
Sudahlah Katherine kita ini bukan manusia remaja, kita berdua sudah dewasa, usia ku sudah tiga puluh tahun dan kau pun sudah hampir menyentuh angka tiga."
"Tak usah kau jadikan alasan mengapa aku tidak datang fisioterapi jika memang kau ingin menemui ku, kau terlalu gengsi untuk mengakuinya."
Ronald mengatakan hal tersebut dengan tatapan tajamnya kepada Luisa.
"Aku tidak pernah gengsi untuk mengakui tentang kita Ronald, namun aku sudah lelah untuk mengakuinya."
Katherine mengatakan hal tersebut dengan menatap tajam ke arah Ronald.
"Kau benar, mungkin hal itu yang kau rasakan ."
"Bukan hanya aku yang merasakan, namun aku berharap kau juga bisa merasakan Katherine."
"Tapi aku tidak merasakan hal Itu Ronald, aku mau hubungan kita kembali lagi seperti dulu."
Dengan cepat Ronald langsung tersenyum sinis kepada Katherine.
"Aku tidak percaya kepada mu, kau ingin kembali kepada ku karena harta yang aku miliki bukan?"
"Laki - laki lumpuh seperti ku, tidak akan ada di dalam seleksi mu Katherine."
Dengan cepet Katherine langsung menggelengkan kepalanya.
"Kau salah Ronald, pada awalnya memang aku seperti itu, namun pada akhirnya aku betul - betul jatuh cinta kepada mu."
__ADS_1
"Dan aku tidak bisa lagi menjalin hubungan dengan mu."
"Pergilah Katherine, mulai esok hari aku akan Menganti dokter untuk fisioterapi ku, aku tidak mau masalah masa lalu kita mempengaruhi akan kesehatan ku ini."
Ronald mengatakan hal tersebut sambil membalikkan kursi rodanya membelakangi Katherine.
"Ronald."
Katherine mencoba untuk memanggil Ronald beberapa kali, namun hanya kebisuan yang Katherine dapatkan.
"Aku yakin suatu saat kau akan meminta aku untuk kembali kepada mu Ronald."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Katherine langsung pergi meninggalkan ruangan Ronald.
Sungguh saat itu hati Katherine sangat hancur, satu dokter cantik yang berbakat tertolak oleh laki - laki tampan yang lumpuh.
Deg
Satu suara memanggil namanya.
"Dokter Luisa."
"Dokter Katherine, lama tidak berjumpa."
Luisa mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri ke arah Katherine.
__ADS_1
"Ya dokter Luisa, kepergian ku ke luar negeri menjadikan aku harus meninggalkan rumah sakit di kala itu."
Luisa tersenyum dengan perkataan Katherine.
"Ya dokter Katherine, saat itu banyak pasien yang menanyakan kepergian dokter Katherine."
"Ya aku tau dokter Luisa, aku kagum atas setiap acara talk show dokter untuk memberikan motivasi kepada semua orang."
"Terima kasih dokter Katherine, anda juga seorang wanita berpendidikan yang sangat cantik."
Katherine langsung tersenyum dengan perkataan Luisa.
"Dokter Luisa, aku permisi terlebih dahulu."
"Ah silahkan dokter Katherine."
Luisa langsung memberikan jalan untuk Katherine melanjutkan langkah kakinya.
"Nampaknya dokter Katherine sedang tidak dalam kondisi baik - baik saja
Hal tersebut yang Luisa katakan dengan perlahan sambil memandang kepergian Katherine, Katherine dan Luisa pernah bekerja di dalam rumah sakit yang sama, dulu ke dua dokter ini sempat akrab, namun kepergian Katherine yang tiba - tiba pada akhirnya membuat ke dua dokter tersebut tidak berkomunikasi lagi.
Setelah mengatakan hal tersebut Luisa segera kembali berjalan ke parkiran mobil, perjumpaan nya dengan banyak wartawan sungguh sangat membuatnya lelah, apalagi banyak wartawan yang sangat ingin tau mengapa hubungannya dengan Bramasta Brawijaya kandas dengan tiba - tiba.
"Baiklah bi, aku mengerti, hari juga aku akan ke Sukabumi untuk melihat keadaan Jovan.
__ADS_1
Di dalam mobil Luisa mendapatkan telepon dari salah satu asisten rumah tangganya di rumah Sukabumi.
Kondisi Jovan membuat Luisa mau tidak mau hari ini harus mengarahkan mobil tersebut ke arah Sukabumi.