
Untuk yang ke dua kalinya salah satu wartawan kembali menanyakan hal tersebut kepadanya
Sungguh saat ini lidah Luisa begitu kelu untuk menjawab pertanyaan para wartawan tersebut.
Hatinya tak kuasa menerima dan ingin rasanya Luisa lari dari kerumunan wartawan ini, namun kakinya terlalu berat untuk melangkah.
"Hai, untuk hal ini nanti dokter Luisa akan mengadakan konferensi press khusus untuk teman - teman media, jadi saat ini biarkan dokter Luisa masuk dulu yah, karena acara live show sebentar lagi akan di mulai."
Franda sang manager yang juga baru tiba, langsung masuk ke dalam kerumunan dan mengatakan hal tersebut.
Franda pada akhirnya sukses untuk menyakinkan para wartawan dan membawa Luisa masuk ke dalam gedung.
"Franda."
Satu kata yang Luisa sebutkan ketika mereka sudah sampai di ruangan khusus untuk Luisa.
"Stop Luisa, simpan penjelasan mu nanti, satu jam lagi kau akan on air jadi simpan penjelasan mu nanti, karena...'
__ADS_1
Tiba - tiba saja Franda berhenti berhenti berbicara dan memandang tajam ke arah Luisa.
"Karena apa Franda?"
"Karena yang akan menjadi bintang tamu pada hari ini adalah mas Bramasta."
Deg
Luisa yang mendengarkan nama itu kembali di sebut hanya bisa menjatuhkan dirinya di atas tempat duduk.
"Luisa, ayolah kau harus profesional, kau harus tetap masuk ke dalam acara talk show ini."
"Tolong batalkan saja Franda, kenapa kau tidak memberitahukan aku jika hari ini bintang tamunya adalah mas Bram."
"Hei, kau ingat, dua bulan yang lalu aku sudah memberikan jadwal hari ini kepada mu, dan kau sudah mengingatnya dengan betul, hari ini pun aku sudah berusaha untuk menghubungi mu berkali - kali, tapi apa yang aku dapatkan? nomor mu sama sekali tidak bisa di hubungi, entah semalam apa saja yang telah kau lakukan Luisa!"
Franda mengatakan hal tersebut sambil memperlihatkan ponselnya dimana banyak sekali Franda menghubungi Luisa, namun tidak ada satupun panggilan yang Luisa jawab.
__ADS_1
Luisa yang mendengarkan penjelasan Franda kini hanya bisa menutup wajah dengan ke dua tangannya dan langsung menangis histeris.
"Hei, Luisa, jangan seperti ini!"
"Aku tidak kuat lagi Franda, ganti saja hari ini dengan pembawa acara yang lainnya."
Luisa mengatakan hal tersebut masih dengan tangisan yang meraung - raung.
"Luisa dengarkan aku, sangat mustahil untuk kita meminta ganti pembawa acara di dalam waktu yang singkat ini, apalah pihak televisi melihat keadaan mu sangat baik - baik saja secara fisik, ya meskipun belum tentu psikisnya, tapi pihak televisi tidak akan memperdulikan hal ini."
"Kita bisa di dalam masalah besar jika kau tidak mau untuk menjadi pembawa acara untuk hari ini, Luisa aku mohon."
Luisa kini hanya bisa menatap Franda tanpa bisa mengatakan apa - apa lagi.
"Bukan hanya kau yang akan memiliki masalah besar Luisa, namun aku juga bisa terlibat, kau tau sendiri kan kalau aku adalah tulang punggung keluarga, jika sampai karir kita bermasalah karena kita tidak bisa profesional maka bukan hanya kita yang terkena imbasnya, namun orang - orang terdekat kita pun akan merasakan hal ini."
Perkataan Franda langsung mengingatkan Luisa akan Jovan, ya putra kecilnya yang sampai saat ini masih dia sembunyikan dari semua orang, putra kecilnya yang membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk pengobatan dan juga masa depannya.
__ADS_1
"Baiklah Franda aku akan tetap menjadi pembaca acara untuk hari ini."