
Diana bangun dengan perasaan yang tidak dapat diartikan, dia tidak menyangka jika dia akan memiliki hubungan dengan andre, dia merenggangkan otot tangannya
" pagi dunia " ucap diana tersenyum
Diana berjalan kearah kamar mandi, diana seperti mempunyai semangat untuk hidup lagi dia juga membuang rasa takutnya akan kisah percintaannya
Dia keluar dari kamar mandi dan mulai menghias wajahnya dia ingin terlihat berbeda dia tidak ingin terlihat menakutkan didepan andre ahhh apakah diana lupa jika andre sudah melihat baik buruknya diana haha cinta emang buta ya gaes
" selamat pagi " ucap andre
" pagi juga " ucap diana gugup
" kamu cantik banget hari ini " ucap andre
Diana tersenyum lalu melangkah kedapur
" kamu mau ngapain ? " tanya andre
" mau masak sarapan " jawab diana
" duduk aja aku udah masakin buat kamu " ucap andre
Andre memegang bahu diana dan mendudukan dikursi meja makan
" nih nasi goreng sepicial buat kamu " goda andre
" makasih " ucap diana mengambil sendok dipiring
Andre sudah duduk diseberang meja tempat duduk diana, dia memandang diana yang sedang makan dengan tenang, diana tampak lucu dengan cara makannya yang saat ini bagaimana tidak dia menyuap makanan ke mulutnya dengan sedikit
" kamu enggak lelah " tanya andre
" hah " ucap diana
" iya kamu enggak lelah makan kayak gitu " ucap andre
" ahh soalnya nasi gorengnya masih panas jadi aku ambil sedikit sedikit deh " ucap diana berbohong
Andre yang tau jika diana berbohong pun terdiam dan memikirkan cara
" aku kedapur dulu ya buat susu hangat buat kamu " ucap andre
Diana yang melihat andre kedapur segera menyendokan nasi kemulut dengan sebanyak banyaknya, betapa tersiksanya dia jika harus makan dengan anggun seperti tadi itu bukan diana sebenarnya tetapi diana juga tidak mau gagal lagi dalam percintaan dan membuat andre kecewa berpacaran dengannya
andre yang dari tadi melihat kearah diana pun tersenyum dia tahu jika diana maku jika harus makan dengan seperti biasanya apalagi dengan status baru mereka
" kamu lucu banget sih na " ucap andre
" ngapain sih harus malu jadi kamu sendiri kan yang tersiksa padahal aku menerima kamu apaadanya " ucap andre
__ADS_1
Andre berjalan ke arah meja makan dan tak lupa membawa susu hangat untuk diana, dia meletakan susu itu dimeja dan memandang piring yang sudah habis tak tersisa
andre mengelus pucuk kepala diana dan tersenyum
" nih jangan lupa minum susu hangatnya " ucap andre
jantung diana seperti ingin copot melihat perlakuan manis andre, padahal lelaki itu sering sekali mengelus pucuk kepalanya tapi hari ini terasa sangat berbeda
" kamu enggak kerja " tanya diana menghilangkan kegugupannya
" kerja, aku mau nunggu kamu pergi dulu " ucap andre lalu duduk dimeja makan
" kamu udah makan? " tanya diana
" udah hehe maaf ya aku tinggal makan duluan soalnya perut aku keroncongan dari kemarin " ucap andre
" hah dari kemarin? Emang kamu enggak makan dari kemarin " tanya diana kaget
Andre mengangguk dan membuat diana tambah syok
" kenapa? " tanya diana
" ya gara gara kamu ngehindarin aku terus sayang " ucap andre dengan manis
diana tambah dibuat bingung dengan ucapan andre
" kok aku sih " ucap diana
" bahkan aku bela belain buat sarapan tapi kamu enggak mau makan jadi aku juga enggak nafsu makan " ucap andre
Diana tersenyum mendengar cerita pria itu, dalam pikiran diana andre begitu sangat menyukainya
Diana sudah sampai kampus senyum dibibir diana juga belum hilang sepertinya mood diana sedang baik sekali.
" woy jalan sambil senyum senyum awas kesurupan lo " ucap lili
" ih apaan sih li bikin kaget aja " ucap diana
" bahagia banget hari ini ada apa emang "
" cihh kebiasaan kepo elo kambuh " ucap diana
" ye enggak papa kali, kan gua penasaran " ucap lili
" guaa jadian sama andre " ucap diana
" whatttt!!!!! " ucap lili kaget
diana menutup mulut lili karena gara gara dia semua orang tertuju dengan mereka berdua
__ADS_1
" jangan kenceng kenceng kenapa li, nanti ada yang denger " ucap diana
" gua syok taukkkk,, baru aja kemarin elo nolak nolak sekarang udah jadian aja " goda lili
" ahhh ceritanya panjang pokoknya nanti deh gua cerita sekarang kita harus kekelas sekarang kan jamnya pak pras " ucap diana
" bosen banget deh sama kelasnya mantan elo itu, bisa bisanya didalem kelas tetep bucin iya sih anak yang punya kampus mah bebas " ucap lili
Diana kaget dengan ucapan lili bagaimana dia tau tentang dosennya itu
" pak pras anak yang punya kampus ini li? Elo tau dari mana ? " tanya diana penasaran
" ahhh kemarin gua enggak sengaja obrolan pak umbar sama bu lita " ucap lili
" ahhh ngapain jadi ngomongin mantan elo sih, mending elo kasih pj buat gua " ucap lili
" pj apaaan " ucap diana pura pura tidak mengerti
" pajak jadian na masak elo enggak tau sih " ucap lili
Diana hanya acuh lalu sengaja pergi terlebih dahulu meninggalkan lili sendirian
" elo pura pura begok ya na awas ya elo " ucap lili saat menyadari jika diana menjahillinya
Diana berlari saat melihat lili sudah mengejarnya, dia begitu senang mendapatkan teman sekaligus sahabat yang bisa membuat dirinya tidak merasa insicure berbeda dengan ketika diana masih bersahabat dengan elena
Saat berlari diana tidak sengaja menabrak seseorang dan akhirnya tubuh diana oleng dan untungnya orang itu menangkap diana, diana menatap orang itu dan betapa terkejutnya dirinya saat mengetahui siapa yang ditabraknya
" pak prassss " ucap diana gugup
doni melepaskan pelukannya dari diana sementara lili yang melihat adegan itu hanya diam ditempatnya
" maaf pak saya enggak sengaja " ucap diana
" heem " ucap doni cuek lalu berjalan menuju kekelas
Lili yang masih berdiam diri setelah doni pergi dia segera menyusul diana
" gilaaaa pagi pagi udah dipeluk mantan aja nih " goda lili
" peluk peluk mata lo, enggak lihat tadi gua hampir jatuh kalau anak anak pada salah paham bisa dibully gua sama elena bahkan sekampus ini " ucap diana
" bukanya elo udah enggak takut dibully? Lagian siapa sih yang akan bully orang cantik kayak elo na " ucap lili
" udah ah kita masuk kelas aja pak pras udah jalan dari tadi tauk " ucap diana
Mereka berjalan menuju ke kelas dan syukurnya doni belum sampai disana padahal pria itu sudah terlebih dahulu menuju kekelas itu
" huhh syukur banget ya pak pras belum masuk kelas kalau udah bisa mati kita " ucap lili
__ADS_1
" udah duduk aja " ucap diana
Tak lama kemudian doni telah sampai dikelas dan memulai kelasnya seperti biasanya