Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
Tekad yang bulat


__ADS_3

Pagi pagi diana sudah berada dipasar dia ingin membeli bahan bahan makanan karena niatnya hari ini dia akan berkunjung kerumah bunga untuk bertemu tante irma , dia merasa kasihan dengan tante irma karena dia tau tante irma sangat menyanyangi anak laki lakinya itu


" akhirrnya sampai juga, huhh capek juga ternyata belanja kebutuhan " ucap diana sambil menaruh bahan bahan makanan


" lo dari mana, gua cari kok enggak ada " tanya andre


" kamu udah bangun? "


" ye ditanya malahan tanya balik " ucap andre


" ahh aku dari pasar habis beli bahan makanan, kalau masih pagi sayurannya masih bagus " ucap diana


" sini gua bantu " ucap andre


Andre mengambil bahan kering seperti mie instan dan lainnya, dia menyusun dilemari penyimpanan sementara diana menaruh sebagian sayuran dikulkas


" lo tiap bulan belanja gini ya? " tanya andre


" enggak juga, biasanya aku beli karena kan sebelumnya cuma ada aku doang jadi enggak tentu masak " ucap diana


" terus kenapa lo beli banyak sayuran gini " tanya andre


" kan sekarang ada kamu apalagi kamu kan lagi sakit jadi harus makan makanan yang sehat, terus hari ini aku mau kerumah bos aku jadi aku mau masakin buat dia "


" bos lo kenapa? "


" dia lagi sedih karena anak kesayangannya meninggal karena kecelakaan, dia juga ngedrop banget jadi aku mau kesana " ucap diana


" kenapa lo peduli banget sama orang ? " tanya andre


" emang peduli dilarang ya? "


" ya enggak juga " ucap andre


" jadi enggak ada alasan dong buat enggak peduli " jawab diana


Andre berjalan menuju kesamping diana dia mengambil pisau yang ada ditangan diana


" biar gua aja yang masak " ucap andre


" emang kamu bisa masak? " tanya diana


" kayaknya " jawab andre


" cihh, udah sana duduk aja nanti kalau enggak enak sayang makanannya "


Andre menarik tangan diana dan mendudukan nya dikursi


" udah lo tunggu sini sambil liatin gua aja, lo kan udah capek ke pasar sendirian biar gua yang masak " ucap andre


Diana menurut dia hanya melihat andre menggunakan pisau dengan ahli


" emang kamu tau aku mau masak apa? " tanya diana


" bubur ayam kan? " ucap andre


diana tidak menjawab dia malahan cemberut karena takut jika makanan yang dibuat andre akan dibuang karena tidak enak


satu jam andre berada di dapur dan akhirnya masakannya sudah selesai dan dia membawa makanan nya dimeja makan lalu memanggil diana yang sedang mandi


" wahhh wangi banget aromanya " ucap diana dari luar kamarnya


" baru aja gua mau manggil lo "


Diana berjalan kemeja makan lalu mencoba masakan andre, matanya melotot karena dia tidak menyangka masakan yang dibuat andre begitu enak


" ini enak banget.... Lebih enak dari abang abang yang mangkal tau " ucap diana


" makan yang banyak kalau enak " ucap andre tersenyum


" tapi sebentar deh... Kamu kok bisa masak sih emang orang amesia inget ya cara masak " tanya diana polos

__ADS_1


" enggak tau, gua cuma nurutin isting gua aja "


" wahhh henat banget kamu,, jangan jangan kamu ini sebenernya koki ya " ucap diana


" haha mungkin " ucap andre


Mereka sarapan bersama dengan tenang, diana sampai menambah satu kali karena merasa kurang


" aku pergi dulu ya kamu jaga rumah baik baik " ucap diana


" iya iya bawel "


" oh ya makasih udah dimasakin hehe "


Diana menaiki motornya dan ingin menuju ke rumah bunga, dia begitu bersemangat karena makanan yang dibawanya tidak akan mengecewakan


Tok... Tok....


