DOKTER LUISA

DOKTER LUISA
APA MAU MU?


__ADS_3

Bagus, karena aku harus segera kembali ke Rumah Sakit."


Setelah itu mengatakan hal tersebut Luisa dan Franda segera menuju ke lantai tiga untuk bertemu dengan para wartawan.


Sementara itu di ruangan yang lainnya.


"Rico, kau tau apa yang harus kau lakukan untuk hal ini?"


Rico yang mendapatkan pertanyaan dari Ronald langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya mas Ronald, aku mengerti."


"Bagus awasi dokter Luisa kemanapun pergerakan nya, lalu setelah itu laporkan kepada ku."


"Baik mas Ronald."


"Pergilah Rico."


Dan setelah mendapatkan perintah tersebut Rico segera meninggalkan ruangan Ronald.


"Tidak ada yang tidak mungkin untuk aku bisa mengingat semua peristiwa itu, pa, ma aku tau jika kalian sudah tenang berada di surga, tapi aku bersumpah kepada diriku sendiri, aku akan mencari penyebab kematian kalian."


Ronald mengatakan hal tersebut sambil memandang ke arah jendela, ke dua tangannya saling mengenggam, hatinya selalu tersulut oleh amarah ketika dirinya membicarakan kematian ke dua orang tuanya itu.


Belasan tahun yang lalu satu kisah sedih terjadi di hadapan Ronald, sang Ronald kecil tiba - tiba saja harus melihat dua peti mati masuk ke dalam rumah megah mereka, dan saat ke dua peti itu di buka berisikan jenazah ke dua orang tuanya.

__ADS_1


Kabar yang beredar di media menyebutkan jika ke dua orang tuanya meninggal karena kecelakaan, dan Ronald kecil saat itu sangat percaya dengan setiap perkataan dari aparat.


Namun saat dirinya kini beranjak dewasa, Ronald menemukan satu kebenaran bahwa ke dua orang tuanya telah di bunuh oleh orang yang tak di kenal.


"Memang cukup sulit untuk menemukan dia, tapi aku berjanji akan mencarinya sampai ke ujung bumi!"


Dengan berapi - api Ronald mengatakan hal tersebut.


"Selamat siang pak Ronald."


Sekertaris Ronald tiba - tiba masuk ke dalam ruangan.


"Ya ada apa?"


"Ada yang ingin bertemu dengan pak Ronald."


"Tapi ini aku yang ingin bertemu dengan mu Ronald."


satu wanita cantik tiba - tiba sudah berada di dalam ruangan Ronald.


"Pak maafkan saya, tadi saya sudah meminta dokter Katherine untuk menunggu, tapi."


Ucapan sang sekertaris tiba - tiba saja berhenti karena Ronald memberikan isyarat dengan ke dua tangannya untuk berhenti.


"Pergilah aku akan berbicara dengan dokter Katherine."

__ADS_1


Dan tanpa butuh banyak kata - kata sang sekertaris detik itu juga langsung meninggalkan ruangan Ronald..


"Duduklah Katherine."


Ronald mengatakan hal tersebut sambil mendorong kursi roda elektrik nya yang telah di lengkapi peralatan canggih.


"Ya, terima kasih Ronald."


"Apa yang membuat mu kemari Katherine?"


Katherine langsung tersenyum dengan perkataan dari Ronald.


"Bagaimana aku tidak kemari jika pasien pribadi ku tidak datang untuk fisioterapi sudah beberapa kali."


"Kau harus tau itu bisa mempengaruhi tulang mu Ronald."


"Ada lagi Katherine yang perlu kau bicarakan pada ku?"


Sungguh saat ini Katharine sangat marah dengan sikap yang diberikan Ronald kepadanya.


"Kau kira kau siapa Ronald? kau betul - betul sudah mengacuhkan aku!"


Dengan nada tinggi Katharine mengatakan hal tersebut kepada Ronald.


"Sudahlah Katherine kita ini bukan manusia remaja, kita berdua sudah dewasa, usia ku sudah tiga puluh tahun dan kau pun sudah hampir menyentuh angka tiga."

__ADS_1


"Tak usah kau jadikan alasan mengapa aku tidak datang fisioterapi jika memang kau ingin menemui ku, kau terlalu gengsi untuk mengakuinya."


__ADS_2