DOKTER LUISA

DOKTER LUISA
BAGAIMANA MA?


__ADS_3

Tak beberapa lama Ronald melihat Luisa yang sudah rapi keluar dari dalam rumah bersama dengan anak kecil yang sama dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Mas nampaknya dokter Luisa akan keluar."


"Ikuti mereka Rico."


"Jalan pak."


Dengan segera Rico memberikan perintah kepada supir pribadi mereka untuk mengikuti kemana perginya Luisa dengan satu orang anak laki - laki tersebut.


"Puskesmas?"


Sungguh saat ini ke dua mata Ronald terbelalak ketika melihat Luisa menghentikan mobilnya di depan satu puskesmas kecil di desa tersebut.


"Sungguh mas Ronald ini cukup membuat ku terkejut."


"Ya Rico, sama dengan pemikiran ku, namun hal - hal seperti ini juga bisa terjadi, karena setiap orang pasti memiliki sisi yang tidak ingin dia ceritakan kepada orang lain."


"Tugas mu selanjutnya adalah kembali menyelediki siapa anak kecil yang bersama dengan Luisa, kenapa Luisa tidak pernah membawa anak kecil tersebut ke Jakarta, dan apa hubungan Luisa dengan anak kecil tersebut."


"Baik mas Ronald."

__ADS_1


Rico mengatakan hal tersebut sambil mencatat setiap hal yang di minta Ronald untuk dilakukan.


"Sekarang kita kembali saja ke Jakarta, pengintaian kita cukup sampai di sini saja, esok hari aku ada makan siang bersama dengan dokter Luisa, jangan sampai dia curiga jika kita masih berada disini."


"Siap mas Ronald."


Dan setelah mengatakan hal tersebut mobil Ronald kembali menuju ke Jakarta.


Sepanjang perjalanan Ronald yang henti - hentinya mengepalkan ke dua tangannya.


Ronald rupanya sedang gemas terhadap dirinya sendiri, ya gemas karena merasa pernah melihat dan terlibat sesuatu dengan Luisa, namun semua itu hanya seperti kepingan puzzle yang belum siap untuk di satukan.


Sementara itu di dalam puskesmas.


Luisa langsung menganggukkan kepalanya karena dia sangat mengerti akan resiko ini.


"Ya dokter Juan, aku mengerti, terima kasih telah menjadi dokter Jovan selama ini di sini."


"Sama - sama dokter Luisa, maaf dokter ada satu hal yang ingin aku katakan terhadap dokter."


"Ya dokter Juan silahkan."

__ADS_1


"Bukan maksudku untuk mencampuri urusan dokter Luisa, namun saran saya adalah untuk Jovan selalu berada dekat dengan dokter, kondisi kejiwaan Jovan akan sangat berpengaruh jika dekat dengan orang tuanya."


Deg


Untuk kesekian kalinya Luisa mendapatkan satu peringatan tentang apa yang harus di lakukan terhadap Jovan.


"Jangan sampai karena hal - hal seperti ini, semuanya akan kembali terulang dokter Luisa."


"Terima kasih dokter Juan, semua saran anda akan sangat aku pertimbangkan, baiklah dokter Juan aku permisi terlebih dahulu."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa dan juga Jovan keluar dari dalam ruang praktek dokter Juan.


Sepanjang perjalanan pulang, di dalam mobil Luisa tak henti - hentinya memikirkan setiap ucapan demi ucapan orang - orang yang meminta Jovan untuk terus berada di dekatnya.


Sungguh saat ini Luisa di hadapkan di dalam satu situasi yang sangat sulit.


"Ma, jadi apakah Jovan hari ini bisa ikut mama?"


Deg


Sungguh di dalam mobil Luisa tidak mampu memandang tatapan teduh Jovan ketika dirinya mengatakan hal tersebut kepada Luisa.

__ADS_1


"Ma."


Panggilan terhadapnya sama sekali tidak Luisa hiraukan, ke dua matanya berpura - pura untuk tetap memandang ke depan agar dirinya tidak melihat tatapan iba dari ke dua mata Jovan yang saat ini membutuhkan kepastian darinya.


__ADS_2