
Halo Rico, selidiki tentang CEO Bramasta dengan kabar terbaru darinya, aku mau ini cepat untuk dilakukan, karena semuanya berhubungan dengan adik ku Ayundira."
Ronald pada akhirnya mengambil ponsel dan segera menghubungi Rico sang asisten pribadinya.
"Ayundira, kita memang terus berselisih paham, namun kau harus tau bahwa aku sayang kepada mu dengan caraku sendiri."
Hal tersebut yang dikatakan oleh Ronald dengan menggenggam ponselnya.
Malam ini Ronald dan juga Rico berjanji bertemu lagi dengan pemimpin tempat hiburan malam yang biasa mereka datangi.
"Selamat malam pak Ronald, pihak kami sudah berhasil mendapatkan rekaman CCTV yang pak Ronald minta."
Di dalam ruangan, Indra langsung menyambut kedatangan Ronald dan juga Rico.
"Terima kasih Indra."
Ronald mengatakan hal tersebut sambil menerima berkas yang berisikan rekaman CCTV yang dimintanya tersebut.
"Pak Ronald akan melihat rekaman tersebut disini atau bagaimana?"
"Aku akan melihatnya di rumah saja Indra."
__ADS_1
Dan setelah mengatakan hal tersebut Ronald segera keluar dari ruangan Indra.
"Mas Ronald, menurut informasi yang di terima, malam ini dokter Luisa ada di ruangan tiga kosong lima, apakah mas Ronald akan menghampiri dokter Luisa."
Ronald yang mendengarkan perkataan Rico sejenak melihat ke atas dimana di lantai dua terdapat beberapa kamar eksklusif dan salah satu kamar tersebut kini di huni oleh Luisa yang sedang frustasi karena sudah kehilangan hampir semuanya.
"Tidak Rico, malam ini aku akan membiarkan dia untuk bisa menikmati kesendiriannya, kau tempatkan saja beberapa pengawal yang memberikan perlindungan kepadanya tanpa perlu dia mengetahuinya."
"Baik mas Ronald."
"Ayo kita pulang."
Ronald mengatakan hal tersebut kepada Rico, dan meminta Rico untuk mendorong kursi rodanya ke luar dari tempat hiburan malam tersebut.
Namun saat ini rekaman CCTV yang ada di dalam genggaman tangannya lebih penting dari kebersamaannya dengan Luisa.
Satu rahasia yang ingin ketahui sejak lama.
Dengan hati yang gundah pada akhirnya Ronald menutup pintu mobil dan membiarkan mobil tersebut melaju ke arah jalan raya.
*Kau tau Luisa, meskipun saat ini aku tidak berada di samping mu, aku memberikan perlindungan ekstra kepada mu.
__ADS_1
Aku sangat ingin menjagamu, namun ada beberapa hal yang harus aku ungkapkan terlebih dahulu*.
Ronald mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil terus memandangi malam dari kaca jendela mobilnya.
Sementara itu di dalam ruangan tiga kosong lima, saat ini Luisa betul - betul sedang mabuk parah.
Dirinya sudah tidak perduli lagi jika ada yang mengetahui dirinya berkunjung ke tempat hiburan malam tersebut.
Luisa membuka topeng yang dia gunakan sebagai penutup wajah ketika berada di tempat hiburan ini.
Dengan tangisan yang luar biasa Luisa menghabiskan banyak minuman beralkohol sendiri.
"Aku benci diriku!"
Luisa mengatakan hal tersebut dalam keadaan mabuk, dan berteriak dengan sangat kencang.
Malam yang pada akhirnya membawa Luisa di dalam tidurnya, tidur di dalam keadaan penuh air mata di dalam kamar mewah yang dia sewa untuk menutupi kehancurannya.
Sementara itu di salah satu kediaman, di dalam kamar nampak satu orang laki - laki tampan sedang serius melihat rekaman CCTV yang malam ini baru saja di dapatkannya.
"Ini tidak mungkin!"
__ADS_1
Ronald mengatakan hal tersebut sambil ******* - ***** kertas yang ada di dalam genggaman tangannya.