DOKTER LUISA

DOKTER LUISA
IKUTI MEREKA


__ADS_3

Dan Luisa kembali menatap tajam putra kecilnya tersebut ketika dengan berani mengemukakan isi hati terhadap Luisa.


"Ya mama mengerti, tapi ini adalah salah satu syarat yang mama ajukan ketika nanti mama harus membawa Jovan ke Jakarta."


Jovan hanya bisa membalas perkataan Lusia dengan pandangan yang tajam.


"Jadi itu yang harus Jovan lakukan agar Jovan bisa ikut mama ke Jakarta?"


Dengan cepat Luisa langsung menganggukkan kepala ketika Luisa membalas pertanyaan demi pertanyaan sang buah hatinya tersebut


"Ya, ma Jovan mau minum obatnya."


Dan Luisa langsung tersenyum mendengarkan keputusan dari Jovan.


"Terima kasih nak, mama bangga kepada mu, kamu anak mama yang paling pintar."


Luisa mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Jovan berkali - kali.


"Sekarang ayo mandi dengan bibi ya, biar mama bersiap - siap juga."


"Ya ma."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa bangkit dari tempat tidurnya sambil menggendong Jovan kecil.


Sementara itu tak jauh dari rumah tua Luisa, pagi ini Ronald dan Rico kembali mengamati rumah tersebut dari dalam mobil.

__ADS_1


"Mas Ronald, apakah ini tidak terlalu pagi di dalam melakukan pengintaian terhadap satu rumah orang?"


Dengan cepat Ronald langsung menggelengkan kepalanya begitu mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rico.


"Tidak Rico, semakin pagi akan semakin baik."


Dan setelah mengatakan hal tersebut tiba - tiba saja Ronald melihat Luisa keluar dari dalam rumah.


Luisa menggunakan daster warna merah, dengan menguncir rambut hitam panjangnya tersebut seperti kuncir kuda


Sungguh ke dua mata Ronald tidak hentinya memandang wanita yang kini asyik sedang berkutat dengan satu tanaman hiasnya.


Bagi Ronald, tampilan Luisa yang sangat natural tersebut meninggalkan kesan seksi di matanya.


"Ya aku tau Rico."


"Tapi mas, kira - kira apa yang di lakukan dokter Luisa di desa terpencil seperti ini?"


"Kita akan mengetahuinya nanti Rico."


Ronald yang mengatakan hal tersebut sambil acuh tak acuh terhadap Rico.


Saat ini ke dua mata Ronald sibuk memandang keseksian Luisa dengan daster merah dan kuncir kuda rambutnya itu.


Rico pada akhirnya mengerti bahwa sang atasannya ini sedang sibuk untuk mengamati pemandangan indah yang sama sekali tidak ingin di lewatkan oleh Ronald.

__ADS_1


"Mas siapa anak kecil itu?"


Deg


Seketika itu juga Ronald langsung mengernyitkan kening ketika Ronald melihat satu anak kecil berlari ke Luisa dan langsung memeluk Luisa dengan erat.


"Entahlah, Rico apakah dokter Luisa memiliki keponakan atau saudara?"


Rico langsung memeriksa berkas - berkas yang telah dia dapatkan tentang kehidupan Luisa.


"Dari data yang saya miliki, dokter Luisa adalah anak tunggal dari pasangan bapak dan ibu Brata, dokter Luisa sampai sekali tidak memiliki saudara lagi mas Ronald."


Ronald hanya terdiam mendengarkan laporan yang telah di sampaikan oleh Rico, ke dua matanya masih tertuju dengan sangat tajam kepada Luisa dan satu anak kecil yang kini berada di dalam gendongan Luisa.


"Menarik, ayo kita harus terus amati siapa sebenarnya anak kecil itu."


"Baik mas Ronald."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Ronald kembali melihat Luisa masuk ke dalam rumah dengan menggendong anak kecil yang sejak tadi membuat Ronald menjadi penasaran.


Tak beberapa lama Ronald melihat Luisa yang sudah rapi keluar dari dalam rumah bersama dengan anak kecil yang sama dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Mas nampaknya dokter Luisa akan keluar."


"Ikuti mereka Rico."

__ADS_1


__ADS_2