Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
aku harus bagaimana


__ADS_3

Diana yang mengetahui kalau dirinya sedang bebadan dua itu pun merasa takut, dia takut dia tidak bisa merawat buah hatinya itu, tapi membunuhnya juga bukan ide yang bagus


" terus elo mau gimana na? Apa perlu gua pergi nemuin pria brengsek itu biar dia tanggung jawab sama elo ? " tanya lili dengan emosi


Diana menoleh kearah lili dan menatap mata lili


" jangan kasih tau kalau gua sedang hamil anak dia li, gua enggak mau menghancurkan kebahagiaannya, dia berhak bahagia li bagaimanapun disini gua yang salah gua orang ketiganya li tolong jangan temuin dia " ucap diana memelas


Lili yang tidak tega dengan keadaan diana itu tidak melanjutkan perdebatan mereka, lili berjalan mendekati diana dan memeluk diana dengan erat lili tau jika diana membutuhkan tempat untuk bersandar untuk saat ini


" antar gua pulang li, gua mau pulang kerumah " ucap diana


" kenapa elo tiba tiba pulang kerumah elo, apa elo udah siap pulang kerumah dan elo siap dibayang bayangi pria brengsek itu " ucap lili


" gua butuh waktu sendiri li buat nyelesaiin masalah ini, " ucap diana


" tapi ini juga salah pria brengsek itu na, ayolah bolehin gua hajar dia, dia udah ngajak pacaran dia juga hamilin elo na tapi setelah ingatannya kembali dia ninggalin elo seperti sampah dan kembali sama pacarnya itu, ini enggak adil na buat elo " ucap lili menahan emosi


" ini salah aku li, kalau aja aku enggak terbawa suasana dan menolak melakukan itu sama dia ini semua enggak akan terjadi li, tapi kembali lagi ini udah terlanjur jadi gua mohon jangan bawa nama dia lagi " ucap diana berdiri dan berjalan keluar ruangan


" tungguin gua, gua anter ke rumah elo "


Diana telah sampai dirumahnya dan berusaha tersenyum dihadapan lili agar sahabatnya itu tidak mengcemaskannya


diana membuka pintu, dlihatnya rumah sang sudah satu minggu lebih ditinggalnya, perasaan gugup diana setiap melihat sudut sudut rumah yang penuh dengan kenangan itu, diana menghela nafas lalu masuk dalam rumah dan menuju kamarnya setelah sampai dikamar tubuh diana ambruk diambang pintu dan diana menangis sejadi jadinya


Hik hik hikssss


" aku harus gimana tuhann, aku takutt aku takut dengan semua ini, aku juga enggak mungkin menghilangkan bayi tidak berdosa ini, tapi aku juga takut kalau andre tau dia akan mencelakakan bayiku jika aku mempertahankannya aku takut tuhan "


Diana menangis sejadi jadinya, dia sangat takut dengan pemikirannya, ya dia tidak takut dihakimi hamil diluar nikah tapi dia lebih takut jika andre mengetahui jika dirinya hamil, mungkin pria itu akan menyuruhnya menggugurkan kandungannya agar tidak mengganggu kebahagiaannya


Setelah lama menangis diana memikirkan sesuatu

__ADS_1


" kenapa aku enggak pergi aja dari sini, ya kita akan memulai hidup baru ditempat lain kamu enggak masalah kan sayang hanya ada kamu sama mama " ucap diana mengelus perutnya yang masih rata


Diana berdiri dan membaringkan tubuhnya dikasur dan mulai tertidur sepertinya dirinya sangat kelelahan


dikamar nathan menatap langit yang tak dihiasi bintang, entah apa yang sedang dipikirkan olehnya,


Ting.... ( pesan masuk )


Nathan mengambil ponselnya lalu membuka pesan


...Sepertinya kecelakaan itu memang sudah direncanakan bos, dan kami sudah menemukan sedikit pencerahan dikasus ini, di cctv yang kami periksa disekitar rumah dan sekitar tempat yang bos lewati kami menemukan seseorang mengikuti anda dari rumah...