" diana " ucap bunga


" selamat pagi kak bunga " ucap diana


" masuk masuk na "


" duduk dulu na, kamu mau minum apa? " tanya bunga


" apa aja kak hehe "


" oh yaudah sebentar ya aku ambilin sambil manggil tante irma "


Bunga kembali dengan jus jeruk dan beberapa cemilan dan juga tante irma


" diana " ucap tante irma


" halo tante " ucap diana


" kamu tumben kesini "


" makasih sayang " ucap tante irma


" tante yang semangat dong, tante boleh kok anggep aku anak tante kan katanya tante mau jodohin aku sama anak tante kan hehe " ucap diana berusaha membuat tante irma terswnyum


" kamu akhirnya mau jadi menantu tante "


Diana mengangguk akan tetapi tante irma semakin sedih


" sayangnya calon kamu udah enggak ada sayang, maafkan tante " ucap tante irma menangis


" jangan sedih tante nanti anak tante sedih juga lo, Tante harus semangat "


" kalau gitu kamu panggil tante dengan sebutan mama ya sayang "


" mama!!!! " ucap diana kaget


" iya kan tadi kamu udah mau tante jodohin sama anak tante "


" mama "


" nah gitu dong sayang " ucap tante irma tersenyum


" with udah jadi menantu nih ceritanya, doni mau dikemanain na? " goda bunga


" doni? " ucap tante irma


" aku udah putus sama dia kak "


" hah kok bisa!! Kalian kan belum ada satu minggu " ucap bunga kaget


" besok besok aku ceritain deh kak, oh ya tan eh ma aku bawa sarapan buat mama " ucap diana


" sarapan wahhh repot repot banget kamu sayang " ucap tante irma

__ADS_1


Diana memberikan tempat makan itu ke tante irma dan tante irma langsung memakannya


" rasa ini " ucap tante irma


" kenapa tante? Enggak enak ya masakannya " tanya diana


" ini kamu yang masak sayang ? "


" ini teman aku yang masak ma "


" enak sekali persis masakan nathan " ucap tante irma berusaha tersenyum


Tante irma dengan lahab memakan bubur itu, dengan memakan makananya sedikit mengobati kerindungannya dengan nathan


adik nathan yang melihat kedekatan diana dan mamanya itu juga tersenyum, dia akhirnya melihat mamanya kembali tersenyum


" aku ke kampus dulu ya ma " ucap diana


" iya hati hati sayang "


" kak aku pergi ya " ucap diana


" oke sampai ketemu nanti ya "


Diana pergi menuju ke kampus untung saja hari ini jalanan tidak macet jadi diana masih mempunyai banyak waktu


" beneran omongan pak pras itu el? " tanya teman kampus


Diana yang sudah berada dikelas itu juga mwndengar percakapan mereka


" iya dia emang pacar gua, " jawab el


" wahh beruntung banget lo bisa dabetin pak pras untung aja lo udah enggak temenan sama dia bisa bisa pak pras digoda sama dia " sindir teman elena


" mana ada sih doni bisa kegoda sama dia enggak lihat lo perbandingan dia sama gua tuh kayak bumi dan langit enggak level lah " ucap elena tersenyum smirk


Diana mengepalkan tangannya dia tidak menyangka orang yang sudah dianggap temannya itu ternyata juga menjelekannya, diana ingin keluar tapi pak pras sudah masuk kekelasnya


" selamat pagi semua " ucap doni


" selamat pagi pak " jawab semua


" oke sekarang kita..... "


" kita makan makan pak kan ada yang baru ketahuan pacaran nih " goda satu kelas


" hh kalian ini, lain kali saya akan menaktir kalian tapi kalian tenang saja, walaupun elena adalah pacar saya saya tidak akan membedakannya saat dikelas "


" cie cie, boleh tanya enggak pak ? "


" boleh tanya apa? "


" elena pacar bapak yang keberapa? Atau jangan jangan yang pertama lagi " goda siswi


Diana juga menunggu jawaban doni, dia mau tau apa jawaban darinya begitupun dengan elena


" iya dia pacar pertama saya dan juga yang terakhir semoga " ucap doni tersenyum kepada elena


Deg....


entah kenapa rasanya sakit mendengar jawaban dari doni,


" aku akan berubah dan akan buat kamu nyesel gak anggep aku doni " batin diana


Diana berdiri dan keluar tanpa sepatah katapun, doni yang melihat juga tidak ambil pusing dengannya, diana tak kuasa menahan air matanya dia menuju ke kamar mandi dan menangis


" kenapa semua orang selalu meremehkan orang lain " ucap diana


" apa aku enggak berhak bahagia, setidaknya sekali aja "


Diana begitu putus asa dengan perjalanan cintanya, luka yang belum sepenuhnya sembuh harus tergores lagi dengan perkataan doni

__ADS_1


" aku bertekad akan buat kamu nyesel enggak pernah anggep aku don aku bukan mau balas dendam tapi aku mau berubah demi masa depan aku juga " ucap diana


__ADS_2