
Jika diana sedang disibukan dengan membersihkan tempat tinggalnya sekarang berbeda dengan nathan, sudah beberapa minggu dia hanya berada dirumah, dia sangat ingin menemui kekasihnya itu entahlah dia begitu ingin menemuinya, tanpa pikir panjang nathan mengambil kunci mobilnya lalu melaju ke kampus elena, dia bahkan hanya melewati mamanya dan adik perempuannya itu karena jika mereka tau nathan akan menemui elena pasti mereka mencegahnya
Setelah sampai dikampus elena, nathan mengedarkan pandangannya kesemua penjuru kampus tapi tidak ada tanda tanda dia menemukan elena, dia bersandar dan menghela nafas
" kamu kemana el, aku kangen " ucap
nathan
Nathan melihat elena berjalan ke arah parkiran, dia ingin membuka pintu mobil tapi diurungkan karena melihat elena menghampiri seorang pria dan mata nathan melotot melihat kejadian itu, elena memeluk pria itu lalu mengecup bibir, setelah kembali sadar nathan segera mengikuti mobil pria itu dan ya mereka sampai di aparteman milik elena yang dibelikan oleh nathan,
" enggak itu pasti saudara kamu kan el, kamu masih sayang sama aku kan el " kata nathan
Nathan ingin mengikuti mereka tapi ada telepon masuk dan ya dari detektif yang disewa oleh nathan, nathan berharap mereka segera menemukan bukti bukti kecelakaannya
" halo " ucap detektif
" iya ada apa ? " ucap nathan
" kami sudah tau siapa dalang dari kecelakaan anda bos "
Nathan bernafas lega mendengar ucapan detektif itu
" syukurlah siapa orangnya ? " tanya nathan
" apa enggak sebaiknya kita bertemu bos? Agar sama sama enak untuk menjelaskan semuanya "
" saya enggak ada waktu, enggak papa bilang aja lewat telepon " ucap nathan
Jantung nathan seketika berhenti berdetak saat mendengar siapa dalang kecelakaan itu
" siapa, elena enggak enggak mungkin pasti kalian salah kan ? " bentak nathan
Bagaimana dia tidak syok jika yang ingin mencelakainya adalah kekasihnya sendiri, kekasih yang lebih dipilih oleh nathan dari pada diana orang yang sudah menyelamatkan hidupnya
" benar pak, kami sudah menemukan orang yang membuat rem mobil anda blong dan orang itu mengatakan jika kekasih anda yang menyuruhnya, saat itu juga saya tidak percaya lalu saya mulai menyelidiki kekasih bapak dan saya mempunyai bukti waktu kekasih bapak ngomong kalau dirinya lah yang mencelakai bapak saat dia datang ke pengacara bapak untuk mengambil warisan atas nama dirinya pak " ucap detektif panjang lebar itu
Nathan belum beraksi dirinya hanya diam mendengarkan ucapannya itu
__ADS_1
" saya sudah mengirim semua bukti ke email bapak silahkan dicek dan saya mohon maaf kalau saya tidak langsung memberitahu bapak soal kecurigaan saya karena saya tau pasti bapak tidak akan percaya sebelum ada buktinya makanya saya menunggu kalau sudah ada bukti "
" terima kasih, nanti saya tranfer bayaran kalian " ucap nathan lalu menutup telepon
Jemari nathan gemetar saat mendengar ucapan elena yang sudah mendapatkan warisan dari nathan disana terdengar jelas bahwa dirinya mengaku mencelaki nathan demi selingkuhannya dan alasannya karena nathan tidak mau menyentuhnya dan itu membuat ego nathan tambah terluka
Nathan mengepalkan tangannya, mata yang tadi mengisaratkan akan kerinduan berumah menjadi tajam, dia segera keluar dan menuju ke apartemannya
Setelah sampai dia mengeluarkan kartu lalu membuka pintu tersebut, matanya melihat kelantai bagaimana baju sepatu tas semua berserakan dan membuat rahang nathan mengeras
" bajingan " ucap nathan
Doni dan elena yang sedang melakukan sesuatu itu kaget mendengar suara pria terutama elena
" saaaayang kamu masih hidup " ucap elena terbata bata
Nathan berjalan mendekati doni lalu bruk....