Nathan membaca itu, tangannya mengepal siapa seseorang yang berani bermain main dengan dia, apa mungkin ini urusan bisnis, tapi dia tidak mempunyai saingan bisnis


Nathan membalas pesan suruhannya itu


Tolong cepat temukan dalang dibalik kecelakaan saya, saya tidak akan membiarkannya masih tetap hidup


" na,, apa kabar kamu... Maafin aku bencilah pria brengsek ini na dan hiduplah bahagia " ucap nathan


Ya pria itu tengah diselimuti rasa bersalahnya kepada diana karena telah meninggalkan perempuan itu, tapi tidak ada pilihan lain dia juga tidak mau menyakiti perasaan elena yang sudah menemaninya selama 3 tahun ini


Disisi lain dua kejoli itu sedang melakukan hubungan layaknya suami istri, kedua begitu lihai untuk menyenangkan satu sama lain, ya siapa lagi kalau bukan doni dan elena, mereka sangat menikmati waktu waktu seperti ini


" sayang bagaimana pendapatmu kalau kita menikah ? " tanya doni


Elena menatap doni setelah mendengar pertanyaan kekasihnya itu, lalu tersenyum


" aku masih muda sayang, aku juga masih kuliah aku enggak mau terburu buru menikah, lagian kita juga setiap hari seperti pasangan suami istri kan " ucap elena manja


" tapi aku seperti pria brengsek sayang, aku menyentuh kamu tanpa ikatan yang jelas " ucap doni


" gimana kalau kita tunangan aja sayang ? Sama aja kan toh kita juga akan menikah tapi bukan dekat dekat ini " ucap elena

__ADS_1


Doni menimbang nimbang perkataan elena dan tersenyum lalu mengangguk


pagi sekali diana sudah membereskan barang barangnya, ya diana akan segera pergi dari kota ini, dia ingin memulai hidupnya dengan buah hatinya


" kamu senang kan sayang kita akan mulai hidup baru, kita kemasi barang barang setelah itu kita temui tante lili ya " ucap diana mengelus perutnya


Setelah selesai mengemasi barang barang, diana menyeret kopernya keluar sejenak dia memandang rumah peninggalan kedua orang tuanya itu banyak kenangan yang disimpan didalam rumah ini


" maafin aku pa, ma, aku belum bisa jadi anak baik buat papa dan mama, tapi izinkan aku buat pergi pa ma aku mau menata masadepan aku bersama anak aku ya hanya dengan anakku " ucap diana menahan tangis


" selamat tinggal andre, selamat tinggal masalalu "


Diana saat ini berada dikos lili, lili juga terkejut mendengar keputusan diana yang menurutnya begitu mendadak


" na jangan pergi na, elo disini aja, kalau elo mau pergi nanti siapa yang akan bantuin elo na, ayolah na lagian ngapain sih elo harus takut sama cowok brengsek itu elo enggak salah na "


" gua pergi buat memulai hidup baru li, tolong dukung gua, hanya elo sahabat satu satunya yang gua punya, lagian gua mau lupain dia li "


Lili menghela nafas panjang lalu memejamkan matanya, dia seperti sedang memikirkan sesuatu


" ya udah tapi elo harus janji jaga kesehatan elo dan juga keponakan gua " ucap lili


Diana tersenyum lalu mengangguk, dan beberapa detik dia mengambil sesuatu didalam tasnya


" gua minta tolong ya li, beri ini sama tante irma " ucap diana


Lili membaca kertas yang diberikan diana, kertas itu adalah kertas pengunduran diri diana


" kenapa elo enggak kasih sendiri sam tante irma, nanti dia kecewa kalau elo pergi enggak pamit sama dia na, elo kan tau tante irma sayang banget sama elo " ucap lili


" gua tau li, tapi apa elo pikir kalau gua sendiri yang kasih ketante irma terus bakalan diterima yang ada dia nahan gua pergi li "


" iya juga ya " ucap lili

__ADS_1


__ADS_2