
Sementara itu di salah satu ruangan.
"Bagaimana Rico?"
"Dokter Luisa sudah masuk ke dalam ruangan mas."
"Baiklah kita tunggu beberapa saat lagi."
Ronald mengatakan hal tersebut kepada Rico dan pada akhirnya dengan sabar Ronald menunggu Luisa di dalam ruangan yang lainnya.
Sementara itu di ruangan, Luisa sudah mulai meracau, minuman dengan kadar alkohol paling tinggi yang telah di pesan oleh Luisa membuatnya mabuk dengan cepat.
"Aku ingin tetap seperti ini, selamanya seperti ini saja."
Dengan meracau Luisa mengatakan hal tersebut sambil tertidur di atas sofa.
Beberapa menit kemudian pintu ruangan terbuka dan Ronald yang berada di dalam kursi roda masuk ke dalam ruangan eksklusif yang di sewa oleh Luisa.
"Pak Ronald? untuk apa anda ada di dalam sini?"
Dengan pandangan kabur Luisa segera mengatakan hal tersebut ketika melihat Ronald kini sudah duduk di sampingnya.
"Ah mana mungkin pak Ronald kemari, mungkin sekarang aku sedang bermimpi, ya Luisa seorang dokter Psikiater yang menjadi idola banyak orang ternyata seorang pemimpi kelas akut hahaha."
__ADS_1
Dengan serangan tidak sadarkan diri Luisa terus tertawa sambil terus menuangkan minuman beralkohol tersebut ke dalam gelas.
"Cukup, kau sudah cukup mabuk Luisa."
Tiba - tiba saja ada satu tangan yang mencegah Luisa untuk meneguk minuman beralkohol tersebut.
"Lepaskan tangan mu! kau tidak berhak untuk melarang ku melakukan hal ini!"
Luisa mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk melepaskan genggaman tangannya.
"Ya dan aku akan membuang minuman ini sekarang juga!"
Dan Ronald langsung melemparkan gelas yang berisi minuman beralkohol tersebut sehingga gelas tersebut langsung pecah.
"Kenapa kau jahat kepada ku? kenapa semua orang jahat kepada ku!"
Luisa mengatakan hal tersebut dengan berteriak dan menangis di hadapan Ronald.
"Kau tau, aku telah kehilangan sahabat baik, hanya karena aku tidak bisa menceritakan satu rahasia besar ku kepadanya."
"Kau tau, aku ini hanya seseorang wanita biasa, ibu satu orang anak laki - laki penderita epilepsi, aku sudah lelah dengan semua hal ini, aku sudah lelah dengan semua sandiwara ku sendiri!"
Dengan keadaan mabuk Luisa mengatakan semua hal tersebut kepada Ronald, yang sejak tadi masih duduk dengan tenang di sampingnya.
__ADS_1
"Apa yang membuat mu melakukan ini semua Luisa."
Dengan tenang Ronald mengatakan hal tersebut sambil menuangkan kembali minuman beralkohol tersebut ke dalam gelas yang baru.
"Berikan kau minuman itu baru aku akan menceritakan semua hal ini kepada mu!"
Luisa mengatakan hal tersebut dengan penuh harap Ronald dapat memberikan minuman tersebut kepadanya.
"Ceritakan semuanya terlebih dahulu baru aku akan membiarkan mu minum kembali, kau bisa pegang janjiku kepada mu Luisa."
Luisa yang pandangannya mulai kabur hanya bisa terdiam dan sedetik kemudian langsung menenggelamkan wajahnya di dada Ronald.
"Aku benci laki - laki!"
Luisa mengatakan hal tersebut sambil memukul - mukul dengan pelan dada bidang Ronald.
"Kenapa kau membenci laki - laki?"
"Karena peristiwa malam itu, pada akhirnya aku hamil, karena peristiwa malam itu pada akhirnya aku diusir oleh keluarga ku sendiri, laki - laki itu memperkosa aku di dalam hotel dan setelah itu dia pergi meninggalkan ku begitu saja."
Deg
Wajah Ronald langsung memerah saat Luisa mengatakan hal tersebut dengan keadaan mabuk.
__ADS_1