
Doni telah sampai kealamat yang dikirimkan oleh Elena, dia membuka pesan dan membacanya sekali lagi
" betul ini apartemennya, nomer 112 " ucap doni
Doni segera masuk dan mencari nomer apartemen Elena dia berlari dan akhirnya menemukannya
" El, kamu didalam el ? " ucap doni
Doni terus memanggil elena tapi tidak ada jawaban, dilain sisi elena sudah mengetahui jika Doni sudah didepan pintu dia segera pergi ke kamar mandi dan merebahkan tubuhnya seolah olah jatuh dan tak lupa dia menyiram sedikit air ke baju tidurnya yang super seksi itu setelah semuanya siap Elena baru memanggil Doni
" pak pras tolongin saya saya ada di kamar mandi " ucap Elena sedikit berteriak
Pras hanya mendengarkan sekilas suara Elena dan memutuskan untuk memanggil orang untuk mendobrak pintunya karena posisi pintu itu terkunci
" tolong ya pak didobrak pintunya, teman saya jatuh dari kamar mandi jadi enggak bisa bukain pintu " ucap doni
Sekitar 2 orang yang diminta doni untuk mendobrak pintu sekitar 5 menit pintu itu terbuka dengan segala cara
" makasih pak ini untuk beli kopi " ucap doni memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan
" makasih pak, kalau gitu kami pergi dulu "
Doni hanya mengangguk dan dibukanya pintu, doni mencari Elena dan berteriak namanya
" el kamu dimana " ucap doni
Tapi tidak ada jawaban lalu doni memberanikan diri masuk ke kamar Elena dan langsung menuju ke kamar mandi
" ya ampun El, kamu kenapa bangun el "
Doni menemukan Elena sudah tak sadarkan diri dengan baju tidur yang kelewat seksi hampir saja sifat kelakian doni keluar tapi dengan segera dihilangkan dan mulai menggendong tubuh Elena menuju ranjang, ketika tubuh Elena sudah dalam gendongan tiba tiba Elena tersadar
" pak pras..... " ucap Elena
" iya ini saya, kamu kenapa bisa jatoh dari kamar mandi " tanya doni
" kepala saya pusing pak mungkin karena belum makan " ucap Elena
Doni segera membawa tubuh Elena ke ranjang dan meletakkannya
" sebaiknya kamu pakai pakaian yang baru, baju kamu basah " ucap doni memalingkan wajahnya
" iya pak tapi bisa tidak tolong ambilkan baju saya dilemari dan jangan lupa dal*mnnya " ucap Elena tanpa malu
__ADS_1
Doni yang mendengar seketika kaget, bagaimana tidak kaget jika wanita yang ingin doni dekati itu meminta diambilkan sesuatu yang menurutnya bisa membawa kehal macam macam
" ayolah pak tolong saya, kaki saya sakit " ucap Elena memohon
Doni pun menuju ke lemari dan membukanya betapa terkejutnya jika isi lemari itu penuh dengan baju tidur yang sangat seksi, doni menelan ludahnya dan segera mengambil baju itu secara acak dan tak lupa dengan dal*mannya
" gilaa,,, lumayan besar andai bisa aku gigit udah aku gigit,, aahhhh membayangkannya saja sudah buat joniku ingin keluar " batin doni
" pak bapak udah ambilin kan " ucap Elena membuyarkan lamunan Doni
" iya ini, kalau gitu saya keluar dulu "
" iya bapak keluar dulu saya juga mau ganti pakaian " ucap Elena
Doni segera keluar tapi niatnya terkurung saat elena memanggilnya, doni segera membalikan badannya dan matanya dibuat melotot oleh Elena
" ahhh pakk, kenapa bapak balik badan " ucap elena pura pura kaget
" maaf maaf El, saya gak tau kalau kamu udah gak
Pakai baju " ucap doni gugup
" yaudah deh gak papa, tapi bisa minta tolong pak " ucap Elena
" bisa bapak copotkan ini ( mengarah ke pengait *** "