Nathan memukul doni tanpa ampun dan doni yang tak terima lalu membalas dengan pukulan
dan bertengkaran dimenangkan oleh nathan, dia menghajar doni dengan membabi buta, lalu nathan melirik elena lalu tersenyum simrk dan menurut elena itu menyeramkan
" kenapa elo kaget gua masih hidup iyaa " ucap nathan
Degg....
" bukan begitu sayang aku seneng banget kalau kamu masih hidup kamu kok ngomong gitu sih " ucap elena
Cuihhh
" karena kalau gua hidup elo enggak bisa bersama selingkuhan elo ini dan elo enggak bisa dapet harta gua iya kan ? "
Elena ingin mendekati nathan tapi pria itu segera mundur
" gua enggak nyangka kalau elo bakalan ngelakuin hal yang menjijikan ini el,,, gua enggak mau nyentuh elo karena gua menghargai elo gua melindungi elo tapi apa yang elo lakuin hahhhh " ucap nathan napasnya kembang kempis menahan amarah
" dan elo tega mau bunuh gua otak elo udah eror apa hah " ucap nathan
__ADS_1
Doni yang sudah babak belur itu syok mendengar ucapan nathan itu, bagaimana mungkin elena yang lemah lembut itu berbuat seperti itu
" ini semua salah elo nathan, kalau aja elo mau nyentuh gua, gua enggak akan menahan sakit itu, gua butuh belailan dan gua menemukan semuanya sama dia bukan sama elo, makanya gua berusaha untuk bunuh elo puass sekarang elo haaa "
Nathan diam, bagaimana bisa perempuan itu menyalahkannya
" gua akan bawa ini kejalur hukum dan elo akan tau akibatnya karena udah berani main main sama gua elena " ucap nathan
Elena sempat takut akan ancaman nathan tapi apa boleh buat sekarang dia mempunyai banyak uang jadi dia pasti akan ssgera bebas
" dan elo, selamat atas semuanya bro gua udah buang sampah ini buat elo " ucap nathan lalu pergi meninggalkan mereka berdua
Doni menatap tajam elena, dia tidak menyangka jika wajah polos elena ternyata berhati busuk
" kenapa kamu lakuin itu ? " tanya doni
" kamu kok tanya gitu sih don, ya ini semua karena aku milih untuk hidup sama kamu jadi jalan keluarnya hanya buat dia mati don " ucap elena
" alasan apapun enggak dibenarkan el, kamu keterlaluan " ucap doni lalu memaki bajunya dan keluar dari aparteman
Ditempat lain nathan sedang meninju pohon dijalan dan tiba tiba hujan lebat turun
" aku bodoh percaya sama elo elena ternyata elo itu licik, gua nyesel lebih milih elo dari pada diana el gua bodohh aaahhhhh " teriak nathan
" gua harus gimana, ya gua harus urusan masalah gua sama elena dulu dan baru gua akan nemuin diana semoga aja dia masih mau nerima permintaan maaf gua " ucap nathan
nathan menuju mobilnya untuk pulang, sesampainya dirumah terlihat mama dan adiknya itu begitu gelisah didepan rumah
" ya ampun sayang kamu kenapa, wajah kamu kenapa babak belur begini dan tangan kamu kenapa sayang ? " tanya mama
" iya kak elo kenapa ? " tanya citra
" ada yang mau gua sampain kekalian " ucap nathan
Mama dan citra saling pandang dan menyuruh nathan segera masuk, lalu nathan menceritakan semua yang dia ketahui kepada mama dan adiknya itu, terlihat mereka berdua sangat lah marah
" gua enggak terima dia ngelakuin itu sama elo kak, pokoknya kita harus jebosin dia ke penjara, pantesan aja dia enggak ada kemari saat ada berita elo meninggal ternyata dia toh dalangnya " ucap citra
__ADS_1