DOKTER LUISA

DOKTER LUISA
CCTV


__ADS_3

Deg


Wajah Ronald langsung memerah saat Luisa mengatakan hal tersebut dengan keadaan mabuk.


"Apakah kau ingat laki -laki yang telah melakukan perbuatan itu kepada mu?"


Dengan cepat Luisa langsung menggelengkan kepalanya.


"Saat itu aku sedang dalam keadaan mabuk, sebenarnya sudah sejak lama aku mengetahui tempat hiburan malam ini, dari sewaktu aku kuliah, aku sudah sering menghabiskan malam - malam kelam ku disini."


"Jadi laki - laki itu memperkosa mu di tempat ini?"


Dengan cepat Luisa menganggukkan kepalanya.


"Iya, dia melakukan semuanya itu disini, seandainya aku bisa kembali bertemu dengan laki - laki itu, aku ingin membunuhnya dengan ke dua tangan ku sendiri!"


"Masa depan ku hancur karena dirinya, aku kehilangan keluargaku karena dirinya, dan aku harus berusaha setengah mati untuk menjadi seperti sekarang juga karenanya, sedangkan saat ini aku tidak mengetahui keberadaan laki - laki itu, mungkin saja saat ini dia sedang asyik berpesta dengan para wanita."


"Atau saat ini dia sedang menikmati liburan super mewahnya, kau juga tentunya tau semua tamu di tempat hiburan malam ini adalah orang - orang terpandang yang tidak ingin diketahui indentitasnya bukan, jadi itu sebabnya aku yakin dia juga bukan lelaki sembarangan."

__ADS_1


Air mata Luisa mengalir saat dirinya menceritakan hal ini, terbersit rasa sakit hati yang parah terhadap satu laki - laki telah menghancurkan hidupnya.


Dendam yang membara begitu tertoreh di dalam relung hati Luisa.


Dengan terus menangis Luisa meracau di dalam pelukan dari Ronald.


Ronald terdiam, Ronald hanya bisa memperdalam pelukan terhadap Luisa, dan Ronald tidak bisa lagi berkata apapun saat mendengarkan Luisa menangis di dalam pelukannya tersebut.


"Tidurlah, aku tidak akan menganggu mu beristirahat malam ini."


Ronald yang telah melihat Luisa tertidur di dalam pelukannya, pada akhirnya memanggil beberapa pengawal yang berjaga di luar untuk masuk ke dalam ruangan.


Ronald memerintahkan mereka untuk mengangkat tubuh Luisa di atas tempat tidur.


Satu wanita mandiri yang berpura - pura tegar di hadapan semua orang.


Satu wanita mandiri yang saat ini sedang mencoba untuk mencurahkan isi hatinya.


Kini wanita tertidur setelah lelah menangis di dalam pelukan Ronald.

__ADS_1


"Pengawal."


"Ya mas Ronald."


"Antarkan aku untuk menemui pimpinan di tempat hiburan malam ini."


"Baik mas Ronald."


Setelah mengatakan hal tersebut salah satu pengawal mendorong kursi roda Ronald keluar dari ruangan VVIP yang telah di pesan oleh Luisa.


Ronald malam hari ini menemui pemimpin tempat hiburan malam untuk membicarakan sesuatu.


"Aku percaya kepada mu Indra, aku ingin engkau mencari CCTV empat tahun yang lalu yang berada di lantai tiga."


"Pasti pak Ronald, kami akan mencari CCTV seperti yang bapak minta, setelah kami mendapatkan CCTV tersebut kami akan langsung mengirimkan ke pak Ronald."


"Baiklah aku pergi dulu."


Pertemuan singkat yang di lakukan oleh Ronald dan juga Indra pimpinan di tempat hiburan malam tersebut.

__ADS_1


Malam hari ini Ronald keluar dari dalam ruangan Indra dengan pikiran yang penuh tentang Luisa dan tentang kejadian yang telah di ceritakan oleh Luisa kepadanya.


Ini sungguh mustahil, aku berharap apa yang telah CCTV katakan nanti itu tidak terbukti, karena CCTV itulah kunci dari semua hal yang menjadi awal kejadian ini terjadi kepada Luisa..


__ADS_2