Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
keadaan doni


__ADS_3

Diana keluar dari rumah sakit dengan tangisan pasalnya dia tidak mempunyai niat apa apa dia hanya ingin membantu doni kenapa elena sekarang begitu membencinya apa salahnya


Diana berjalan dengan perasaan sedih bahkan sekarang sudah mulai gelap diana masih saja berjalan dengan tatapan kosong


" semoga kamu cepet sembuh don, maafkan aku kalau akulah yang donorin darah buat kamu bukan orang lain, aku tau kamu pasti benci banget kan sama aku " ucap diana


wajah diana begitu pucat bagaimana tidak dia kehilangan banyak darah dan belum makan sama sekali bajunya pun penuh dengan darah yang mengering, tiba tiba hujan turun begitu deras membuat diana semakin sedih


" sakit don saat aku melihat kamu terbaring begitu lemah, aku juga sakit melihat kamu dan elena semakin bahagia kenapa kamu membuat aku terbang tinggi lalu kamu hempaskan begitu saja " ucap diana


Diana terus menangis sampai ada payung yang menutupi kepala diana, diana menoleh ke atas dan melihat andre , diana memeluk andre dan menangis sekencang kencangnya


" apa aku salah kalau aku jatuh cinta, apa salah aku sampai semua orang begiitu jahat sama aku " ucap diana


Andre hanya mendengarkan ocehan diana, dia tidak mau menjawab setelah diana tenang andre membawa diana kemotor dan membawanya pulang untung saja hujan sudah reda jadi andre bisa membawa motor dengan cepat agar diana bisa mengganti baju


" lebih baik lo mandi dulu biar aku masakin air dulu, lo duduk dulu aja "


Diana menurut dengan perkataan andre dia hanya memikirkan bagaimana kondisi doni saat ini bahkan tubuhnya yang pucat pun tidak dia pikirkan


andre membawa diana kekamar mandi dan andre menuju ke dapur dia berniat untuk membuatkan bubur untuk diana apalagi dia melihat diana begitu pucat dia juga belum tau kenapa baju diana penuh dengan darah


Diana berjalan kekamar tapi disusul oleh andre


" makan dulu baru tidur " ucap doni


" biar gua bawa makanannya kesini lo duduk aja disini " ucap andre


Andre membawa bubur ke kamar diana dan memberikannya padanya


" makasih " ucap diana


" lo pucat banget lo habis dari mana gua khawatir sama lo dan juga kenapa baju lo berdarah ? " tanya andre


Diana meletakan bubur dimeja dan mulai bercerita kepada andre


" tadi siang aku mau beliin kamu bakso yang kamu mau tadi dan diperjalanan ada kemacetan dan ternyata itu kecelakaan antara mobil dan truk, jadi aku lihat kecelakaan itu dan ternyata yang kecelakaan doni jadi aku bawa dia kerumah sakit " ucap diana


" doni mantan lo itu "


Diana mengangguk dengan mata yang berkaca kaca


" terus kenapa lo bisa pucat? " tanya andre


" aku donorin darah aku ke doni "

__ADS_1


Andre diam dan mengambil mangkok bubur di meja lalu menyuapi ke mulut diana, setelah selesai makan andre menyuruh diana untuk istirahat


Dirumah sakit doni mulai membuka mata yang membuat elena begitu senang dan segera memanggil dokter


" gimana keadaannya dok? "


" setelah mentranfusi darah pasien sudah baik baik saja anda tidak perlu khawatir kalau gitu saya permisi " pamit dokter


doni ingat dengan kecelakaan itu dan memang kecelakaan yang begitu besar dan dia sangat bersyukur masih diberi hidup dengan tuhan


" siapa yang bawa aku kesini? apa kamu? " tanya doni


" iya aku yang bawa kamu kesini tadi ada orang yang menelfon aku jadi aku cepet cepet kesana untung aja posisi aku dekat sama kejadian itu " bohong elena


