DOKTER LUISA

DOKTER LUISA
SIAPA


__ADS_3

Ronald yang sudah berada di atas tempat tidur mengatakan hal tersebut kepada dua orang pengawalnya sambil menepuk - nepuk samping tempat tidurnya yang masih kosong.


Dengan cepat para pengawal meletakkan Luisa di samping Ronald, kondisi Luisa saat ini sudah tidak sadarkan diri akibat minuman beralkohol yang di teguknya dengan sangat banyak.


"Kalian boleh pergi, aku akan menghubungi kalian jika aku membutuhkan nya lagi nanti."


Dan setelah Ronald mengatakan semua hal tersebut para pengawal mulai meninggalkan ruangan eksklusif tersebut.


Kini di dalam kamar hanya tinggal Ronald dan juga Luisa yang sudah tidak sadarkan diri.


Ronald segera meletakkan laptop yang masih berada di dalam pangkuannya tersebut ke atas meja kecil di samping tempat tidur.


Cukup lama Ronald mengamati wajah Luisa dan tatapan ke dua matanya tersebut sangat tajam kepada satu tubuh wanita cantik yang saat ini sudah tidak sadarkan diri.


"Kau itu mirip seperti seseorang yang pernah aku kenal beberapa tahun yang lalu."


Ronald mengatakan hal tersebut sambil membelai pipi Luisa.


"Arrrh, kepala ini rasanya sakit sekali."


Tiba - tiba saja sakit kepala yang sangat hebat kembali menyerang Ronald ketika dia berusaha mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, yang entah mengapa hanya seperti potongan demi potongan yang tidak bisa di ingat sepenuhnya.

__ADS_1


"Sial kenapa sakit ini selalu datang ketika aku mencoba untuk mengingat setiap kejadian demi kejadian di beberapa tahun yang lalu."


"Tuhan sebenarnya apa yang telah terjadi di dalam diriku beberapa tahun yang lalu? kenapa rasanya sakit sekali.


Ronald terus mengatakan hal tersebut sambil memegang kepalanya.


Konsentrasi Ronald akan Luisa seketika hilang ketika sakit kepala tersebut terus menyerangnya.


Dengan cepat Ronald mengambil obat di dalam laci dan langsung meminum obat penghilang rasa sakit tersebut.


"Apa yang terjadi dengan ku Tuhan? lalu kenapa ada wajah wanita ini di dalam potongan ingatan masa lalu ku?"


Ronald mengatakan hal tersebut sambil menyandarkan dirinya di sandaran tempat tidur.


Dan pada akhirnya malam hari ini Ronald memilih untuk memejamkan matanya di samping Luisa.


Ke dua tangan Ronald memeluk tubuh Luisa yang sudah tidak sadarkan diri.


Luisa yang mendapatkan sentuhan hangat tubuh Ronald memperat dirinya ke dalam pelukan Ronald.


Sungguh rencana malam yang akan dilakukan oleh Ronald menjadi gagal akibat hal yang tidak di duga oleh Ronald sebelumnya.

__ADS_1


"Aku ini dimana?"


Pagi hari Luisa yang telah membuka mata merasa asing dengan kamar eklusif yang ada saat ini.


"Aku tidak pernah memesan kamar eklusif dengan kamar se mewah ini."


Begitu Luisa mulai mendapatkan kesadaran nya Luisa langsung bangun dari tempat tidurnya.


"Astaga kenapa dengan baju ku?"


Luisa begitu kaget karena melihat baju yang dia kenakan semalam sudah berserakan di atas lantai.


Dan Luisa langsung melihat ke dirinya dan seketika langsung menggelengkan kepalanya..


"Tidak, ini tidak benar, aku tidak mungkin melakukan hal ini lagi."


Luisa langsung membuat selimutnya, Luisa berdiri dari tempat tidurnya dan langsung menghadap satu kaca besar yang saat ini sudah ada di hadapannya.


"Siapa orang yang telah membawa ku kemari? dia menganti semua pakaian ku, tapi dia tidak meniduri aku?"


Hal tersebut yang Luisa katakan di depan cermin..

__ADS_1


"Bau parfum ini, bukan bau parfum milik ku."


Luisa kembali mengatakan hal tersebut dengan mencium aroma parfum yang saat ini menempel di baju yang dia kenakan.


__ADS_2