
Dengan datar Franda mengatakan hal tersebut kepada Luisa.
"Franda dengarkan aku dulu."
Luisa merasa hari ini Franda sangat berbeda, Luisa berusaha untuk meminta Franda mendengarkan penjelasannya, namun yang di dapatkan Luisa hanya lambaian tangan Franda sambil keluar dari ruang wardrop.
"Aku tau Franda kau pasti marah, Tuhan apakah saat ini Engkau juga marah terhadap apa yang baru saja aku lakukan tadi?"
Di depan cermin dan seorang diri Luisa mengatakan semua hal tersebut.
"Ayo Luisa kau tidak boleh menangis, sebentar lagi siaran langsung."
Dan air mata yang sudah mulai tumpah langsung Luisa hapus kembali dengan sekuat tenaga.
Hari ini seperti biasa Luisa mengisi acara talk show, dan tidak dapat dipungkiri bahwa wajah Luisa masih tetap sendu.
Sementara itu di ruangan direktur.
"Bagaimana Rico?"
"Ini mas, rating progam acara yang di bawakan dokter Luisa langsung turun seketika karena berita gosip yang baru saja menjadi berita terhangat di semua televisi swasta."
Rico mengatakan hal tersebut sambil memberikan laporan kepada Ronald yang masih duduk santai di kursinya.
"Sekarang dimana keberadaan dokter Luisa setelah mengisi acara siaran langsung?"
__ADS_1
"Tadi saya melihat dokter Luisa langsung masuk ke dalam mobil dan pergi kembali mas Ronald."
Ronald langsung terdiam ketika Rico mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Untuk sementara dalam tiga hari ke depan kita lihat terlebih dahulu berita yang akan beredar, jika rating tetap turun kita akan menggelar rapat direksi."
"Baik mas Ronald."
"Tugas mu yang ke dua, cari tahu sekarang dimana keberadaan dokter Luisa."
Rico yang mendapatkan tugas tambahan dari Ronald langsung mengernyitkan dahinya.
"Sudahlah Rico, cari saja, aku ingin berbicara banyak hal kepada dokter Luisa."
"Baik mas."
Dan Rico pun segera meninggalkan ruangan Ronald.
"Pada akhirnya semua akan seperti ini, Luisa sebenarnya untuk apa kau menyembunyikan semua hal ini, kau seperti menjadi orang lain saat harus berhadapan dengan orang - orang di luar sana."
Ronald mengatakan hal tersebut di atas kursi rodanya sambil memandang kota Jakarta dari gedung lantai tiga puluh.
"Franda ayo buka pintunya, Franda."
Selesai siaran langsung Luisa langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil tersebut ke apartemen Franda.
__ADS_1
"Untuk apa kau kemari Luisa?"
Pintu apartemen yang pada akhirnya di buka oleh Franda pada akhirnya membuat Franda harus mengatakan hal tersebut kepada Luisa.
"Izinkan aku masuk terlebih dahulu ke dalam Franda."
Luisa mengatakan hal tersebut di depan pintu sambil menarik nafasnya dalam - dalam.
"Ya silahkan."
Dengan tatapan sinis pada akhirnya Franda mengizinkan Luisa untuk masuk ke dalam, Luisa yang sudah diizinkan segera masuk dan duduk di sofa di dalam apartemen Franda.
"Franda aku mohon dengarkan penjelasan aku dulu."
"Apa lagi yang perlu untuk di jelaskan Luisa!"
"Franda ada banyak yang aku akan jelaskan kepada mu, salah satunya tentang Jovan anak kandung ku."
Deg
Susana tiba - tiba menjadi sunyi ketika Luisa mengatakan hal tersebut kepada Franda.
"Kau pembohong Luisa!"
Kata - kata Franda yang keluar dari mulutnya sungguh membuat hati Luisa tertusuk - tusuk duri yang tajam.
__ADS_1
"Kau tau kau adalah pembohong yang sangat pintar, kau berbohong kepada semua orang, kau berbohong kepada semua orang yang dengan setia menonton setiap siaran langsung, dan yang lebih parah kau berbohong kepada teman dekat mu sendiri!"