya ke dalam ke dunia tangannya.
Malam itu Ronald mendapatkan kebenaran yang sebelumnya tidak pernah dia pikirkan, di rumah mewahnya Ronald hanya bisa melihat malam yang perlahan - lahan berganti dengan pagi tanpa bisa menutup mata.
Ya semalaman Ronald berpikir, semalaman Ronald merenung dan banyak hal yang tiba - tiba saja terlintas di dalam pikirannya.
"Selamat pagi dokter Luisa."
Pagi ini seperti biasa Luisa berada di rumah sakit untuk menjalankan jadwal prakteknya.
Kesibukannya mulai berkurang sejak dirinya tidak lagi tampil di televisi.
"Pagi suster, bagaimana berapa pasien ku hari ini?"
Sang perawat yang mendengarkan pertanyaan Luisa hanya bisa memandanginya saja.
"Maafkan saya dokter, namun saya harus mengatakan hal ini."
"Apa maksudnya suster?"
"Tidak ada satu pun pasien yang mau untuk berkonsultasi dengan dokter Luisa lagi, saat ini semua pasien lebih baik menunggu lama untuk bisa berkonsultasi."
Luisa yang mendengarkan hal tersebut hanya bisa menarik nafasnya dalam - dalam.
__ADS_1
"Lalu semua pasienku saat ini dimana?"
"Semua pasien yang biasa di tangani oleh dokter Luisa saat ini beralih kepada dokter Lisa."
Deg
Rasanya hati Luisa saat ini begitu sakit mendapatkan kebenaran bahwa tidak ada satu orang pun yang mau untuk berkonsultasi dengannya.
"Baiklah suster, jika memang tidak ada pasien aku akan pulang saja."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa segera bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruang praktek.
Luisa tidak mau melihat lagi ke belakang, karena rasanya begitu sakit ketika melihat para pasiennya lebih baik mengantri panjang untuk berkonsultasi hanya dengan satu dokter saja.
Rasanya pagi ini Luisa begitu sedih ketika dirinya di tolak oleh para pasiennya sendiri.
"Dokter Luisa, bagaimana kabar anda?"
Deg
"Sampai saat ini dokter belum mengatakan siapa sebenarnya ayah kandung Jovan, apakah Jovan itu anak yang tidak di inginkan."
Deg
Sungguh perkataan salah satu awak media membuat Luisa geram, ke dua tangannya saling mengenggam memberikan isyarat bahwa dia ingin membalas perkataan salah satu awak media tersebut.
Namun Lusia masih terdiam dan tidak melakukannya karena dia tau jika dia melakukan hal itu akan lebih banyak masalah lagi yang akan di dapatkannya.
"Dokter Luisa apakah anda bisa menjawab pertanyaan kami ini?"
Salah satu awak media kembali memberikan penekanan terhadap Luisa dan seperti biasa Luisa hanya bisa terdiam dan terus terdiam.
__ADS_1
"Kalian tidak perlu jawaban lagi dari dokter Luisa."
Deg
Semua orang menoleh mencari sumber suara tersebut.
"CEO Ronald, sedang apa anda di sini?"
Salah satu awak media mengatakan hal tersebut kepada Ronald karena heran melihat Ronald yang tiba - tiba saja muncul.
"Aku kemari hendak menjemput calon istri ku yaitu dokter Luisa."
Deg
Luisa langsung menatap Ronald dengan tatapan tajam ketika Ronald dengan santai di atas kursi roda mengatakan semua hal tersebut kepada para awak media.
"Jadi disini kembali aku tegaskan lagi bahwa Luisa adalah calon istri ku saat ini."
Ronald maju dan menggenggam tangan Lusia, dan semua awak media kembali memberikan tatapannya yang tajam kepada Luisa seakan - akan ingin menanyakan kebenaran hal tersebut.
Dan dengan menarik nafas dalam-dalam, pada akhirnya Luisa pun berbicara.
"Ya CEO Ronald adalah calon suami ku, tanpa sepengetahuan publik selama ini CEO Ronald adalah kekasih ku yang baru, dalam waktu dekat kami akan melangsungkan pernikahan, kami berharap kehadiran para awak media di pernikahan kami nanti."
Dan perkataan Luisa pada akhirnya membuat semua awak media bertepuk tangan.
"Jadi Jovan sekarang adalah putra ku juga, tidak penting masa lalu Luisa, karena sekarang aku yang akan mempersiapkan masa depannya dengan sangat baik."
Setelah Ronald mengatakan hal tersebut, Ronald memberikan isyarat kepada Luisa untuk meninggalkan kerumunan awak media tersebut.
Dan hari ini semua televisi menyiarkan berita bahwa CEO Ronald dengan dokter Luisa akan secepatnya menikah, CEO Ronald yang menerima Luisa dan segala masa lalunya dengan berlapang dada.
__ADS_1
HAI NOVEL DOKTER LUISA 1 TAMAT YAH MINGGU DEPAN AKAN DILANJUTKAN UNTUK SESI KE 2