
hari ini terasa sangat malas untuk diana apalagi dengan keadaan hatinya yang kacau sekali
" terus elo sekarang ditinggal sama si andre itu ? " tanya lili
Diana mengangguk lalu menghela nafas panjang
" wahh sumpah ya pengen gua jitek tu pala orang, seenaknya aja ninggalin elo na, dan apa dia bilang udah punya pacar cih nyebelin banget tuh cowok " ucap lili kesel
" dia bener kok li, kan emang posisinya aku ini yang jadi orang ketiga jadi dia enggak salah kok, lagian takdir percintaan gua dari dulu emang gini gini aja, bahagia sebentar sakitnya kebangetan apa tuhan juga mandang bahagia dilihat dari cantik gantengnya seseorang apa ya, perasaan takdir gua jelek amat " ucap diana mengeluh
" husss, elo tuh kalau ngomong dipikir napa, jangan gitu sama tuhan enggak boleh tauk, lagian kita mana tau takdir apa kedepannya bisa aja kan elo kedepannya jadi istri presiden hahaha " ucap lili menghibur diana
Diana tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu, dia memang benar tidak seharusnya diana mengeluh dengan takdir tuhan
" nah gitu dong senyum, lagian cuma tinggal cowok doang nanti cari lagi deh kata pepatah nih ya hilang satu tumbuh seribu " ucap lili
" iya iya gua tau, makasih ya elo udah hibur gua li " ucap diana
Dirumah nathan, dia sudah bangun dan sedang sarapan dengan keluarganya
" makan yang banyak kak " ucap mama
" iya ma "
Clara, wanita itu hanya diam dari tadi dia tidak berniat untuk berbicara dengan kakaknya itu, dia masih kesal dengan sikap kakaknya yang terus membela elena si wanita ular itu
" kamu hari ini ke kampus clar ? " tanya mama
Clara mengangguk lalu menyuapkan makanannya kembali
" nanti kakak anterin ya sekalian kakak mau ketemu sama elena "
Clara menatap tajam sang kakak
" enggak usah gua bisa pergi sendiri, lagian ngapain elo ketemu elena dikampus cari tempat lain aja " ucap clara cuek
Mama irma hanya menghela nafas panjang, setiap menyebut nama kekasih anaknya itu kedua anaknya pasti bertengkar sejujurnya dia juga tidak menyukai kekasih anaknya itu, dari nathan dinyatakan meninggal satu menit saya dia tidak menampakkan batang hidungnya
" ya kan kakak mau kasih kejutan sama dia dek pasti dia kaget banget " ucap nathan tersenyum
" elo kali yang bakalan kaget ( karena cewek elo udah pacaran sama dosen dan itu dilakukan terang terang an setelah elo dinyatakan meninggal ) " ucap clara
__ADS_1
" udah udah jangan pada berantem ini masih pagi, dan yang dibilang clara bener kak, tunggu waktu yang pas aja kamu ketemu elena mending kamu urus motif kecelakaan kamu itu biar beres kan semua orang belum tau kalau ternyata kamu masih hidup bukannya itu mempermudah kita cari tahu ya " ucap mama irma
Nathan termenung memikirkan perkataan mamanya, mamanya benar jika memang motif kecelakan itu agar dia mati pasti jika penjahat itu tau kalau nathan masih hidup dia akan merencanakan sesuatu yang buruk lagi,, aahhh tapi dia sudah kangen dengan kekasihnya itu bukannya seharusnya tak ada masalah jika dia menghubungi elena toh bukan dia pelakunya
" ma aku berangkat dulu ya " ucap clara
Clara berjalan keluar dan menghidupkan mobilnya, setelah dia sampai kampus dia melihat elena dan pras berjalan dengan mesra, dia mengeluarkan ponseknya dan memotret kejadian itu
" enak banget elo el, setelah kakak dinyatakan meninggal elo udah dapet pengganti aja apa jangan jangan elo udah selingkuhin kakak sebelum kecelakaan itu terjadi " ucap clara mengepalkan tangannya
Diana dan lili sudah keluar dari kampus, sekarang mereka sudah berada diatas motor diana dan sedang menuju ketoko
" semangat dong na, jangan lemes gitu " ucap lili menyemangati diana
" li, gua bisa tidur ditempat elo enggak sih? " tanya diana
Lili menatap diana lalu mengangguk dan disambut senyuman oleh diana
" makasih ya li " ucap diana memeluk lili
" kalau elo belum siap mempati rumah elo dan lihat kenangan elo sama andre, elo bisa tidur dikos gua "
Ahh makasih ya li elo emang sahabat gua hehehe
" emm sayang, jangan peluk peluk dong aku baru aja mandi " ucap elena
Ya pras sedang memeluk elena dari belakang mereka habis melakukan olahraga dan membuat hubungan mereka semakin erat
" yang .... " ucap pras
" apa ? " jawab elena lembut
" aku pengen lagi hehehe " ucap pras
Elena tersenyum ya elena memang menyukai pria dibelakangnya itu, selain dia tidak mau jika diana merasakan yang namanya cinta dia juga menyukai pria itu karena nafsunya yang besar sama halnya dengan dirinya berbeda saat dia masih berhubungan dengan nathan pria itu sama sekali tidak mau menyentuhnya elena sempat berpikir jika pria itu tidak suka dengan perempuan
nathan sedang berada di balkon kamar dan sedang menerima telepon seseorang
" jadi benar kalau kecelakaan itu disengaja ? " tanya nathan
" kamu terus cari siapa dalang dibalik kecelakaan itu, saya enggak akan melepaskannya " ucap nathan mengepalkan tanganya
__ADS_1
Seminggu sudah berlalu diana mencoba untuk ikhlas dan melanjutkan kehidupannya sendiri
" elo pucet banget na, apa kita kedokter aja ? " tanya lili
" enggak usah li, gua baik baik aja kok cuma agak pusing aja gua " ucap diana
Baru melangkah beberapa langkah diana ambruk dan membuat lili panik lalu membawanya kerumah sakit
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya diana sadar
" akhirnya elo sadar juga na, buat gua khawatir aja sama elo " ucap lili
" gua kenapa li? Kok gua bisa dirumah sakit " tanya diana bingung
Lili sedikit bingung untuk menjelaskan keadaan diana, dia tidak tahu harus dimulai dari mana
Flasback on
" apa!!!! Diana hamil dok ? " tanya lili tidak percaya
" iya, pasien sekarang tengah mengandung dan usia kandungannya sudah masuk 3 minggu "
Flasback off
" na gua mau ngomong sesuatu sama elo tapi elo jangan syok ya " ucap lili
Diana melihat lili dengan penasaran, apakah dia terkena penyakit berbahaya apakah umurnya tidak akan lama lagi
" ngomong aja li, jangan bikin gua penasaran " ucap diana
Lili membuka mulutnya tapi sulit sekali untuk mengeluarkan suara seakan dirinya orang bisu
" elo mau ngomong apaan sih li jangan bikin gua takut dong, apa gua punya riwayat penyakit yang mematikan? Atau umur gua udah enggak lama lagi ya ? " tanya diana
Lili menupuk lengan diana dengan lembut, dia tidak menyukai jika sahabatnya itu berbicara seperti itu, ohh tuhan apa katanya tadi riwayat penyakit yang mematikan ?
" eeeloo hamil " ucap lili menutup matanya
" ohhh hamil, kirain umur gua enggak lama lagi " ucap diana santai
" hah apa!!!!! Hamillllll " ucap diana kaget
__ADS_1
Deg deg.... Apa lagi ini tuhann