Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
ketahuan


__ADS_3

Diana segera kekelas untuk memberikan laptop nya bu susi dia menahan air matanya untuk tidak menangis, dia akan bertanya ke doni setelah pelajaran selesai dia tidak mau salah paham dan berpikiran buruk tentang pacarnya dan sahabatnya itu


" ini buk laptopnya " ucap Diana


" terima kasih Na "


Dalam kelas diana tidak bisa tenang dia terus berpikiran tentang apa yang dilihatnya barusan, dia ingin cepat cepat menemui kekasihnya itu


" kelas kita akhiri sampai disini, selamat siang "


" siang bu..... "


Diana segera pergi dan menuju ke ruangan doni dia berlari untuk segera sampai


Tok tok....


Tidak ada jawaban dari dalam tapi Diana tetap berusaha untuk beetemu dengan doni


" kamu mau ketemu pak pras? " tanya dosen


" iya pak, pak prasnya ada? " tanya Diana


" pak pras udah pulang dari jam 11 tadi, besok aja kalau mau ketemu pak pras "


Dosen itu lalu pergi meninggalkan Diana


" jam 11? "


" bukannya tadi aku lihat elena keluar sekitar jam segitu ya "


" gak gak gak mungkin kan ... "


Diana berusaha menelfon elena tapi tidak ada jawaban, sudah 3 kali dia menelfon tapi tetap saja tidak diangkat oleh elena yang membuat diana semakin cemas, lalu diana beralih menelfon doni butuh beberapa waktu untuk diangkatnya


" halo " jawab doni cuek


" halo don... Kamu udah pulang ya " tanya diana


" iya , ada apa? "


" aku mau ketemu sama kamu "


" yaudah sekarang kita ketemu, dimall yang waktu itu ya "


Diana begitu senang doni menyetujui untuk bertemu dengannya meskipun diana merasa sikap doni sangat cuek sekali padanya tidak seperti waktu pagi tadi


" siapa? " tanya Elena dari kamar mandi


" Diana " ucap doni memeluk elena


" ngapain dia nelfon kamu? "


" mau ngajak ketemuan "


" terus kamu setuju? "


" heem, aku juga mau mutusin dia aku gak mau nyakitin perasaan kamu "


Elena tersenyum karena berhasil mendapatkan doni dan semua rencananya berjalan dengan baik


" aku udah gak mau orang lain lagi sayang, aku cuma mau kamu " ucap elena


" terus pacar kamu? " tanya doni


" aku bakalan putusin pacar aku kalau kamu udah mutusin si Diana itu bagaimana? " ucap elena tersenyum smirk

__ADS_1


" janji ya? "


" hemm janji "


" aku udah punya rencana buat mutusin pacar gak guna itu, jadi aku masih bisa nempatin apartemannya dan juga kekayaannya walaupun aku putus bahkan udah punya pacar lagi " batin elena


" aku pergi dulu ya, nanti kamu pergi keapartemanku sendiri gak papa kan dan juga bawa baju biar kamu bisa tidur disana "


" ini kartu apartemanku " ucap doni


" iya iya, sana mandi dulu baru keluar "


Doni berjalan kekamar mandi aparteman elena, ya setelah melakukan di kampus ternyata mereka berdua belum merasakan kepuasan


Dikampus diana segera keparkiran dan mengendarai motornya untuk ketempat mall itu, mall itu termasuk jauh dari kampus butuh waktu satu jam perjalanan


" sabar na, nanti kamu bisa menanyakan semua yang kamu lihat tadi "


Dimall diana sudah menunggu sekitar setengah jam akan tetapi doni belum muncul juga


" udah nungguin lama? " ucap doni cuek


" kamu udah dateng, mau pesan apa? " tanya diana


" gak usah aku gak bisa lama lama aku sibuk "


" oh ya Na, kamu waktu sma temenan sama siapa aja " tanya doni, dia ingin sedikit mengetahui cerita dari diana


" teman aku waktu sma cuma Elena sih emangnya kenapa? "


" kenapa cuma itu teman kamu ? "


" y karena semua pada gak suka sama aku gara gara keluarga aku miskin dan aku bisa sekolah gara gara beasiswa " jawab diana


" lalu Elena dateng mau temenan sama aku sampai saat ini "


" heem emang apa lagi yang harus aku ceritain " jawab diana polos


Doni sudah tidak tahan berbicara dengan diana, dia merasa perempuan itu penuh daya tipu mungkin doni sudah percaya seratus persen dengan cerita elena makanya dia enggan mempercayai ucapan diana yang cuma sedikit itu


" aku harus pergi dulu ada urusan, ini buat bayar makanan kamu " ucap doni lalu berdiri setelah memberi beberapa lembar uang kepada diana


