DOKTER LUISA

DOKTER LUISA
APA KEUNTUNGAN UNTUK KU


__ADS_3

Sudah mbak, semuanya sudah ada di dalam koper."


"Baiklah bi."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa melajukan mobilnya ke arah jalan raya.


Sepanjang perjalanan Luisa sesekali melihat Jovan yang bercerita banyak hal sampai pada akhirnya tertidur.


Perjalanan malam memang lebih tenang, namun saat ini Luisa harus memberikan ekstra kesadaran bagi ke dua matanya agar tetap fokus terhadap rute jalan tol yang harus di lalui nya.


Sejenak Luisa melupakan Bramasta, pikiran nya saat ini adalah apa yang harus dia lakukan begitu Jovan dan bibi sampai di Jakarta nanti.


Sementara itu malam ini di salah satu rumah megah di kawasan perumahan elite di Jakarta, nampak satu orang laki - laki sedang membolak - balik berkas yang telah di serahkan oleh Rico.


"Jadi anak kecil itu bernama Jovan, dan dia adalah putra kandung dari dokter Luisa?"


Ronald mengatakan hal tersebut sambil menatap tajam ke arah Rico.


"Ya mas itulah yang saya peroleh dari data - data yang telah terkumpul."


"Dan tidak ada satupun media yang mengetahui tentang hal ini mas."

__ADS_1


Seketika Ronald langsung memandang tajam ke arah Rico ketika Rico mengatakan hal tersebut.


"Apa maksud mu dengan tidak ada yang mengetahui hal ini Rico?"


"Ya mas, putra dokter Luisa seperti tersembunyi dari dunia luar, karena tidak ada satupun yang mengetahuinya hingga saat ini."


"Bagaimana dengan manager dokter Luisa? manager Franda?"


Dengan cepat Rico langsung menggelengkan kepalanya saat Ronald menanyakan hal itu.


"Mbak Franda juga tidak mengetahui hal ini mas, yang diketahui mbak Franda adalah sampai saat ini dokter Luisa masih gadis dan belum pernah memiliki anak."


Dengan cepat Rico kembali menggelengkan kepalanya.


"Tidak mas, bahkan menurut rumor yang beredar pak Bramasta sama sekali belum pernah menyentuh dokter Luisa."


Dan Ronald langsung kembali mengernyitkan keningnya.


"Ini aneh, Rico coba kau selidiki latar belakang keluarga dokter Luisa, aku yakin ini ada hubungannya juga dengan latar belakang keluarga dokter Luisa."


"Baik mas Ronald."

__ADS_1


"Kau boleh pergi Rico."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Rico segera undur diri dari hadapan Ronald.


"Jadi kau menyimpan rahasia besar ini seorang diri dokter Luisa, aku tidak bisa membayangkan jika orang - orang mengetahui bahwa kau telah menipu mereka."


Ronald mengatakan hal tersebut sambil menggenggam erat ke dua tangannya.


"Ada banyak hal yang ingin aku ketahui tentang mu Luisa, dan aku akan melakukan segala cara untuk aku bisa membongkarnya, meskipun saat aku sudah mengetahui semua rahasia mu, aku masih belum mengetahui apa untungnya buat ku?"


Ronald kembali mengatakan hal tersebut sambil memijit - mijit pelipisnya.


Malam hari ini di sudut ruangan ada satu laki - laki tampan yang sungguh sangat penasaran dengan Luisa, dan sisi lainnya Luisa saat ini sedang berjuang untuk perlahan demi perlahan mencoba untuk membuka jati dirinya tersebut.


Malam hari ini mobil Luisa pada akhirnya masuk ke dalam satu kompleks perumahan elite dan Luisa segera turun dari dalam mobil sambil menggendong Jovan.


"Bi bawa semua barang masuk ke dalam, biarkan satpam membantu bibi, aku akan membawa Jovan masuk ke dalam kamar."


"Baik mbak Luisa."


Setelah mengatakan hal tersebut Luisa segera membawa Jovan masuk kedalam rumah, rumah mewah yang Luisa beli dengan hasil keringatnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2