
Hal tersebut yang Luisa katakan di depan cermin..
"Bau parfum ini, bukan bau parfum milik ku."
Luisa kembali mengatakan hal tersebut dengan mencium aroma parfum yang saat ini menempel di baju yang dia kenakan.
"Arrrh bodohnya aku, Luisa kau bodoh sekali!"
Luisa mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya yang panjang.
Dengan cepat Luisa berjalan ke arah kamar mandi dan menguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin.
"Siapa sebenarnya kau? kenapa kau tidak menyentuh tubuh ku? kenapa kau tidak memanfaatkan keadaan?"
Setelah selesai menguyur tubuhnya dengan air dingin, Luisa membawa dirinya di depan cermin besar, Luisa melihat sekujur tubuhnya di depan kaca.
Tubuhnya yang putih mulus sama sekali tidak terdapat tanda cinta dan laki - laki misterius yang semalam berada di sampingnya.
"Ah sudahlah, aku tidak perlu memikirkan hal yang tidak penting ini lagi."
__ADS_1
Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa segera keluar dari dalam kamar mandi, dan memakai kembali pakaiannya yang semalam dia gunakan..
Dengan cepat Luisa keluar dari tempat eksklusif tersebut menuju ke dalam parkiran mobil.
"Hari ini aku ada talk show pagi, semoga jalanan bisa bersahabat dengan ku, baiklah Luisa lupakan hal - hal bodoh yang telah kau lakukan semalam, saat ini waktunya untuk bekerja, ya bekerja untuk kelangsungan hidup mu, bekerja untuk Jovan putra mu, baiklah Luisa ayo lupakan, ayo lupakan!"
Di dalam mobil berkali - kali Luisa mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri, Luisa berusaha menutup satu kejadian aneh tadi malam yang sampai saat ini belum terpecahkan.
Dengan pelan Luisa melajukan mobil pribadinya untuk menuju ke televisi swasta tempatnya mencari uang.
"Tak percuma semalam aku menghubungi supir untuk minta di antar satu mobil ke tempat ini, aku tidak bisa membayangkan jika pagi - pagi ini aku betul - betul akan pulang dengan taxi online dalam keadaan seperti ini."
Luisa mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri, satu keputusan yang dia lakukan tadi malam, rupanya bisa sangat menolongnya pagi ini.
Dan sungguh di luar dugaan Luisa, begitu Luisa keluar dari dalam mobil banyak sekali wartawan yang mencoba untuk melakukan wawancara dengan dirinya.
"Dokter Luisa, apa benar bahwa hubungan anda dengan Ceo Bramasta sudah berakhir?"
Salah satu wartawan menanyakan hal tersebut kepada Luisa yang wajahnya saat ini di serbu oleh banyak sorot camera.
__ADS_1
Seketika itu juga Luisa hanya bisa terdiam dan memandang puluhan wartawan yang menunggu jawaban itu keluar dari dalam mulutnya.
"Apakah dokter Luisa tidak mengetahui bahwa semalam Ceo Bramasta telah tertangkap camera sedang berkencan dengan model cantik bernama Ayundira?"
Deg
Sungguh hati Luisa begitu perih saat satu wartawan memberitahukan hal ini kepadanya.
"Apakah dokter Luisa juga tidak mengetahui jika CEO Bramasta di depan banyak awak media telah memperkenalkan kekasih barunya?"
Deg
Untuk kesekian kalinya hati Luisa begitu hancur ketika mendengarkan perkataan dari salah satu wartawan.
"Jadi bagaimana dokter Luisa? apakah betul jika pertunangan dokter Luisa dan Ceo Bramasta telah selesai?"
Deg
Untuk yang ke dua kalinya salah satu wartawan kembali menanyakan hal tersebut kepadanya
__ADS_1
Sungguh saat ini lidah Luisa begitu kelu untuk menjawab pertanyaan para wartawan tersebut.
Hatinya tak kuasa menerima.