
Baik mbak Luisa."
Setelah mengatakan hal tersebut Luisa segera membawa Jovan masuk kedalam rumah, rumah mewah yang Luisa beli dengan hasil keringatnya sendiri.
Luisa segera membaringkan Jovan di atas tempat tidurnya.
"Lelah sekali Tuhan malam hari ini.".
Luisa mengatakan hal tersebut sambil merentangkan tubuhnya, dan tiba - tiba saja ponselnya berbunyi.
Luisa langsung berjalan menuju ke tas yang sejak tadi dia letakan di meja kecil, Luisa mengambil ponsel dari dalam tas tersebut dan mulai membaca beberapa pesan yang sudah masuk.
Beberapa kali Luisa mengernyitkan dahi ketika membaca pesan - pesan yang sudah masuk tersebut.
Dan di akhir Luisa mencoba untuk membalas pesan tersebut satu per satu, setelah itu meletakkan kembali ponsel dan tasnya di atas meja.
"Lebih baik aku mandi menggunakan aroma terapi, mungkin bisa membuat tubuh ku lebih segar."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa berdiri dari tempat duduknya dan langsung membuka pakaiannya satu per satu, meskipun bukan seorang gadis lagi, namun tak dapat di pungkiri bentuk tubuh Luisa masih sangat menggoda para lelaki yang selalu mengidolakan dirinya.
Luisa masuk ke dalam bathtub dan sesekali menenggelamkan tubuhnya untuk merasakan kesegaran dari aromaterapi yang telah dia masukan ke dalam bathtub.
__ADS_1
Sementara itu di lain tempat, nampak Ronald tersenyum menerima balasan chat dari Luisa.
"Sudah aku duga bahwa kau akan bersedia untuk makan malam dengan ku Luisa, seharusnya aku mengajak mu makan malam hari ini, namun setelah aku mengetahui kesibukan rutinitas mu, aku mengurungkan niat ku untuk hari ini dan mengantinya dengan besok malam."
Ronald mengatakan hal tersebut sambil menatap jendela ruang kerjanya.
Kantor Ronald yang berada di lantai tiga puluh saat malam hari bisa dengan sangat jelas melihat keindahan kota Jakarta.
"Mas Ronald, ayo kita pulang, hari sudah semakin larut mas."
Rico yang tiba - tiba kembali masuk ke dalam ruangan mengatakan hal tersebut kepada Ronald.
"Baik mas Ronald."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Rico mendorong kursi roda Ronald untuk keluar dari ruang kerjanya yang mewah dan kembali ke rumah.
Malam ini Luisa langsung terlelap di alam mimpi begitupun dengan Ronald.
Janji makan malam dengan Luisa mampu membuat Ronald sejenak dapat melupakan tujuan utamanya untuk apa dia ingin mengetahui masa lalu Luisa.
"Selamat pagi dokter Luisa."
__ADS_1
Pagi ini Luisa yang sudah sampai di rumah sakit segera mendapatkan sapaan dari beberapa rekan sejawatnya.
Dengan langkah kaki yang tenang Luisa segera menuju ke ruang prakteknya.
"Selamat pagi dokter Luisa."
"Pagi suster Caty, jadi berapa jumlah pasien ku pagi ini?"
Luisa mengatakan hal tersebut sambil duduk dan meminum segelas air mineral.
"Untuk pasien pagi ini hanya lima orang dokter Luisa."
"Ah baiklah, suster bisa langsung mempersilahkan mereka masuk satu per satu."
"Baik dokter Luisa."
Dan setelah mengatakan hal tersebut sang suster segera memanggil satu per satu untuk berkonsultasi kesehatan mental kepada Luisa.
Pagi ini Luisa disibukan oleh curahan hati para pasien dengan permasalahannya yang berbeda -beda.
Dan dengan sabar Luisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk mereka.
__ADS_1