
"Kau tau kau adalah pembohong yang sangat pintar, kau berbohong kepada semua orang, kau berbohong kepada semua orang yang dengan setia menonton setiap siaran langsung, dan yang lebih parah kau berbohong kepada teman dekat mu sendiri!"
Dengan lantang Franda mengatakan hal tersebut kepada Luisa.
"Maafkan aku Franda, sungguh maafkan aku."
"Dan kau tega Luisa, kau tidak mengakui putra kandung mu sendiri."
Kemarahan Franda seakan - akan meledak di pembicaraan kali ini.
"Persetan dengan orang yang melaporkan hal ini kepada awak media, namun saat semua kebenaran sudah terbongkar, sungguh kau sangat berdosa ketika kau tidak mengakui anak kandung mu sendiri di hadapan awak media."
"Kau juga harus tau, bahwa semua ucapan mu sudah di siarkan secara langsung di semua televisi swasta, kau meninggalkan jejak digital yang sangat buruk untuk anak mu sendiri, ucapan mu suatu saat nanti akan di dengar oleh anak kandungmu sendiri, Luisa dimana hati mu saat kau mengatakan kepada semua awak media bahwa Jovan kecil bukan putra kandung mu, sungguh aku tidak mengerti akan pikiran mu Lusia."
Luisa hanya terdiam sambil menangis mendengarkan semua kemarahan Franda.
"Franda kau tidak mengerti!"
__ADS_1
"Apa yang membuat aku tidak mengerti Luisa?"
"Kau tidak mengerti bagaimana rasanya menjadi aku."
Luisa mengatakan hal tersebut dengan tangisan yang meledak..
"Apakah kau tau rasanya menjadi orang tua tunggal dari Jovan lahir? apakah kau tau rasanya di usir oleh keluarga besar mu sendiri hanya karena mereka tidak percaya bahwa aku bukan hamil karena kecelakaan-kecelakaan, apakah kau juga pernah merasakan banting tulang untuk semua kebutuhan Jovan, kau tau Jovan anak ku sejak lahir penderita epilepsi, aku yang menjadi orang tua sendirian harus menerima kenyataan pahit ini dan berusaha tegar menghadapinya.
"Kau tau rasanya ketika harus menyembunyikan Jovan dari semua awak media dari dia lahir sampai saat ini? kau tau bahwa aku adalah publik figure dimana kehidupan ku akan menjadi konsumsi media."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa tidak dapat berkata - kata lagi, karena suara tangisnya lebih hebat daripada kata - katanya sendiri.
"Aku ingin menanyakan sesuatu hal kepada mu Luisa."
Franda mengatakan hal tersebut dengan menatap tajam ke arah Luisa.
"Katakan saja Franda."
__ADS_1
"Tadi kau mengatakan bahwa Jovan bukan hasil dari kecelakaan, lalu sebenarnya apa yang terjadi? aku yakin masih ada satu misteri lagi yang masih kau simpan dengan sangat rapat."
Deg
Luisa langsung menatap tajam ke arah Franda ketika Franda mencoba untuk menanyakan rahasia besar yang selama ini masih di simpan dengan rapat oleh Luisa.
"Maafkan aku Franda, aku belum bisa mengatakan hal ini kepada mu."
Dan dengan cepat Franda langsung menggelengkan kepalanya.
"Luisa, Luisa, sampai kapan kau akan menghadapi semuanya ini sendiri? kau tau meskipun aku adalah teman lama mu, aku adalah manager mu, namun bagi ku kau masih merupakan misteri, ya kehidupan mu itu masih sangat menjadi misteri bagi ku."
"Maafkan aku Franda, sungguh aku belum bisa bercerita hal ini kepada mu."
Dan untuk kesekian kalinya Luisa meminta maaf kepada Franda bahwa dirinya belum bisa membuka satu misteri yang masih tersembunyi.
"Pergilah Luisa."
__ADS_1