Doni dibuat gugup oleh elena tapi segera dia berjalan mendekat ke elena padahal dirinya sudah ingin menerkam Elena tapi sudah ditahannya daritadi tapi perempuan itu seakan ingin bermain dengannya
" udah " ucap doni melepas kan tangannya
" gilaaaaa, putih banget badannya ahh aku udah gak tahan "batin doni
Elena segera berganti pakaian tak memperdulikan doni yang masih duduk dibelakangnya dibukanya semua pakaian dan elena mulai memakaian pakaian yang baru setelah selesai tiba tiba doni memeluk Elena dari belakang yang membuat Elena tersenyum bahagia, bagaimana tidak karena rencananya sangat berhasil
" kamu menggodaku El " ucap doni mencium leher Elena
Elena menerima perlakuan Doni, dia begitu menikmatinya dan mulai mengeluarkan ******* desahannya yang membuat doni tambah semangat
" ahh pak prass " ucap elena
" panggil aku doni sayang " ucap doni membalikan badan elena dan menciumi bibir Elena
Elena pun membalas ciuman itu dan beberapa menit mereka sangat menikmati permainan itu, doni yang sudah tidak kuat segera membarikan badannya diatas badan Elena
__ADS_1
" pak prasss " ucap elena
" doni sayang, atau kamu boleh panggil aku sayang, kamu mau kan melakukannya sama aku " ucap doni
" tapi bapak adalah pacarnya sahabat saya " ucap Elena pura pura sedih
" aku mendekati sahabat kamu karena saya tertarik sama kamu sayang, maafkan aku karena tidak langsung mendekati mu karena aku tau kamu mempunyai kekasih " ucap doni
Elena melototkan matanya kaget dengan ucapan doni tapi sekian detik dia mulai tersenyum,
" jadi selama ini doni sudah suka sama aku,,, ahhh kenapa gak bilang dari awal sih kalau tau gitu aku gak usah ngelakuin rencana ini " batin Elana
" bagaimana kamu mau ? " ucap doni
Elena menggangguk dan segera doni memulai aksinya, dia begitu menikmati tubuh elena apalagi dua benda kenyal itu sangat menggodanya
" ah sayang..... " ucap elena
Mereka berdua melakukan hubungan suami istri beberapa kali dan doni mengeluarkannya didalam, mereka kelelahan dan elena segera tertidur tanpa membersihkan diri dulu, doni yang melihat elena kelelahan segera menyelimuti tubuh elena dan mencium pipi elena, doni juga mulai tertidur disamping elena sambil memeluknya.
pagi telah datang elena membuka matanya dan merasakan ada sesuatu diperutnya dia menoleh dan ternyata dia melihat doni yang tertidur
" ahhh kamu sangat kuat sayang sampai sampai aku dibuat lemas semalaman "
Elena menyisiri muka doni dengan jarinya lalu dia tersenyum dia tidak sia sia mengincar doni karena permainan ranjangnya sangat menggairahkan melebihi mantan pacarnya yang sudah mengambil darah perawannya
" aku memang tampan jadi jangan natap lama lama nanti kamu bisa jatuh cinta " ucap doni tersenyum
" bagaimana aku bisa jatuh cinta sama kekasih sahabat aku " ucap elena ngambek
" bermain ranjang aja bisa apalagi hanya untuk dijadikan kekasih " ucap doni lalu mencium bibir elena sekilas
Elena tersenyum bahagia mendengar ucapan itu
" ya udah aku mau kekamar mandi dulu "
" gak mau sekalian mandi berdua " goda Doni
" ihh itu mah mau kamu "
Elena segera berdiri dengan tubuh yang tidak memakai apapun tapi sekian detik tubuhnya sudah dalam gendongan doni
" kamu membangunkan joniku sayang, kamuharua tanggung jawab " ucap doni lalu mencium bibir elena dan diterima senang hati oleh elena
__ADS_1
Mereka menuju kekamar mandi tanpa melepaskan ciumannya dan mandi paginya bercampur dengan keringat kenikmatan