
"Mas Bram, mas Bram sekarang ada dimana? mas Luisa butuh mas Bram, mas jangan tinggalkan Luisa."
Dalam keadaan mabuk hal - hal itulah yang terus di ucapkan oleh Luisa.
Malam ini Luisa meratapi setiap kesedihan dan rasa kehilangan nya itu sendirian.
Hanya botol - botol minuman beralkohol lah yang menjadi temannya.
Sementara itu di sisi lain kamar.
"Selamat datang pak Ronald, ini adalah kamar anda, apakah anda butuh teman wanita untuk menemani anda malam hari ini?"
Satu pelayan mengatakan hal tersebut kepada Ronald sambil mendorong kursi roda miliknya.
"Tidak, aku akan mengerjakan sesuatu hal di dalam."
"Baik pak Ronald silahkan."
Dan setelah mengatakan hal tersebut sang pelayan segera meninggalkan Ronald sendiri di dalam kamar.
Tak beberapa lama kemudian Rico sang asisten pribadi menyusul Ronald untuk masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Bagaimana Rico apakah benar berita yang telah aku dapatkan?"
"Ya mas, saat ini dokter Luisa menempati kamar tiga kosong lima, dua kamar dari kamar ini."
Ronald langsung tersenyum dengan apa yang telah dikatakan oleh asisten nya itu.
"Lalu apa yang harus kita lakukan lagi mas Ronald?"
"Tempatkan satu pengawal kita untuk berjaga di depan pintu, begitu dokter Luisa lewat ambil dia."
Rico langsung mengernyitkan dahi ketika mendapatkan perintah dari atasannya tersebut.
"Mas tapi ini bisa dilaporkan karena mungkin masuk ke dalam tindakan penculikan."
"Rico, Rico tampaknya hidup mu masih terlalu polos untuk mengetahui dunia seperti ini."
"Aku sangat yakin jika dokter Luisa akan keluar dari dalam ruangan tersebut dalam keadaan mabuk, apa lagi yang dilakukan oleh orang - orang di tempat eksklusif seperti ini jika tidak ingin menenangkan diri, tanpa orang di sana harus mengetahui apa yang saat ini terjadi dengan kita?"
Rico yang mendapatkan perkataan dari Ronald langsung menganggukkan kepalanya.
"Setelah dokter Luisa sampai di dalam ruangan ini, biar menjadi urusan ku, aku sengaja menyewa ruangan ini agar aku bisa beristirahat sampai pagi."
__ADS_1
"Baiklah mas Ronald."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Rico segera pergi meninggalkan Ronald di dalam ruangan tersebut sendirian..
Dan benar apa yang telah menjadi prediksi dari Ronald, menjelang pagi Luisa pada akhirnya keluar dari ruangan dengan kondisi mabuk berat.
Saat ini Lusia sudah tidak peduli lagi jika banyak orang yang mengetahui keadaannya.
Saat ini sebenarnya Luisa ingin memberitahukan kepada dunia bahwa dirinya tidak pantas untuk menjadi idola banyak orang.
"Hei siapa kalian, lepaskan, aku, lepaskan aku!
"
Luisa mengatakan hal tersebut karena sampai di depan kamar Ronald dua orang laki - laki berbadan kekar menariknya ke dalam kamar.
"Kalian mau apa? kalian mau memperkosa ku lagi? apakah tubuhku menarik hati kalian sehingga kalian mau untuk melakukan hal itu?"
Keadaan Luisa yang sudah mabuk berat terus mengatakan hal tersebut saat ke dua laki - laki berbadan kekar tersebut membawa Luisa masuk ke dalam kamar mewah.
"Taruh dia di sampingku."
__ADS_1
Ronald yang sudah berada di atas tempat tidur mengatakan hal tersebut kepada dua orang pengawalnya sambil menepuk - nepuk samping tempat tidurnya yang masih kosong.
Dengan cepat para pengawal meletakkan Luisa di samping Ronald, kondisi Luisa saat ini sudah tidak sadarkan diri akibat minuman beralkohol yang di teguknya dengan sangat banyak.