
Sungguh pagi ini Bramasta mendapatkan satu kejutan luar biasa dari wanita yang dia cintai.
Rasa sayang, rasa cinta yang sangat besar seketika itu juga berubah menjadi rasa benci yang teramat dalam.
Menjelang siang Luisa pada akhirnya membuka matanya dan betapa Luisa sangat terkejut ketika membuka mata dirinya di dalam keadaan telanjang dan hanya berbalutkan selimut putih saja.
Dengan cepat Luisa menutup tubuhnya rapat - rapat dan matanya langsung mencari sekeliling.
Harinya begitu hancur saat dirinya mendapatkan satu sosok laki - laki telah duduk di samping meja kecil di dalam apartemen itu.
"Mas Bram!"
Dengan suara tinggi Luisa mengatakan hal tersebut kepada Bramasta.
"Mas apa yang telah mas lakukan terhadap ku!"
Sungguh Luisa tidak menyangka ketika tunangannya melakukan cara ini terhadap nya.
"Mas Bram, jawab mas!"
Dengan air mata yang mulai mengalir Luisa mengatakan kembali hal tersebut kepada Bramasta.
__ADS_1
"Baiklah aku akan mengatakan hal yang sesungguhnya kenapa ini bisa sampai terjadi."
Bramasta mengatakan hal tersebut sambil menatap tajam ke arah Luisa.
"Apakah kau sadar bahwa selama ini kau telah membohongi ku?"
Deg
Luisa hanya bisa menundukkan wajahnya ketika Bram mulai mengatakan hal tersebut.
"Kau sungguh wanita munafik yang aku kenal sepanjang hidup ku!"
"Di dalam talks show kau bisa berbicara tentang keperawanan yang sangat penting bagi mu!"
"Kau sadar bahwa kau adalah wanita munafik yang selama ini berada di sebelah ku!"
"Ya wanita yang selalu mengaku di hadapan semua orang bahwa keperawanan itu sangatlah penting, namun wanita yang sama ini lah dengan segala motivasinya, dengan setiap kata - kata emasnya, dan arrrh aku tidak tau lagi apa yang harus aku katakan kepada mu Luisa."
Bramasta mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya.
"Mas maafkan Luisa mas."
__ADS_1
Luisa yang tadinya marah kini berakhir dengan permintaan maaf di sela tangisan nya.
Maaf? Luisa, Luisa segampang itu kah kau mengucapkan kata maaf? kau tau aku harus melakukan cara curang ini kepada mu, agar aku tidak diliputi rasa penasaran."
"Kau tau, aku yang sudah bersiap untuk menghadapi kemarahan mu karena aku telah melakukan hal ini."
"Kau tau, aku yang sudah akan betul - betul bertanggung jawab jika sampai ada apa - apa dengan yang akan aku lakukan, hanya karena apa aku mengira kau masih perawan!X
Bramasta mengatakan hal tersebut sambil berteriak-teriak ke arah Luisa.
"Aku yang hendak mengutuki diriku sendiri karena telah menodai mu, aku....arrrh aku bodoh, aku bodoh sekali bisa tertipu dengan satu wanita ular seperti mu!x
Sungguh kali ini kata - katw Bramasta sangat menyakiti hal Luisa.
"Mas, aku minta maaf jika aku telah berbohong kepada mu, namun aku melakukan hal ini karena satu alasan mas!"
Bramasta yang mendengarkan penjelasan dari Luisa segera kembali mendekatkan dirinya.
"Alasan apa yang akan kau katakan jika kau adalah seorang tunangan yang menipu prianya dengan tipuan murahan."
Sungguh saat ini Bramasta mengatakan semua hal tersebut dengan sangat emosional.
__ADS_1
"Alasan kuat apa Luisa yang bisa kau katakan kepada mu ? ayo katakan aku memberikan mu kesempatan untuk melakukan pembelaan diri."
Luisa hanya terdiam dengan semua perkataan dari Bramasta.