
Diana menatap bis bis yang tertata rapi, ya diana sedang berada di terminal, hari ini diana akan memulai hidupnya hanya dengan anak yang dikandungnya
" lo harus jaga diri dimanapun elo berada na, dan tolong lahirin ponakan gua dengan selamat maaf gua enggak bisa pergi sama elo " ucap lili
" tenang aja, gua enggak papa kok asal elo jangan bocorin kalau gua pergi gara gara gua hamil, gua enggak mau anak yang gua kandung kena masalah li " ucap diana
" elo tenang aja yang penting elo harus bahagia di tempat baru elo, setelah elo pergi dari sini lupain semua masalah elo dan mulai buka lembaran baru bareng ponakan gua oke "
Diana tersenyum lalu memeluk lili, ya dia sangat bersyukur memiliki teman sekaligus sahabat yang pengertian seperti lili
Diana menaiki bus yang akan membawa dia ke kehidupan barunya itu, dia menatap ke jendela dan melambaikan tangan kearah lili lalu setelah bus itu jalan dia meraba perutnya yang masih rata dan tersenyum
" kita akan memulai hidup baru sayang,, kamu harus dukung keputusan mama ya " batin diana
" kamu lagi hamil ya ? " tanya perempuan disamping diana
Diana menoleh tapi tidak menjawab dia hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangan
" kalau kamu lagi hamil, semangat ya kalau emang ayah bayi kamu enggak mau mengakui kamu enggak boleh hilangkan bayi itu, dia enggak salah " ucap perempuan itu lagi
" kamu ngomong apa sih, aku enggak paham " ucap diana sebal
" maaf maaf, bukannya aku mau ikut campur sama urusan kamu, tapi melihat kamu mengelus perut kamu aku kira kamu hamil " ucap perempuan itu
" ya emang aku sedang hamil dan memang ayahnya tidak mengetahui keberadaannya" ucap diana sedih
" kalau gitu aku minta tolong,, rawat bayi itu jangan sampai kamu nyesel " ucap perempuan itu sedih
" kenapa ? "
" ya kalau niat kamu pergi dari jakarta buat hidup sama bayi kamu aku dukung penuh keputusan kamu, tapi kalau kamu pergi untuk menghilangkan bayi itu tolong pikirkan lagi, aaaa bukannya aku menggurui kamu tapi aku teringat adikku dia juga hamil dan pacarnya enggak mau tanggung jawab dan kedua orang tua kami juga enggak mau menerima kenyataan dan akhirnya adikku pergi dan memilih mengakhiri hidupnya bersama bayi yang dia kandung karena menurutnya tidak ada yang mau menerima kehadiran bayinya itu " ucap perempuan itu
Diana menoleh ke perempuan itu, dia merasa tersentuh saat perempuan itu memperhatikannya, ternyata kisah adiknya selaku terbayang bayang dikehidupannya
" meskipun dunia enggak mau menerima bayi ku, tapi aku yang akan menerimanya sepenuh hidupku jadi kamu enggak usah khawatir " ucap diana memegang tangan perempuan itu
" syukurlah " ucap perempuan itu
" oh ya kita belum berkenalan, namaku diana " ucap diana
__ADS_1
" salsa, nama aku salsa senang kenal kamu diana, maaf ya tadi aku sok kenal sama kamu hehe " ucap salsa
" iya enggak papa kok " ucap diana
" oh ya kamu mau pindah ke surabaya sendirian ? " tanya salsa
" iya, aku udah enggak punya siapa siapa lagi kedua orang tua aku juga udah meninggal " ucap diana
" oh ya ampun na, maafkan aku, aku lancang banget ya " ucap salsa merasa bersalah
" enggak papa, oh ya kamu ada rekomendasi kos atau kontrakan gitu yang murah aja hehe " ucap diana
" kos? Kontrakan ? Emmm aku enggak terlalu paham sama kos atau kontrakan di surabaya sih, tapi kalau kamu mau kamu bisa tinggal sama aku, aku kebetulan ada rumah disana peninggalan kedua orang tuaku " ucap salsa
