
Sudah satu bulan Doni menjadi dosen dikampus Diana, hubungan mereka juga semakin dekat semenjak Doni membantu mengantarkan Diana ke toko dan saat itu setiap hari Doni sering mampir ketoko untuk menemui Diana
" pelajaran untuk hari ini sampai disini saja, tolong nanti tugasnya dikumpulin dan Diana tolong kamu bawa tugasnya keruangan saya " ucap Doni
" baik pak " ucap Diana tersenyum
Doni keluar dari kelas dan seketika suasana menjadi ricuh
" ah kenapa minta Si cewek jelek itu terus sih kan ada yang lain sekali kali bisa kali kita kita biar bisa lihat ruangan pak pras " ucap mahasiswi
" ey cewek jelek biar gua aja yang nganterin ini ke ruangan pak pras " ucap Nia sambil merebut tugas ditangan Diana
" ok kalau gitu makasih mau bantuin aku " ucap Diana
" jangan GR lo gua lakuin ini biar ketemu saya ayank babe hehe "
Diana hanya bisa menggelengkan kepalanya memang dia tahu jika dosen dan sekaligus cowok yang sudah mengacaukan perasaannya itu disukai banyak perempuan
" Na.... Kenapa lo senyum senyum " tanya Elena
" ah gak papa kok El, kamu kenapa kok kayak lagi mikirin sesuatu "
" Dosen baru itu " ucap Elena
" kenapa sama pak Doni ups maksud aku pak pras " tanya Diana
" pak Doni? Lo ada hubungan apa sama dosen baru itu ? "
" hubungan antar mahasiswa sama dosen lah mau hubungan apalagi " ucap Diana gugup
" tapi muka Dosen itu kayak pernah lihat deh gua tapi dimana ya? Masak satu bulan gua mikir gak ketemu jawabannya " ucap Elena
" emang kamu pernah ketemu sama pak pras kok El " jawab Diana
" ketemu? Dimana? " tanya Elena penasaran
" dicafe waktu aku ketemu sama johan dan pacarnya itu, pak pras yang waktu itu nolongin aku " ucap Diana
" ahhh dia.... Iya iya baru inget gua ohhh jangan jangan lo deket ya sama dosen itu sampai sampai tugasnya yang ngumpulin lo terus "
" ya gak lah, pak pras kan ganteng ya kali aku ada hubungan sama dia, yang ada dia malu kali El kalau sama aku " ucap Diana merendah
" yakinnn? "
" heem "
" kalau gitu boleh kali ya gua deketin dosen itu " ucap Elena menggoda
" ya terserah kamu El " jawab Diana gugup
" haha gak usah gugup gitu Na, gua cuma bercanda lagian gua kan udah punya pacar ya meskipun dia gak pernah nyentuh gua tapi gua juga gak mau kali selingkuh sama gebetannya sahabat gua sendiri " ucap Elena tersenyum smirk
Diana hanya mengangguk dan dikagetkan oleh suara meja yang dipukul
" heh cewek jelek nih tugasnya lo kumpulin sekarang diruang pak pras " ucap mahasiswa tadi yang membawa tugas
" kan tadi kamu udah bawa keruangan pak pras kenapa dibawa lagi ? " tanya elena
" pak pras gak mau nerima tugasnya gara gara gak lo yang nganterin, cepet deh lo kesana gua gak mau dimakan singa lagi "
__ADS_1
Diana menerima tugas itu dan segera keluar dan menuju keruangan Dosen barunya itu
Tok tok.... ( suara ketukan pintu )
" masuk " ucap Doni
" iniii tugasnya pak " ucap Diana terbata bata
" kenapa tadi bukan kamu yang nganterin tugas ini ? " tanya Doni
" anu pak maaf tadi temen saya pengen bantuin saya tadi saya gak enak badan " ucap Diana sedikit berbohong
" kamu sakit Na " ucap Doni memegang dahi Diana
Diana sedikit terkejut dengan sikap Doni dan berusaha untuk mundur tapi Doni segera menarik tubuhnya untuk mendekat
" kamu jangan sakit sakit nanti aku khawatir... Cup... " ucap doni lalu mencium kening Diana
Diana hanya terpaku dengan perlakuan doni, dia merasa bingung kenapa dosen itu menciumnya
" kenapa pak Doni cium aku? " batin Diana
" maaf Na aku udah gak sanggup nutupin perasaanku lagi sama kamu " ucap Doni
" maksud bapak? " tanya Diana
" saya suka sama kamu " ucap doni to the point
