DOKTER LUISA

DOKTER LUISA
SUNGGUH RASANYA


__ADS_3

Perkataan Franda langsung mengingatkan Luisa akan Jovan, ya putra kecilnya yang sampai saat ini masih dia sembunyikan dari semua orang, putra kecilnya yang membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk pengobatan dan juga masa depannya.


"Baiklah Franda aku akan tetap menjadi pembaca acara untuk hari ini."


Luisa mengatakan hal tersebut sambil menghapus setiap air matanya yang masih mengalir.


"Bagus Luisa, sekali lagi maafkan aku yang terpaksa harus melakukan hal ini terhadap mu, namun aku yakin kau pasti mengerti."


Franda mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat tubuh Luisa.


"Ya Franda aku mengerti, jika tidak mengerti aku tidak akan mau untuk melakukan hal ini, sekarang lepaskan aku, kita harus segera menuju ke studio."


Luisa meminta Franda melepaskan pelukannya yang super erat tersebut.


"Ayo dokter Luisa."


Franda mengandeng tangan Luisa dan langsung keluar dari ruangannya.


"Kau berhutang banyak kepada ku Luisa."


"Hutang apa lagi Franda?"

__ADS_1


"Kau berhutang penjelasan kemana saja sebenarnya kau semalam? dan ketika kau datang seperti biasa baju dan riasan mu sudah sangat rapi, meskipun kau habis menangis tapi riasan mu tetap terlihat sempurna, apakah ini alasannya kau tidak pernah mau dirias oleh MUA?"


Franda mengatakan hal tersebut sambil berjalan menuju ke studio bersama dengan Luisa.


"Kau itu terlalu ingin tau Franda."


Deg


Tiba - tiba saja ucapan Luisa berhenti karena tatapan matanya beradu dengan tatapan mata Bramasta.


"Ayo Luisa, kita harus segera menuju ke sana."


Sadar akan suasana yang tidak enak, Franda segera menarik lengan Luisa untuk menuju ke arah panggung.


"Mbak Irene bolehkah aku bertanya?"


Luisa yang sudah tidak tahan pada akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada mbak Iren salah satu tim produksi yang sedang memberikan arahan kepadanya.


"Ya dokter Luisa ada yang bisa saya bantu?"


"Apakah di dalam televisi ini peraturan nya sudah berubah? kenapa orang yang tidak berkepentingan di izinkan untuk masuk ke dalam ruangan ini?"

__ADS_1


Seketika itu juga mbak Iren langsung mencoba untuk mencari arah lirikan mata Lusia dan langsung mengerti apa yang telah di maksudkan oleh Luisa.


"Ah model itu yang dokter maksudkan?"


Dengan cepat Luisa langsung menganggukkan kepalanya.


"Tidak ada yang berani untuk melarangnya masuk dokter, karena dia adalah adik dari CEO Ronald."


Deg


Seketika itu juga Luisa tidak bisa berkata - kata lagi selain memandang ke arah Bramasta dan sang model cantik.


"Luisa, sudahlah, ayo Luisa acara talk show akan segera di mulai."


Franda kembali membuyarkan lamunan Luisa ketika pikiran Luisa sudah mulai tenggelam di dalam ingatan dirinya dengan Bramasta..


Dengan cepat Luisa masuk ke dalam ruangan yang Sudah persiapkan.


Sungguh hari ini menjadi hari terberat di dalam karir Lusia ketika dirinya harus berhadapan langsung dengan Bramasta dan di tuntut untuk tetap profesional setelah semua yang telah terjadi.


"Baiklah pemirsa, sampai jumpa Minggu depan dengan bintang tamu spektakuler yang lainnya."

__ADS_1


kata - kata tersebut yang Luisa ucapkan di penghujung acara talk show yang di pandunya.


Selesai acara tersebut Luisa melihat Bramasta langsung berpelukan dengan satu gadis yang sejak tadi berada di samping Bramasta.


__ADS_2