Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
Jelek juga punya Perasaan


__ADS_3

" apa pacar lo mutusin lo Na? " tanya Elena setelah mendengarkan cerita Diana


Diana hanya bisa mengangguk dia masih sulit untuk berbicara hatinya begitu hancur ketika kekasihnya memutuskannya


" kurang ajar banget sih dia, cuma gara-gara lo jelek jadi dia seenaknya mutusin dia terus posting-posting foto sama cewek lagi udah gak waras emang "


" jelek? Apa aku sejelek itu sampai-sampai sahabat aku saja setuju kalau aku jelek " batin Diana


Diana menggelengkan kepalanya kenapa dia berpikiran aneh-aneh dengan sahabatnya itu... Mungkin Elena terbawa emosi makanya mengatakan hal itu


" aduh maaf Na bukan maksud aku ngatain kamu jelek.. Tapi aku emosi aja sama cowok brengsek itu "


" iya gak papa kok El,, oh ya el makasih ya udah mau kesini aku jadi gak enak sama kamu" ucap Diana pasalnya Elena segera kerumahnya setelah dia menelpon dengan nada menahan tangis


" iya santai aja gua kan sahabat lo,, tapi maaf Na aku ada urusan gpp kan kalau aku pulang sekarang ? " tanya Elena


" iya gak papa kok El, kamu hati-hati dijalan "


Setelah kepergian Elena, gadis itu mulai diam dan melamun dengan berbagai pikiran, gadis yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta tapi juga harus merasakan pahitnya cinta


" kenapa hati aku gak bisa menerima keputusan kamu johan, aku terlalu sayang sama kamu " tangis Diana mulai muncul lagi


Entah apa yang dipikirkan gadis itu sampai menangisi cowok sampai tak melakukan apa-apa, makan dan mandi pun enggan Diana lakukan dia hanya duduk sambil memegangi lutut yang ditekuknya dan jangan lupa air mata yang masih mengalir


" kamu kelihatan baik-baik saja setelah putus sama aku jo..... " ucap Diana ketika menstalking akun sosmed johan


" bahkan kamu sangat lengket dengan perempuan itu " Diana sangat terpukul melihat foto-foto perempuan itu dengan johan, selama pacaran dengan Diana dia sempat melihat johan perfoto dengan perempuan itu tapi Diana tidak ambil pusing toh kekasihnya itu selalu menghubunginya 24 jam, tapisetelah mengetahui jika johan juga mendekati perempuan itu membuat Diana merasakan sesak


" Dia sangat cantik pantas saja kamu menyukainya Jo.... Tapi kenapa kamu juga menembak aku buat jadi pacar kamu... Sakittt Jo sakitttt " Diana mengusap air matanya dia tidak mau tenggelam dalam kesedihan meskipun hatinya masih saja sakit jika mengingat kisahnya dengan Johan


Suara dering ponsel Diana......


" halo kak ada apa ya kak? " tanya Diana kepada bunga


" kamu baik-baik saja kan Na kok tumben kamu izin kamu sakit? " tanya bunga mencemaskan Diana pasalnya Diana tidak pernah izin sekalipun badai menerjang

__ADS_1


" *aku baik-baik saja kok kak aku cuma kecapean aja butuh istirahat makanya aku izin " ucap Diana


" oh ya udah nanti aku ke rumah kamu ya* "


" jangan kak.... Aku cuma butuh istirahat aja kok besok mungkin aku udah kerja lagi "


" ohh ya udah kalau gitu kakak matiin ya telefonnya toko rame soalnya "


Setelah mengakhiri panggilan Diana menghembuskan nafas beratnya dan berdiri berjalan ke kamar mandi, dia berniat untuk mengihklaskan johan


" semangat Na, kamu pasti bisa inget!!! Hidup kamu bukan tentang johan aja masih ada masa depan yang menunggu kamu "


Diana berbaring diatas kasur dan terlelap meskipun kadang dia mengigau tapi tidurnya lebih baik daripada kemarin malam mungkin hati dan pikirannya sudah mulai menerima kenyataan


" pagi dunia, pagi Na semangat memulai hidup baru " ucap Diana menyemangati diri sendiri


Dia berbegas ke kampus menggunakan sepeda montornya, pandangannya masih terlihat kosong entah apa yang ada dipikirannya, Diana telah sampai ke kampus dan memakirkan montornya dia berjalan menuju kelasnya