" emang gak papa? Orang tua kamu gimana ? " tanya diana
" sama kayak kamu, orangtuaku udah meninggal hehe " ucap salsa
" maaf aa... K" ucap diana
" udah enggak papa, aku udah ikhlas kok,, sebenernya mama aku depresi setelah adik aku bunuh diri dan sebulan kemudian mama meninggal dan karena rasa bersalahnya dengan mama dan adikku papa juga ikut pergi meninggalkan aku, mereka pasti udah bahagia ketemu adik aku hehe " ucap salsa berusaha tegar
" sebenarnya aku juga baru mau tinggal disurabaya, ya anggep aja cari suasana baru awalnya sih aku pikir bakal kesepian ya hehe tapi aku harap kamu mau tinggal sama aku mau ya na? Tenang aja aku orang baik kok kalau kamu takut tinggal sama aku hehe " ucap salsa
Diana bingung harus menjawab apa, tapi dilihat dari wajahnya saja diana merasakan jika salsa adalah orang yang baik dan untuk pertemuan pertama cukup membuat diana menjadi dekat dengan dirinya
" tapi emang gak papa? Aku gak enak sama kamu " jawab diana
" ya elah aku malahan seneng kalau kamu mau tinggal bareng aku "
Diana tersenyum lalu mengangguk tanda dia menyetujui tawaran salsa
" yaudah perjalanan masih panjang tidur gih, aku juga capek hehe " ucap salsa
Perjalanan hampir 10 jam itu akhirnya ditempuh oleh diana dan salsa, mereka berdua turun dari bus lalu mengambil barang mereka di bagasi bus
" kamu capek enggak na? " tanya salsa
" lumayan hehehe " jawab diana
__ADS_1
Salsa tersenyum lalu membantu diana membawa koper
" eee enggak usah biar aku aja " ucap diana
" santai aja kali, kamu cukup jagain tuh keponakan aku biar sehat sampai lahir hehe " ucap salsa
Diana terharu dengan ucapan salsa, salsa yang baru mengenalnya tapi memperlakukan dirinya dengan sangat baik, diana merasa mempunyai keluarga disini ditempat baru untuk kehidupan diana
" kita makan dulu ya,, laper" ucap salsa membuyarkan lamunan diana
" oke "
Setelah makan siang salsa membawa diana ke rumahnya dan menempuh kurang lebih satu jam dari terminal
" maaf ya masih berantakan soalnya enggak pernah ditempati hehe " ucap salsa
" iya enggak papa, nanti kita kan bisa bersihin sama sama " ucap diana
" oke yuk kita bersih bersih dulu "
Sekitar 2 jam lamanya mereka berdua membersihkan rumah yang akan ditempatinya
" huh akhirnya bersih jugaaa,,, capekk banget gua " ucap salsa.
" iya capek ya " ucap diana
" enggak papa kan na kalau gua panggil elo aja, sebenarnya sebutan aku kamu buat gua enggak nyaman hehe " ucap salsa
" boleh kita kan sekarang udah temenan,, eh enggak enggak kita kan saudara iya kita kan keluarga hehe " ucap diana
Salsa terharu dengan ucapan diana, ya bagaimana tidak keluarganya pergi meninggalkan dirinya sendiri meskipun orang tuanya meninggalkan harta yang begitu banyak tapi salsa tidak bisa menggunakannya karena keluarga sang mama yang sangat ingin menguasai semua harta itu, dan sampailah salsa dirumah ini satu satunya yang dapat salsa pertahankan
" makasih na, aku jadi enggak kesepian lagi " ucap salsa tulus dari hati
Diana mendekati salsa laku memeluknya, dia tau seberapa rapuhnya saat kita perlu semangat tapi tidak ada yang bisa diharapkan olehnya, diana juga merasakan kesedihan yang dirasakan oleh salsa
" udah kita istirahat aja yuk udah mau malam juga " ucap salsa memberhentikan adegan sedih itu
" oke "
__ADS_1