Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
Masih berharap walau pernah tersakiti


__ADS_3

Diana pagi pagi sudah rapi dan segar, wajahnya pun semakin cerah dan sekarang dia tidak begitu tertekan akan berat badannya dia memang masih mempunyai niat menurunkan berat badan akan tetapi dia tidak mau terlalu memaksa tubuhnya


" pagi,, udah masak aja lo emang enggak masuk kerja? " tanya diana


" enggak gua mau temenin lo dirumah katanya lo libur kan hari ini? "tanya andre


" iya sih libur tapi aku enggak ada niatan buat pergi kuliah aku juga libur " ucap diana mendudukan bokongnya kekursi


" justru itu karena lo enggak punya niat pergi, gua mau ngajak lo jalan jalan gua juga butuh refesing otak " ucap andre


" emang mau kemana? " tanya diana


" ke taman katanya ada yang jual bakso enak disana gua mau coba " ucap andre


" cih bilang aja kamu ngajak aku biar bisa makan dengan tenang kan? Biar kamu enggak digangguin sama cewek cewek " ucap diana


" haha tau juga lo "


Diana begitu kesal karena niat andre mengajaknya jalan ketaman hanya biar dia bisa tenang


" udah sarapan nanti jam 9 kita berangkat sekarang gua mau ketoko " ucap andre


" ngapain ketoko? " tanya diana


" izin lah "


" padahal kan bisa kesana kalau kamu udah libur ngapain pakek izin segala lagi "


" ya enggak papa, gua bosen kerja terus mumpung lo libur kan enak bisa ngajak lo habisin uang gua " jawab doni


" wihhh menarik nih yang duwitnya udah banyak " goda diana


" haha gua pergi "


Diana menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan andre


Setelah sarapan diana membersihkan tempat tidurnya dan membersihkan semua ruangan dirumahnya kecuali kamar yang ditempati oleh andre karena diana tidak mau mengganggu privasi andre


" huh capek juga ternyata bersih bersih udah lama banget gua enggak bersih bersih tapi perasaan rumah ini bersih terus apa jangan jangan andre ya yang bersihin? " tanya diana


Diana menoleh ketika pintu depan terbuka dia melihat andre yang menekuk wajahnya


" kamu kenapa? " ucap diana


" kayaknya kita enggak bisa jalan hari ini " ucap andre kecewa


" kenapa? "


" anak bos gua lagi kesitu terus gua disurih ngajarin dia padahal gua udah nolak ee malah ngancem buat enggak bayar gaji gua " ucap andre


" ya udah terus kenapa kamu enggak ganti baju? Ganti baju gih ketaman kan bisa besok besok " ucap diana


" tapi gua pengen bakso itu " ucap andre

__ADS_1


Andre berjalan ke kamarnya dan mengambil seragamnya dan berpamitan untung kerja


" nih " ucap diana memberikan kunci motor


" buat apa? " tanya andre


" buat ketoko lagian aku enggak kemana mana jadi pakek aja, jangan lupa isin bensinnya full hehe " ucap diana


" oke gua pergi dulu " ucap andre


Diana menatap andre yang sudah pergi


" kasihan banget udah pengen makan bakso tapi gak bisa izin " ucap diana


" apa aku beliin aja ya? Terus aku suruh misah aja jadi pas andre pulang bisa makan " ucap diana tersenyum


Diana menuju kekamarnya dia mengganti pakaiannya dan mengambil tas dan dompetnya tak lupa dia membawa ponselnya


Diana memesan taksi online dia menunggu taksi itu didepan rumahnya setelah taksi itu datang dia berjalan ke taksi itu


" ke taman belakang mall ya pak " ucap diana


" oke neng "


Taksi itu melaju menuju taman tapi belum sampai taksi itu sudah berhenti


" ada apa pak ? " tanya diana


" ya ampun kasihan banget " ucap diana


Diana melihat kecelakaan itu dari dalam mobil begitu banyak orang yang berkerumun membuat diana tidak melihat siapa yang kecelakaan dan ketika dia melihat orang itu diana kaget dan langsung turun menuju ke tempat kecelakaan itu