" Na!!!!! " ucap Elena


" kamu udah bisa berangkat ke kampus? " tanya Elena


" iya El, aku udah gak papa kok " jawab Diana sambil tersenyum


" aku pikir kamu bakalan gak keluar rumah 7 hari 7 malam cuma gara-gara putus sama pacar kamu " ucap Elena yang dimana membuat semua orang yang disana menoleh ke arah mereka berdua, Diana yang menyadari ingin memberi kode kepada Elena agar mempelankan suaranya tapi sepertinya Elena tidak mengerti


" kamu kenapa sih Na? Udah Pokoknya lupain mantan pacar kamu itu, aku gak terima dia mutusin kamu gara-gara gebetannya udah nerima dia dan ngejelekin kamu " ucap Elena


Diana hanya bisa diam karena Elena sama sekali tidak mengerti dengan kodenya, dia menoleh ke kanan ke kiri dan melihat semua orang tertuju kepadanya


" ya udah Na aku pergi dulu ya aku mau kekantin dulu belum sarapan atau kamu mau ikut kekantin? " tanya Elena


" emm gak usah El, aku mau langsung kekelas aja "


Diana berjalan sambil mendengarkan cacian semua mahasiswa, ucapan Elena segera menjadi topik hangat di grub kampus dan bintangnya adalah Diana sicewek jelek yang diputuskan pacarnya karema fisik, itulah yang dibaca diana distatus grub kampusnya

__ADS_1


" gila gila!!! Bisa bisanya cewek cupu itu punya pacar oh my god mimpi apa semalam gua dan sekarang diputusin karema cowoknya baru tau kalau dia jelek kasihan banget gak sih " ucap salah satu mahasiswa sambil melirik ke arah Diana


" ngapain kasihan dia aja yang gak ngaca dulu jadi sakit hati sendiri kan bahkan mantan pacarnya udah punya pacar baru kan dari percakapan Elena tadi hahaha" balas mahasiswa satunya


Diana tak tahan dengan cacian semua orang dia berlari ke toiled dan menangisi semuanya


" emang apa salahnya kalau aku punya pacar apa hanya orang cantik aja yang boleh punya pacar " ucap Diana


" kenapa semua orang bahagia disaat penderitaan seseorang, kenapa kalau ngomong gak pernah mikirin perasaan aku "


" kamu kenapa ngomong gitu sih El, kenapa? Jadi semua orang tau "


" aku ngomong apa sih kenapa akhir-akhir ini aku sering jelekin dan berprasangka buruk sama Elena, inget Na kamu itu sahabatnya Elena bahkan sahabatmu itu selaku bantu kamu mungkin tadi dia tidak berpikir jika ada yang menguping pembicaraan kita " batin Diana


setelah tenang Diana membasuh mukanya dan segera menuju kelas untung saja dosen masuk setelah 5 menit Diana masuk, Diana memperhatikan pelajaran dengan baik mengabaikan tatapan aneh disekitarnya, setelah selesai Diana langsung pergi ke toko dia tidak mau berlama lama dikampus karena akan membuat dirinya sakit


" selamat siang kak bunga " ucap Diana


" Diana!!! Kamu udah bisa kerja " ucap bunga sambil memeluk Diana, Diana Sangat senang dengan perhatian bunga itu


" iya kak nanti ada yang kangen lagi sama aku sampai-sampai mau kerumah hehee" ucap Diana


" yeee habisnya kamu kan gak pernah izin jadi aku khawatir lah " jawab bunga


" hehee maaf ya kak " ucap Diana


" oh ya tante Irma sampai gelisah tau gak gara-gara kamu izin pasti nanti tante Irma seneng kalau kamu udah masuk kerja " ucap Bunga


" Tante Irma masak sampai gelisah sih kak kan aku gak sapa-sapanya tante "


" yeee tante itu udah anggap kamu seperti anaknya sendiri tau, apalagi tante kan ngebet banget mau jadiin kamu menantu ya " jawab bunga


" kak bunga kalau ngomong itu jangan ngawur napa kalau ada yang dengar terus salah paham bagaimana ? " jawab Diana sambil mencubit perut bunga


" ampun Na ampunnn, sakit Na "

__ADS_1


Diana melepaskan cubitakan dan berpamintan untuk berganti baju, Diana merasakan bahagia disini setidaknya menghilangkan masalahnya sebentar saja


__ADS_2