
Dan untuk kesekian kalinya Luisa meminta maaf kepada Franda bahwa dirinya belum bisa membuka satu misteri yang masih tersembunyi.
"Pergilah Luisa."
Franda mengatakan hal tersebut dengan tegas kepada Luisa.
"Kau mengusir ku Franda?"
"Iya aku mengusir mu Luisa."
Deg
Kata - kata Franda yang sangat lugas cukup membuat Luisa terdiam.
"Untuk apa kau tetap ada disini, jika kau tidak mau sepenuhnya terbuka kepada ku? jika aku menganggap aku adalah teman mu, kau tentunya akan menceritakan apapun kepada ku."
"Franda."
"Sudahlah Luisa, lebih baik kau pergi saja, mulai sekarang hubungan kita tidak lebih sebatas hubungan kerja saja, aku tidak akan lagi mengurusi kegiatan mu di luar jadwal, aku juga tidak akan mengurusi lagi setiap masalah mu."
"Yang aku minta kepada mu, kau harus profesional di dalam setiap pekerjaan mu, kau harus ingat bahwa sudah ada beberapa kontrak dengan acara, dan jangan sampai kau membatalkannya, jika kau tidak mau rugi."
__ADS_1
Franda mengatakan hal tersebut dengan sangat sinis kepada Luisa, dan kini tidak ada yang bisa Luisa lakukan lagi kecuali hanya memandang dan terus memandang Franda tanpa bisa berkata - kata lagi.
"Baiklah Franda jika hal itu yang kau inginkan, namun satu hal yang harus kau tau bahwa sampai kapanpun aku selalu menganggap kau adalah sahabat ku, maafkan aku yang saat ini belum bisa menceritakan beberapa hal kepada mu, namun suatu saat kau pasti mengerti mengapa aku melakukan hal itu, aku pergi dulu Franda."
Setelah mengatakan hal tersebut Luisa segera bangkit dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan apartemen Franda.
"Sekarang aku betul - betul sendiri, tidak ada lagi yang peduli terhadap ku."
Luisa mengatakan hal tersebut di dalam mobil sambil menghapus air matanya, rasanya saat ini Luisa ingin sekali berteriak, namun suaranya tidak bisa untuk melakukan hal tersebut.
Dengan perlahan pada akhirnya Luisa mengemudikan mobilnya menuju jalan raya, sore yang menjelang malam membuat Luisa berpikir satu tempat untuk dia bisa meluapkan setiap hal yang saat ini sedang dia alami.
Sore ini pada akhirnya Luisa menjatuhkan pilihan untuk pergi ke salah satu tempat hiburan malam yang selalu dia kunjungi.
"Selamat sore, aku ingin memesan tempat eksklusif dengan menggunakan tempat tidur."
"Baiklah, mari kami antarkan, apakah nona perlu minuman beralkohol untuk malam nanti?"
Dengan cepat Luisa langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya aku mau dengan kadar alkohol paling tinggi."
__ADS_1
Luisa mengatakan hal tersebut kepada pelayan dengan wajahnya yang menggunakan topeng.
Privasi yang betul - betul dilindungi di tempat hiburan malam tersebut membuat Luisa tak ragu - ragu untuk selalu mengunjunginya ketika butuh untuk menebang diri.
"Silahkan nona, apakah anda yakin akan merayakan semuanya ini sendiri?"
"Ya aku yakin."
Dan setelah mengatakan hal tersebut satu pelayan segera pergi meninggalkan Luisa yang saat ini berada di dalam kamar eksklusif.
Ingatan Luisa melayang kepada kejadian di malam itu dimana Luisa bangun dengan pakaian laki - laki di atas tempat tidur.
"Ah sudahlah aku disini untuk menenangkan diri, bukan untuk mengingat kejadian yang entah dengan siapa aku waktu itu "
Luisa mengatakan hal tersebut sambil menuangkan minuman beralkohol ke dalam gelas dan meneguknya seperti meminum air mineral
Sementara itu di salah satu ruangan.
"Bagaimana Rico?"
"Dokter Luisa sudah masuk ke dalam ruangan mas."
__ADS_1