Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
awal kehancuran


__ADS_3

Doni dan Diana telah sampai diapartemen , mereka membawa barang barang dan meletakkannya didapur


" aku ke kamar dulu ya, mau bersih bersih atau kamu mau juga bersihin badan kamu dulu? " tanya doni


" ah enggak usah nanti aku bersih bersih dirumah aja "


" oh yaudah "


Diana mengeluarkan barang barang dan mulai memakai celemek dan mengambil beras untuk dicuci lalu dimasak, setelah selesai Diana mulai mengiris ngiris sayuran dan daging, Diana ingin memasak soto ayam dan perkedel kentang


" airnya udah mendidih waktunya cempluin ayamnya " ucap Diana


Diana sangat telaten dengan dapur dia bahkan sangat berani saat ayam yang digorengnya meletuskan minyak panas, doni yang melihat itu pun tersenyum entah apa yang dirasakannya


" andai aja kamu pandai menjaga bentuk tubuh dan mukamu, pasti aku tidak akan menyianyiakan mu Na, tapi sayangnya aku hanya mendekati kamu bahkan mau berpacaran sama kamu karena aku mengiinginkan Elena bahkan aku tidak bisa tidur dengan perempuan lain saat mengingat wajah Elena, maafkan aku aku masih belum jujur sama kamu "


Doni lalu mendekati Diana dan memelukanya dari belakang, diana yang asyik dengan kegiatannya dibuat terkejut oleh doni, diana sangat gugup dan hanya diam saja saat tubuhnya dipeluk dia merasa tubuhnya kaku


" baunya harum banget sayang, aku jadi enggak sabar buat nyobain masakan kamu " ucap doni


" iyaaa, tapi bisa enggak kamu pergi dulu aku enggak bisa fokus sama masakan aku " ucap Dianan gugup


" begini lebih romantis tau dan aku lebih nyaman kayak gini "


Diana membiarkan tubuhnya dipeluk oleh doni dia segera mematikan kompor saat semuanya telah selesai, jantungnya saat ini tidak bisa terkontrol lagi


" makananya udah selesai, mau makan sekarang " ucap Diana


Doni tidak menjawab pertanyaan Diana dia malahan asyik memeluk Diana dan mulai mencium leher Diana, Diana merasa sensasi yang berbeda dia merasa geli dan sekaligus rasa yang belum pernah dirasakan, dalam beberapa menit diana sangat menikmati apa yang dilakukan doni dan pikirannya mulai kembali dan membalikan badannya untuk berbicara kepada doni agar menghentikan aksinya, belum sempat berbicara Doni langsung mencium bibir Diana yang membuat Diana melotot, beberapa detik Diana tidak membalas ciuman doni dia hanya menikmati ciumannya, setelah ciuman tidak dibalas oleh Diana doni segera melepaskan ciumannya dan mengangkat Diana ke meja makan


" kamu enggak suka aku cium? " tanya doni


" emm " Diana menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Melihat jawaban Diana doni segera mencium kembali bibir Diana tapi Diana masih tidak membalas sampai Diana kehilangan akal sehatnya dan membalas ciuman johan, setelah merasa Diana mengizinkan doni beralih keleher Diana dan memberi kecupan kecupan dan tak lupa tanda merah, Diana hanya bisa merem melek sampai tangan Doni sudah membuka dua kancing baju Diana dan membuat Diana tersadar akan apa yang dilakukannya


" don.... " ucap Diana sambil memegang tangan doni


Doni yang tadinya sudah kehilangan akal seakan tersadar dengan apa yang dilakukannya


" maaf Na,, aku khilaf aku bener bener minta maaf " ucap doni


" em enggak papa, kalau boleh aku mau pulang aja " ucap Diana


" biar aku anterin " Doni segera mencari kunci tetapi ditahan oleh diana


" enggak usah,,, aku naik taksi aja lagian kamu kan belum makan lebih baik kamu makan aja aku pergi dulu " ucap diana


