
Lihat aku."
Franda mengatakan hal tersebut sambil membalikkan badan Luisa yang masih berdiri di depan cermin.
"Ada ada dengan mu Luisa?"
Franda yang menyadari ada yang tidak beres dengan Luisa segera menanyakan hal tersebut kepadanya.
"Tidak ada apa - apa Franda."
Luisa yang tidak ingin ketahuan tentang keadaan hatinya saat ini langsung membalikan badannya kembali ke arah cermin.
"Luisa kau mungkin bisa membohongi orang lain, tapi kau tidak akan pernah bisa membohongi aku, kita berteman sudah sangat lama Luisa."
Franda mengatakan hal tersebut sambil mengguncang bahu Luisa.
"Sungguh aku tidak apa - apa Franda, jangan kau mencemaskan aku sampai seperti ini."
Dengan sekuat tenaga Luisa mencoba untuk menyakinkan Franda yang sejak tadi hanya menatap cermin saja.
"Baiklah Luisa, aku mengerti jika kau belum mau untuk bercerita kepada ku, namun satu hal yang pasti jika kau butuh teman untuk berbagi cerita, aku siap untuk menjadi teman berbagi mu Luisa."
"Meskipun kau adalah dokter Psikiater yang menangani banyak kasus orang lain, tapi kau juga tetap wanita biasa yang bisa memiliki rasa sedih, dan juga bisa menangis."
__ADS_1
"Sebentar lagi kita akan menuju ke studio, on air sebentar lagi mulai Luisa."
"Terima kasih Franda, aku percaya kau adalah sahabat baik ku, ayo, kita menuju ke studio."
Luisa mengatakan hal tersebut dan mengajak Franda untuk menuju ke studio yang sebentar lagi akan mengadakan siaran langsung talk show dengan Luisa sebagai pembawa acaranya.
"Selamat datang pak Ronald."
Satu laki - laki mengatakan hal tersebut ketika di dalam studio mereka melihat satu petinggi di televisi swasta tersebut turun langsung di acara talk show ini.
"Dimana wanita itu Rico?"
Ronald mengatakan hal tersebut di atas kursi roda sambil ke dua matanya sedang berkeliling untuk mencari seseorang.
Dan benar apa yang dikatakan oleh Ronald, tak beberapa lama kemudian Luisa dan Jean masuk ke dalam studio untuk melakukan siaran langsung.
"Jadi dokter itu bekerja di stasiun televisi ku sendiri?"
"Betul mas Ronald."
Ronald mengatakan hal tersebut sambil terus mengamati acara siaran langsung yang saat ini sedang dibawakan oleh Luisa.
"Menarik, jadi apa lagi yang kau ketahui tentang wanita itu Rico?"
__ADS_1
"Untuk sementara hanya ini mas Ronald, sepertinya dokter Luisa tidak aktif di media sosial, karena sejak kemarin aku tidak pernah melihat dokter Luisa bermain media sosial.
"Ya, ya aku mengerti, ayo Rico antarkan aku untuk bertemu dengan wanita itu."
Rico yang heran dengan apa yang saat ini menjadi permintaan atasannya pada akhirnya hanya bisa mengikuti saja apa yang di minta oleh atasan.
"Baik terima kasih untuk hari ini sampai berjumpa lagi Minggu depan."
Hal tersebut yang dikatakan oleh Luisa di depan camera menjelang talk show selesai.
"Selamat dokter Luisa live anda hari ini sangat bagus."
Satu laki - laki mendatangi Luisa dengan di dorong di atas kursi roda.
"Terima kasih, pak.."
Luisa yang belum mengenal laki - laki tampan tersebut mengernyitkan dahi karena tidak tau harus menyebutnya dengan nama siapa.
"Panggilan beliau mas Ronald, beliau adalah CEO di sini dokter Luisa."
Rico yang sejak tadi berdiri di belakang kursi roda Ronald langsung mengatakan hal tersebut.
"Ah terima kasih CEO Ronald, merupakan satu kehormatan ketika anda turun langsung ke dalam program acara ini."
__ADS_1