" makasih sayang, dan siapa yang udah donorin darahnya sama aku? Darah aku langka apa ada stok dirumah sakit ini " tanya doni


" gimana ya aku jelasinnya " ucap elena


" kamu jelasin aja sayang, aku mau berterima kasih kepadanya karena dia aku masih hidup " ucap doni


" tadi aku yang donorin darah aku kekamu " ucap elena


Elena berbohong dia tidak mau jika doni balas budi kepada diana karena dia tidak menyukai jika doni dekat dengan diana


" kamu orangnya sayang, makasih kamu udah nolongin aku kamu malaikatku sayang " ucap doni


" sepertinya tadi aku lihat diana membawa aku kerumah sakit dia juga nangis nangis ngomong buat aku bangun " batin doni


" ternyata cuma mimpi, dan yang nolongin aku adalah elena " batin doni


elena berpamitan untuk pulang dia tidak mau berlama lama dirumah sakit apalagi bau obat sangat menyengat dan yang paling penting doni sudah melihat dia pertama kali saat sedang bangun


Doni menelfon adiknya dan memberi tau jika dia masuk rumah sakit


" sekarang gua kesana kak lo tungguin gua ya " ucap leo


" dan jangan bilang sama papa sama mama gua enggak mau mereka khawatir " ucap doni


Sekitar sejam leo sudah sampai didepan kamar doni, dia masuk kekamar dan menemukan doni yang terbaring diranjang rumah sakit


" lo kok bisa kecelakaan sih kak ? " tanya leo


" panjang ceritanya yang penting gua naik baik aja tapi tetep lo jagain gua disini " ucap doni


" oke siap, tapi beneran elo udah enggak kenapa kenapa? "

__ADS_1


" gua udah lebih baik kok, untung aja pacar gua segera bawa gua kerumah sakit dan donorin darahnya buat gua "


" pacar? Lo punya pacar kak " tanya leo


" ya gua punya pacar dia sangat cantik "


" kenapa lo enggak pernah ngenalin kekita lo udah enggak anggep kita keluarga? " ucap leo sebal


" bukan begitu, gua mau bawa dia kalau dia udah siap buat nikah sama gua "


" wihh si playboy gaya nya mau nikah segala udah tobat lo " ucap leo


" ye enggak ngaca apa lo dari sma udah pacaran pasti lo aneh aneh kan waktu pacaran "


" hhh kayak lo enggak aja " ucap leo sebal


Leo teringat dengan mantan pacar nya itu entah bagaimana keadaannya sekarang, tak lama leo menggelengkan kepalanya


" dia yang ninggalin lo karena cowok lain jadi jangan pikirin apapun itu leo " batin leo


Dirumah diana, andre segera bangun dan menuju kekamar diana dia membuka pintu dan masuk, dia duduk diranjang dan menyentuh dahi diana


" badannya panas pasti gara gata kehujanan "


Andre keluar dari kamar dan mengambil kunci dan pergi, dia menuju ke pasar dia ingin membeli ayam, dia akan memasakan diana sub ayam agar badannya sedikit segar, setelah dari pasar andre berhenti diapotik dia membeli obat demam


Setelah sampai rumah andre menuju dapur dan mulai memasak tak lupa dia juga membuat susu jahe untuk diana, setelah selesai andre masuk kedalam kamar diana dan membangunkan diana


" sarapan dulu terus minum obat biar lo cepet sehat " ucap andre


" kamu masak? "


" heem bangun biar gua suapin "


" enggak usah biar aku aja " ucap diana


" enggak gua aja lo masih lemes "


" emangnya kamu enggak kerja? " tanya diana


" gua mau izin, gua khawatir sama lo " ucap andrw


" aku baik baik aja kok "


" y siapa tau tiba tiba lo Pingsan gimana? "

__ADS_1


Diana hanya diam percuma debat dengan andre dia pasti akan kalah


__ADS_2