Diana menyadari sikap doni yang dingin kepadanya lalu ingin mengejarnya akan tetapi dia melihat ponsel doni tertinggal


" ini kan ponsel doni "


Diana mengejar doni yang entah kemana pria itu pergi cukup lama diana berkeliling mall lalu menemukan doni berjalan ke toko bunga dalam mall


" ngapain doni ketoko bunga "


sebenarnya diana ingin langsung menemui doni tetapi diurungkan karena dia kepo mengapa doni pergi ketoko bunga. Doni keluar membawa seikat mawar merah dengan tersenyum bahagia lalu dia pergi keparkiran dan pergi dari mall itu


Diana yang semakin tak karuan perasaannya tidak bisa berpikir jernih dia malahan mencari taksi dan meninggalkan montornya dimall itu


" perasaanku kok gak enak ya " ucap diana


" ikutin mobil yang didepan itu ya pak tapi jangan deket deket "


Diana terus memperhatikan mobil doni


" ini kan arah mau ke apartemannya doni, apa ada rekan bisnisnya makanya dia beli mawar " ucap diana menengkan dirinya sendiri


**Sayang...


Aku tunggu diapartemanmu sayang, aku udah gak sabar buat kamu tak berdaya**

__ADS_1


Deg.....


Diana membaca pesan dari seseorang itu, perasaannya semakin tak karuan, mereka telah sampai diapartemannya doni


Diana berlari menyusul doni tapi sayang doni berjalan begitu cepat tapi entah alam berpihak kepada diana atau gimana ternyata pintu aparteman doni masih terbuka sedikit, lalu diana membuka sedikit pintunya lalu masuk kedalam


brukk tas elena jatuh kelantai dan membuat sepasang kekasih itu kaget dan memberhentikan aksi ciumannya


" kaliannn..... " ucap diana gemetar


" diana " ucap doni dan elena


" aku gak nyangka kalian tega sama aku " ucap diana ingin pergi tapi ditahan oleh doni


" tega maksud lo? Lo itu yang tega sama sahabatlo sendiri " bentak doni


" maksud kamu apa? "


" udah don tolong, Na aku bisa jelasin sama kamu " ucap elena


" jelasin apa!!!! Jelasin kalau kalian ada hubungan spical iya!!! Atau kalian mau bilang kalau kalian udah berhubungan badan iya!!! " bentak diana


kesabaran doni sudah tidak bisa ditahan dia berjalan kearah diana dan menamparnya dengan kasar


Plakk.....


" cukup ya na!!!!! Jangan jelek jelekin elena kayak gitu harusnya lo itu sadar diri dan perbanyak ngaca udah baik elena mau temenan sama lo " bentak doni


" hhh teman? teman yang ciuman sama kekasih sahabatnya didepan sahabatnya iya, apa masih pantas dia dipanggil teman " ucap diana menunjuk elena


" jangan salahin elena, kalau lo mau nyalahin salahin gua aja, gua yang salah disiini, sebenarnya gua sukanya sama elena bukan sama lo tapi bodohnya gua, gua jadiin lo pacar gua buat dekat sama elena "


" apa !!!! " ucap diana menahan tangis


" jadi kamu manfaatin aku iya!!!!? "


" terus kamu mau aku gimana? Aku berharap aku tulus sama kamu hah "


" lihat lah dan ngaca gimana penampilan lo ini " ucap doni


Diana sudah tidak tahan berada disini dia berjalan kearah doni dan menamparnya


Plakk....


" ini belum seberapa sama luka yang kamu tanam dihati aku " ucap diana lalu memberikan ponsel doni


Diana berlari keluar dengan air mata yang tidak berhenti


" kalian jahat kalian jahat " ucap diana menangis


Entah alam sedang bagaimana dengan diana, hujan deras mengguyur tubuh diana , dia berjalan entah kemana


" montor,,, montor aku masih dimall " ucap diana yang teringat dengan motornya


Dia berlari kearah menuju mall itu meskipun jalan yang ditempuh butuh setengah jam lamanya, dan tak lupa tangisannya yang masih ada


" kenapa dunia gak pernah baik sama aku,,, kenapa !!!! Apa salahku tuhan...... " ucap diana teriak saat dia tersandung batu besar yang membuat lututnya berdarah


" kenapa!!!!! Kenapa dunia kejam sekali sama aku,, aku juga gak mau jadi jelek tapi kenapa semua orang seakan gak mau berteman sama aku " ucap diana


Diana berusaha berdiri meskipun darah dilututnya terus mengalir


Setelah sampai dimall dia segera mengendarai montornya kearah rumahnya dan tiba tiba


Brukk..........

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2