
Diana membawa pria itu ke rumahnya, dia kasihan dengan pria itu karena kecelakaan itu dia mengalami amesia
" kamu bisa tidur disini dulu sampai ingatan kamu kembali " ucap diana
pria itu menoleh kekanan kekiri melihat lihat bentuk rumah diana
" emang rumah aku kecil tapi setidaknya tempat ini lebih layak dari pada harus tidur dijalanan " ucap diana yang melihat reaksi pria itu
" terus aku harus tidur dimana? "tanya pria itu
" ada gudang disamping kamar aku, nanti setelah kuliah aku bersihin untuk sekarang kamu bisa istirahat dikamar aku " ucap diana
Pria itu mengangguk dan berjalan membuka pintu kamar diana dan melihat sekeliling dan menemukan sesuatu harta karun yang membuat diana membulatkan mata dan langsung mengambil dari tangan pria itu
" kiitaaa belum kenalan, nama kamau siapa? " tanya diana mengalihkan topik
" kamu lupa kalau aku amesia? " tanya pria itu dingin
" ya elah kan aku lupa, emmm andre aku akan panggil kamu andre jadi nama kamu sekarang andre " ucap diana
" andre???? " tanya pria itu
" ya andre, nama yang bagus bukan ? "
" ya terserah kamu aja "
" oh ya buat nanti siang kamu beli makanan aja didepan sana gak usah masak " ucap diana
" kenapa? "
" ya pasti kamu gak bisa masak apalagi kamu amesia bisa aja kan kamu lupa caranya hidupin kompor atau gak tau caranya hidupin kompor " ucap diana
" iya iya bawel banget sih jadi orang "
" yeee udah untung nih ye aku tolongin kamu ya meskipun uang aku banyak berkurang "
" aku bakal ganti kalau ingatan aku kembali lagi " ucap pria itu
" ya ya terserah lah nih pegang " ucap diana memberi uang 50 ribu "
" uang segini cukup? " tanya pria itu sambil membolak balikan uang pemberian diana
" yee uang segitu mah udah dapat makan 3 kali kalau makanan rumahan mah, itu aja aku harus kerja dulu biar bisa dapat uang segitu "
" kamu kerja? " tanya andre
" iya lah, kalau gak kerja mau kuliah pakek apa aku dan juga buat makan masak minta minta "
" ohhhh "
__ADS_1
" ya udah aku pergi kekampus dulu kalau gitu dan nanti aku pulangnya malam soalnya aku langsung kerja "
Diana keluar dari rumah dan menuju motornya dia menuju kekampus, meskipun dia masih merasakan kesedihan karena dikhianati pacar dan sahabatnya tapi dia tidak mau bolos kuliah
Diana berjalan kekoridor kampus dan melihat semua mata tertuju kepadanya, mata mata yang begitu tidak suka kepadanya, dia menuju kekelas dan menemukan elena disana akan tetapi ada yang berbeda elena pindah dari meja biasanya yang membuat diana teringat dengan pengkhiatannya dan dilihatnya elena sedang tersenyum smirk kepadanya
" lihat tuh cewek jelek gak tau mau banget jadi orang, bisa bisa masih berani kekampus setelah kejadian kemarin " ucap teman elena
Diana hanya cuek dengan ucapan perempuan itu dia tidak ambil pusing tentang semuanya
" selamat siang.... " ucap doni
" siang pak " ucap semua orang
Doni memulai pelajarannya dengan serius tetapi sedikit sedikit dia mencuri pandang ke elena yang membuat dada diana semakin sakit
" bisa bisanya kalian tersenyum atas semua pengkhiatan kalian " batin diana
Diana kembali menulis pelajaran doni dan berusaha untuk tidak menangis, dia akan mulai untuk move on meskipun rasanya begitu berat bahkan dia tidak tau harus bercerita kepada siapa
" untuk kelas hari ini cukup sampai disini, tolong untuk tugasnya nanti dikumpulkan, elena saya minta tolong untuk kumpulin tugassnya antar ke ruangan saya " ucap doni tersenyum
Semua orang bersorak kepada elena yang berhasil membuat dosen pras beralih kepadanya dan tidak menyuruh diana
Elena segera mengambil tugas dan tidak lupa tugas diana, elena begitu biasa saja kepada diana bahkan elena seperti tidak mengenal diana
" waahhh kayaknya ada yang kecewa nih gak bisa ketemu pak pras lagi " sindir mahasiswa setelah elena pergi
" heh cewek jelek, lo budek apa pura pura budek sih "
" kenapa lagi sih, kalian ini seneng banget ngomong kasar sama aku "
" ya karena lo pantes buat digituin "
" mahasiswi yang ngerayu dosennya sendiri buat berhubungan badan itu pantes buat diperlakuin kayak pela**r."
