
Selama dua bulan ketika diana menjalani diet hubungan andre dengan diana juga semakin dekat bahkan jika orang lain yang melihat pasti akan dikira sedang pacaran
" aku pulang " ucap diana membuka pintu
" baru pulang? " tanya andre
" iya toko rame tadi kamu ngapain ? " ucap diana
" nungguin elo " ucap andre
" ngapain? " tanya diana bingung
" gua pengen makan sate didepan gang sekolah itu gua mau ngajak elo kesana "
mata diana berbinar mendengar andre akan mengajaknya makan sate
" sate,, waaahhh udah lama banget enggak makan sate " ucap diana membayangkan makan sate dengan lahap
" makanya cepetan kalau enggak gua tinggal elo " ucap andre
" iya iya aku mandi dulu jangan tinggalin " ucap diana
Diana buru buru menuju ke kamar mandi selama sepuluh menit diana sudah siap
" lama amat "
" ayo ah cepet " ucap diana berjalan dulu
" perasaan dia yang lama kenapa sekarang kayak gua yang dituduh ya " ucap andre bingung
Mereka mengendarai motornya ke gang sekolah
" bang sate ayam 2 ya pakek lontong " ucap diana
" siap neng "
Tak menunggu lama pesanan diana telah tiba
" wahh enak banget baunya "
" jangan makan banyak banyak nanti elo gemuk lagi " ejek andre
" biarin napa, toh nanti bisa olahraga lagi sesekali manjain perut " ucap diana sambil memakan sate
" jangan gitu dong mas kalau pacarnya doyan makan malahan bagus itu tandanya dia sehat " ucap penjual sate
Mata andre dan diana saling tatap mereka bingung dengan keadaan ini
" dia bukan pacar saya pak " ucap andre
" iya dia bukan pacar saya kok " ucap diana
__ADS_1
" oalah tak kirain tadi pacaran soalnya kayak serasi gitu " ucap penjual sate
" iya kita enggak pacaran tapi dia istri saya pak ini ngajak makan sate disini katanya lagi ngidam biasa bawakan jabang bayi " ucap andre mengedipkan matanya sebelah
Diana melotokan matanya, kenapa andre ngomong seperti itu
" ya ampunn, ternyata udah nikah too, semoga sehat ya ibu dan calon bayinya, jadi tersanjung saya soalnya sate saya dibuat ngidam sama istri masnya hehe " ucap pejual
" udah cepet makan nanti kasihan bayi kita sayang " ucap andre
Diana menahan amarahnya sehingga kedua pipinya menjadi merah entah rencana apa yang dilakukan andre
Andre dan diana menghabiskan satenya dengan cepat dia sudah tidak tahan digoda dengan abang penjual bakso itu
Diperjalanan diana terdiam terus dia masih jengkel dengan andre dan membuat andre merasa kikuk dan muncul sebuah ide tiba tiba dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan membuat diana kaget lalu tak sengaja memeluk andre
Deg.... Andrew Sangat terkejut dengan situasi ini, kenapa jantungnya berdetak dengan cepat perasaan apa ini
" pelan pelan kamu mau mati apa kalau mati jangan ngajak ngajak orang dong aku belum lulus " ucap diana
" makanya pegangan biar enggak jatuh lalu enggak mati " ucap andre
Diana sudab tidak bisa berkata kata dengan andre kenapa pria itu akhir akhir ini selalu menjahilinya terus
Setelah sampai diana menatap andre dengan serius
" maksudnya apa? " tanya diana
" kenapa kamu bilang kalau kita suami istri dan aku sedang hamil " ucap diana
" ya enggak papa buat orang lain seneng itu juga dapet pahala " ucap andre
" maksudnya? "
" ya abang tadi kan seneng godain kita jadi sekalian aja biar dia tambah seneng " ucap andre
" ohh gitu ya kalau gitu " ucap diana tersenyum
" lo mau ngapain " ucap andre mundur satu langkah
" lihat lah anak kita sayang, kamu enggak mau merasakan nya sayang " ucap diana
" ohhh jadi mau dielus elus nih, sini sini papa akan nengokin kamu sayang " ucap andre tersenyum
" apa apaan sih " ucap diana lari
" kenapa lari katanya pengen dielus elus " ucap andre mengejar diana
Diana berlari menuju ke kamar dan berhasil disusul oleh andre
" ngapain sih lari segala sini dong sayang " ucap andre
__ADS_1
" maaf maaf aaakuu cuma bercanda aja tadi tu " ucap diana
" enggak ada bercanda bercanda ya sini " ucap andre
Diana merasa ketakutan dan berusaha keluar kamar tapi dia malahan kesandung kaki andre dan terjatuh ke kasur dalam keadaan diana dibawah dan andre diatas sejenak mereka saling tatap dan tiba tiba andre mencium bibir diana, diana melototkan matanya dan berusaha untuk melepaskan ciuman andre akan tetapi andre semakin memperdalam ciumannya dan diana terbuai dan membalas ciuman andre, mereka melepaskan ciuman setelah diana menepuk nepuk badan andre agar berhenti.