" pak pras " ucap diana


Ya yang kecelakaan adalah doni alisan pras dosen diana sekaligus mantan diana


" tolong bawa dia ke taksi itu dia dosen saya " ucap diana


Beberapa orang membantu pras untuk dibawa kedalam taksi, diana juga masuk ketaksi itu, kepala pras didudukan ke paha diana dan diana berusaha untuk membuat pras bangun


" don bangun don jangan buat aku khawatir " ucap diana


Diana tidak bisa menahan tangisannya bagaimanapun dia masih mencintai doni melihat dia tidak berdaya seperti ini membuat dia semakin merasa ketakutan. Ditepuknya pipi doni dan sekilas doni membuka matanya dan mengusap air mata diana tapi tak lama doni tak sadarkan diri


" don jangan tidur don bangun " ucap diana khawatir


" tolong cepet sedikit pak " ucap diana


Diana dan doni audah sampai dirumah sakit, doni segera dibawa ke IGD kecelakaannya juga cukup parah kepala doni juga mengeluarkan banyak darah dan baju diana juga sudah terkena darah karena menahan darah yang keluar dari kepala doni


Diana terus saja menangis dia tidak tau harus menghubungi siapa dia juga takut akan terjadi apa apa dengan doni


" bagaimana kondisinya dok? " tanya diana

__ADS_1


" pasien kehabisan darah dan harus melakukan tranfunsi darah tetapi darahnya sangat langka"


" apa ada keluarga pasien karena saya harus meminta persetujuan dari keluarganya apakah anda keluarganya "


" saya mahawasiswi beliau dok, saya tidak tau kedua orang tuanya hanya saja..... " diana teringat dengan elena karena elena saat ini adalah pacar doni dan diana berniat untuk menelponnya


" sebentar dok saya akan menghubungi pacar dosen saya dulu "


Diana terus menelpon elena sebanyak 10 kali akan tetapi tidak dijawab oleh elena dan membuat diana semakin khawatir sebab keselamatan doni ada pada persetujuan itu


" dok pacar dosen saya tidak dapat dihubungi apakah boleh kalau saya yang mendatang tangani persetujuan itu saya takut jika ada apa apa pada dosen saya " ucap diana


Dokter itu berpikir sejenak dan mengambil kertas dari ruangannya


" ini surat persetujuannya tolong dibaca dulu "


Diana langsung mendatangani surat itu dia berharap jika doni segera pulih


" tapi ada kendala kita masih belum mendapatkan darah yang cocok lada pasien" ucap dokter


Diana yang tadinya sedikit lega langsung merasa khawatir


" emang golongan darah nya apa dok? "


"A Rh negatif " jawab dokter


" darah saya O Rh dok jadi saya bisa mendonorkan darah saya kan? "


Dokter itu mengangguk dan membawa diana keruangan untuk menjalani pemeriksaan dulu, dan syukur diana dalam kondisi sehat dan bisa untuk mendonorkan darah


Setelah beberapa jam setelah diana mendonorkan darah pada doni akhirnya elena menelponnya kembali


" kamu kemana aja el " ucap diana


" ada apa " ucap elena ketus


" doni kecelakaan sekarang udah ada dirumah sakit "


Elena begitu kaget pasalnya tadi dia begitu marah karena doni tidak datang menjemputnya, elena segera pergi ke rumah sakit setelah tiba elena menatap tajam diana


" kenapa lo ada disini " ucap elena lalu melihat baju diana sudah berlumuran darah


diana hanya diam saja karena tubuhnya begitu lemah, dan suster menemui diana dan membawakan makanan yang ditinggal diana


" dimakan mbk, karena tubuh anda pasti sedang lemah karena mendonorkan darah " ucap suster itu


Elena kaget karena diana adalah orang yang mendonorkan darah kepada doni, elena tidak suka jika diana mendekati doni


" udah sana lo pergi udah ada gua pacarnya yang nungguin doni " ucap elena


" apa lo liat liat jangan kira karena lo udah donorin darah lo doni bakalan balik suka sama lo, bahkan kalau dia tau lo yang donorin darah pasti dia enggak bakalan mau " ucap elena


Degg.... Hati diana begitu sakit mendengar ucapan elena, memang diana belum move on sepenuhnya kepada doni tetapi dia tidak mempunyai pikiran itu

__ADS_1


__ADS_2