" maksud kamu apa!!!! " bentak diana
" gak usah pura pura gak tau deh lo "
Mahasiswi itu ingin menampar diana tetapi dosen selanjutnya sudah kekelas yang membuat dia gugup
" selamat siang kita mulai kelas sekarang " ucap bu susi
" diana!!! Tolong ambilkan laptob saya diruangan saya lupa bawa lagi " ucap bu susi
Diana mengangguk dan berdiri, dia berjalan ke luar dengan perasaan yang tak menentu
" maksud orang orang tadi apa sih, emangnya aku godain dosen siapa? " ucap diana bingung
__ADS_1
Diana yang masih dalam mode melamun tak melihat ada orang yang melihat dan terjatuh saat 2 perempuan menyenggol badannya
" aduh maaf kita sengaja " ucap perempuan itu
" ada masalah apa sih kalian sama aku " ucap diana
" masalah nya lo berani banget godain dosen kesanyangan kita "
" maksut kalian? "
" elena bilang kalau lo goda pak pras sama tubuhlo ini dan lo jebak pak pras kan ? " ucap perempuan itu geram
" hah... " ucap diana bingung
belum sempat diana menjawab perempuan itu sudah pergi tanpa permisi
" kamu tega banget fitnah aku el, padahal aku udah anggep kamu kayak keluarga aku sendiri " batin diana
Diana berusaha untuk tegar dan segera menuju keruangan bu susi, dia mengambil laptop dan membawanya, diana melewati ruangan doni dan menemukan suara aneh didalam
" ah sayang..... " ucap elena
" kamu enak banget sayang " ucap doni
Ternyata pintu ruangan doni belum terkunci dan sedikit terbuka dan membuat diana bisa melihat suara siapa itu dan membuat tangan diana mengepal
" kalian jahat banget " ucap diana
Diana segera pergi dan tak sengaja menabrak clara, diana mengangkat kepalanya dan melihat clara juga terjatuh dan diana sangat takut jika clara membesarkan masalah yang membuat semuanya semakin rumit, tetapi perasaan diana tidaklah benar clara justru berdiri dan pergi begitu saja
" huhhh untung aja clara gak membesarkan masalah jadi aku bisa cepet kekelas "
" tapi tumben banget clara gitu biasanya aja sedikit masalah aja diperbesar sama dia " ucap diana
" ahhh bodo amat lah mungkin dia salah minum obat yang terpenting laptop bu susi enggak kenapa kenapa " ucap diana
Diana berjalan menuju kekelas dan masuk kedalam yang membuat perempuan disana merasa tidak suka kepadanya
" ini bu laptopnya "
" oh ya taruh dimeja na, terima kasih" ucap bu susi
Diana berjalan kemejanya dan mulai memperhatikan pelajaran, tak lama setelahnya elena datang dengan tergesa gesa
" maaf bu saya terlabat "
" elena!!! Kamu dari mana saja baru masuk keruangan saya "
" maaf bu tadi saya disuruh bantuin pak pras untuk mengumpulkan tugas "
__ADS_1
" ya udah kamu boleh duduk "
Diana hanya tersenyum melihat kebohongan elena, apalagi dia dengan jelas melihat doni dan elena berhubungan didalam ruangan doni