DOKTER LUISA

DOKTER LUISA
MELIHAT BRAM


__ADS_3

Pagi ini Luisa disibukan oleh curahan hati para pasien dengan permasalahannya yang berbeda -beda.


Dan dengan sabar Luisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk mereka.


"Sus, ini sudah pasien yang ke lima apakah ada tambahan pasien lagi?"


"Untuk hari ini tidak ada dokter Luisa."


"Baiklah sus, aku akan langsung ke studio, karena hari ini ada acara talk show."


Dan setelah itu Luisa segera beranjak dari tempat duduknya lalu keluar dari ruangan praktek.


"Mas Bram? untuk apa mas Bram ke ruang praktek kulit dan kelamin?"


Begitu Luisa keluar dari dalam ruangan, Luisa melihat Bram masuk ke dalam ruang praktek dokter kulit dan kelamin.


"Apa mungkin..."


Luisa langsung menepis pikiran itu kuat - kuat.


"Tidak, tidak Luisa kenapa pikiran mu sejahat itu, tidak Luisa kau tidak boleh memberikan asumsi yang tidak - tidak."

__ADS_1


Luisa mengatakan hal tersebut dengan menggelengkan kepalanya, Luisa berusaha untuk menyingkirkan pikiran demi pikiran negatif nya tentang Bramasta.


"Lebih baik aku segera ke studio, aku tidak perlu lagi tau tentang kehidupan pribadi mas Bram."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa langsung menuju ke parkiran mobilnya.


"Jadi ini yang pernah di ceritakan oleh mas Bram."


Deg


Langkah kaki Luisa langsung terhenti ketika mendengarkan suara itu.


Luisa memalingkan wajahnya ke belakang dan Luisa mendapatkan satu sosok wanita cantik yang saat ini diketahui sedang dekat dengan mantan tunangannya itu.


Dengan tegas Luisa mengatakan hal itu kepada satu model cantik yang saat ini sedang di gandrungi anak - anak muda.


"Aku tidak perlu berkonsultasi dengan mu dokter Luisa, atau lebih tepatnya seorang dokter yang terkenal dengan motivasi demi motivasinya, namun ternyata dokter tersebut adalah seorang dokter penipu.


"Tau apa anda tentang diriku? lebih baik anda mengurusi mas Bram, hari ini aku melihat mas Bram masuk ke dalam ruang praktek dokter kulit dan kelamin."


"Boleh aku katakan kepada mu? mas Bram itu masih kurang berpengalaman tidur dengan para wanita, mas Bram mu itu mungkin saja saat ini sedang meratapi sesuatu hal yang sedang dia derita, jadi daripada kau mengurus kehidupan orang lain, lebih baik kau urus kekasih mu itu."

__ADS_1


Dan setelah mengatakan hal tersebut Luisa masuk ke dalam mobilnya, dengan kencang Luisa melajukan mobil tersebut.


"Kurang ajar kau Luisa! lihat saja suatu saat kau akan berhadapan dengan ku!"


Sang model terkenal tersebut mengatakan hal itu dengan wajah yang merah menahan marah.


"Astaga kenapa di siang ini harus bertemu dengan setan wanita yang satu itu, padahal sebentar lagi mau live, astaga kendalikan diri ku."


Di dalam mobil Luisa terus mengatakan hal tersebut sambil salah satu tangannya memegang kemudi mobil.


"Luisa, ayo cepat sebentar lagi kita live "


Begitu sampai di studio Luisa langsung masuk ke dalam ruang wardrop.


"Ini pakai langsung yah."


Seperti biasa Franda sang manager pribadi akan selalu heboh ketika harus menyiapkan segala sesuatunya tentang Luisa.


Luisa yang telah rapi langsung naik on air dan seperti biasa acara yang di bawakan oleh Luisa selalu mendapatkan rate terbaik.


"Mas Ronald, mas Ronald tidak mau untuk menjumpai dokte Luisa?"

__ADS_1


Rico yang kini sudah mengerti bahwa ada sesuatu hal antara Ronald dan Luisa, segera mengatakan hal tersebut.


__ADS_2