" apa!!!! " ucap Diana kaget
" aku juga tau kalau kamu juga suka kan sama aku Na, jadi mau ya jadi pacar aku " ucap doni
" kamu gak tau perasaanmu sendiri? " tanya johan
Diana mengganggukan kepalanya dan sekian detik berubah menggelengkan kepalanya karena dia bingung dengan perasaannya terlebih doni secara tiba tiba menembaknya
" mau aku bantu buktiin sama kamu? " ucap johan
" bagaimana caranya ? " tanya Diana
" dengan ini cupp.... " johan mencium kening Diana
Hati Diana rasanya tak karuan, jantungnya berdetak lebih cepat yang membuat Diana terpaku
" kamu masih gak tau gimana perasaanmu sama aku? Biar aku coba disini " ucap johan sambil memegang bibir Diana
Diana segera menjauhkan tangan Doni, karena dia belum pernah berciuman bibir jadi dia sangat gugup lagian Diana masih troma dengan cinta pertamanya dia takut jika itu akan terulang kembali
" aku nyaman kalau dekat pak Doni, tapiaku juga takut tersakiti lagi tapi Na sampai kapan kamu akan mengingat masalalu kamu harus lihat kedepan jangan kebelakang terus " batin diana
" Na.... Bagaimana? "
" iya aku mau " ucap Diana
Doni sangat seneng mendengar jawaban Diana dia segera memeluk tubuh Diana
" lepasin pak nanti kalau ada yang masuk gimana " ucap Diana
" gak bakal ada yang berani masuk kesini " ucap doni
__ADS_1
" saya boleh keluar pak, saya masih ada satu kelas lagi "
" boleh tapi dengan satu syarat "
" syarat? Apa? "
" jangan panggil saya bapak lagi karena sekarang kamu pacar aku dan heem " ucap johan terhenti sambil menunjuk bibirnya
" maksutnya apa? "
" heem gini nih kalau punya pacar gak peka " ucap doni
" habisnya aku bingung ngapain kamu megang megang bibir " ucap diana
" cium... Maksud aku kamu cium bibir aku "
Diana kaget dengan syarat yang diajukan doni, meskipun doni sudah resmi menjadi pacarnya tapi untuk ciuman bibir bukankah terlalu cepat, diana juga takut akan membuat doni hilang akan dan berakhir bermain ranjang dia juga belum pernah ciuman
" aku gak mau kalau dibibir " ucap diana
" kenapa? " tanya johan
" dipipi aja gimana " tawar diana
" yaudah deh pipi dulu besok besok baru bibir " ucap doni menggoda diana
Cupp.... Ciuman dipipi doni sudah mendarat dan Diana segera keluar dari ruangan doni sambil tersenyum ceria, dia tidak menyangka jika didunia nyata ada seseorang yang menyukainya walaupun dia tau dengan fisik Diana
" lo kemana aja sih Na, ngumpulin tugas kayak lagi keliling kota lama banget " tanya Elena
" maaf El tadi ada kejadian tidak terduga " jawab Diana
" kejadian apa? "
" tapi kamu harus janji ya jangan bilang siapa siapa? " ucap diana
" heem apaan "
" tadi pak pras nembak aku "
elena memukul meja yang ada didepannya
" apa!!!!! " ucap Elana kaget
semua orang tertuju kepada Elena dan elena segera kembali duduk biar tidak ada yang memperhatikannya
" terus lo terima? " tanya elena
Diana mengangguk dan tersenyum lalu menghadap kedepan lagi sambil mengotak ngatik bukunya. Tangan Elena mengepal dengan kuat entah apa yang direncanakan oleh dirinya
" ceritain dong Na kok sampai dia nembak kamu "
Lalu Diana menoleh kearah Elena dan mulai menceritakan semua kejadian tadi termasuk doni yang meminta ciuman bibir, diana memang menceritakan semuanya pada Elena karena dia percaya dengan sahabatnya itu
" *ciuman bibir " batin Elena
" ahhh ternyata dosen itu cuma pengen merasakan main ranjang sama cewek jelek ini " batin elena
" daripda kamu main ranjang sama dia mending kamu sama aku saja sayang " batin elena sambil tersenyum smirk
__ADS_1
" ya meskipun aku udah gak perawan tapi aku bisa melayani kamu lebih baik* "