Mereka saling duduk diranjang dan saling diam dengan pikirannya masing masing, andre yang merasa keterlaluan kepada diana tapi akal sehatnya sudah hilang tadi, dan diana dengan pikiran entah apa dan jantungnya merasa dag dig dug
" na ,aaaaku " ucap andre
" enggak papa aku tau kalau kamu enggak sengaja tapi boleh kamu keluar dari kamar aku " ucap diana
" na... " andre berjalan keluar dsri kamar diana
Setelah andre keluar diana langsung berlari untuk mengunci pintu kamarnya
" jantungku kayak mau copot sumpah " ucap diana
" kamu kenapa sih na, kayaknya jantungku bermasalah deh " ucap diana
Diana menepuk nepukan pipinya agar tersadar lalu dia melihat keranjangnya dan tersenyum
Di dalam kamar andre begitu takut jika diana berpikir macam macam tentang dia bahkan dia mencium diana tanpa ikatan apapun apa yang dipikirkan oleh diana
" sial kenapa tadi elo kelepasan sih dre " ucap andre mengacak ngacak rambutnya
" tapi bibir diana menggoda banget ahh padahal gua nunggu waktu yang pas buat nembak dia kenapa jadi gini "
Andre begitu frustasi dengan kejadian tadi, ya andre memang sudah lama menyukai diana tapi pria itu masih menunggu waktu untuk menembak diana, andre akan memastikan jika diana sudah melupakan mantan kekasihnya itu
" besok gua harus ngomong sama diana " ucap andre
andre berjalan menuju ranjang dan mulai memejamkan matanya walaupun pikirannya masih tertuju dengan kejadian tadi tapi andre berusaha untuk melupakannya sejenak
Pagi telah tiba diana membuka pintu kamarnya dan menoleh ke kanan ke keri dia melihat tempat itu kosong laku berlari secepat tenaga agar tidak melihat andre, dia masih canggung dengan kejadian tadi malam
Setelah selesai mandi diana berjalan menuju kekamarnya dan masih sama diana menoleh kekanan kekiri dan tidak menemukan andre lalu dia berlari ke kamarnya
Setelah sedikit menghias wajahnya diana keluar dari kamar tanpa menoleh kekanan kekiri akan tetapi andre sudah ada disana dan memanggilnya
" pagi banget udah berangkat ini masih jam setengah 7 lo " ucap andre
Diana begitu gugup, dia masih enggan berbicara dengan andre pipinya juga sudah memerah karena mengingat kejadian semalam
" aku ada kelas pagi dan dosennya killer makanya aku pergi pagi pagi kalau gitu aku pergi dulu ya " ucap diana
" enggak sarapan dulu " tanya andre
" nanti sarapan dikantin aja ya udah ya " ucap diana
Diana berlari keluar rumah dan melajukan motornya
__ADS_1
" syukurlah udah enggak ketemu andre lagi bisa berabe kalau dia tau jantung aku lagi enggak aman " ucap diana laku tersenyum