Diana segera pergi dengan perasaan tak karuan, doni juga masih terpaku di meja makan itu


" ahhh sialllll " ucap doni meremas rambutnya


" ngapain sih lo don,,, kenapa lo sampai berselera sama cewek gendut itu lo udah gila apa "


" ah sial gua harus kekamar mandi "


Diana pulang dengan naik taksi, pikirannya entah kemana dia hanya diam saja


" ah aku tadi kenapa sih kok bisa terbawa suasana gitu " batin Diana


" tapi bagaimana kalau doni kecewa sama aku, bagaimanapun pasti dia udah on tadi makanya dia sampai gituin aku " batin diana


" tapi aku juga takut " batin Diana


Setelah selesai dengan urusan dikamar mandi, doni kembali ke dapur dan menyiapkan makanan yang telah dibuat Diana itu dia mulai menyendokan makanan kemulutnya


" heem enak juga masakannya " ucap doni tersenyum

__ADS_1


" kamu pasti kecewa ya sama aku Na, ahh bahkan tujuan gua aja belum tercapai gimana caranya gua nyakinin dia kalau gua cuma khilaf "


Setelah makan doni mencuci piring dan kembali ke kamar, dia merebahkan tubuhnya tapi sekian detik ponselnya berbunyi


" nomer baru? Nomer siapa "


Doni membiarkan nomer yang tak dikenali itu sampai nomer itu menelfon sebanyak 3 kali barulah doni mengangkatnya


" halo siapa? " tanya doni


" halo pak, ini saya Elena "


" El, kamu kenapa malam malam nelfon saya "


" maaf menganggu waktu bapak, tapi bapak kan tadi yang minta kalau ada apa apa suruh nelfon bapak sekarang saya jatuh dari kamar mandi pak dan gak ada orang yang bantuin kayaknya kaki saya terkilir deh "


Mendengar jawaban Elena membuat doni kaget


" apa!!!! Kirim alamat kamu sekarang, biar saya susulin kamu " ucap doni


Elena segera mengirim alamatnya dan tersenyum smirk


" gak ada yang bisa ngalahin pesona Elena terhadap laki laki termasuk kamu Diana " ucap Elena


" ah sebentar lagi aku bakalan dapet belaian sama cowok, ya meskipun bukan pacar aku tapi setidaknya cowoknya ganteng " ucap Elena


Elena berdiri menyemprotkan parfum dan mengambil kotak obat dan mengambil salah satu obat dan meminumnya, iya obat yang diambil adalah obat untuk mencegah kehamilan, memang Elena sudah pernah melakukan hubungan badan dengan cinta pertamanya meskipun cintanya kandas akan tetapi Elena merasa setelah tau bagaimana rasanya membuat Elena ingin dibelai, akan tetapi sialnya Elena mendapatkan pacar yang tidak mau menyentuhnya padahal Elena mendapatkannya perlu melalui berbagai cara


Di apatermen doni, doni segera berganti pakaian dan keluar menuju parkiran mobil dia melajukan mobilnya, dia takut akan terjadi dengan Elena dan dia berpikir dengan ini dia bisa mulai mendekati Elena jadi setelah dia bisa mendekati Elena dia akan memutuskan Diana, terdengarnya memang sangat jahat tapi dengan memutuskan diana secepat mungkin akan mengurangi sakit hatinya, doni sangat bersemangat menuju alamat yang diberikan oleh Elena tetapi ponselnya bunyi dan membuat doni berhenti sejenak


" halo Na , ada apa? Kamu udah sampai rumah " tanya doni


" iya aku udah sampai, kamu udah makan "

__ADS_1


" iya aku udah makan, tapi maaf ya Na aku gak bisa lama lama telfonanya soalnya teman aku ada yang kecelakaan jadi aku harus pergi"


" oh ya ampunn yaudah aku tutup telfonanya kamu hati hati jangan ngebut ngebut "


__ADS_2