
" maksud kamu apa andre? " ucap diana
Andre menatap diana dengan tatapan penuh arti
" gua udah ingat semuanya na, guuaa.... Udah selingkuhin pacar gua gua bingung harus gimana na " ucap andre
Diana menahan tangis, sejak memutuskan berpacaran dengan andre diana sudah mewanti wanti hatinya ketika suatu saat ingatan andre kembali
" permisi " ucap suster
Diana menatap suster itu lalu berbicara dengannya
" jadi andre bisa dibawa pulang sekarang sus ? " tanya diana
" iya, pasien sudah boleh dibawa pulang dan mohon untuk melunasi adminitrasinya terlebih dahulu " ucap suster
" baik dok " ucap diana
Diana menatap andre yang sedang merasa frustasi, dia tidak tega melihat kekasihnya itu
" aku pergi dulu, nanti kita omongin lagi " ucap diana
Andre menatap diana dengan penuh penyesalan
" maafin gua na, gua emang sayang sama elo tapi gua lebih dulu sayang sama pacar gua, pacar yang selalu ngorbanin semuanya buat gua " ucap andre
setelah melunasi admintrasi diana berjalan dengan lesu, semua kejadian ini sangat tiba tiba dan membuatnya kaget meskipun dia sempat berpikir untuk merelakan jika kejadian ini terjadi
" apa dengan melepas kamu, kamu akan bahagia dengan pacar kamu ? "
" ya jelas bahagia lah, bukannya udah jelas ya na " ucap diana menatap dibalik pintu
Diana menarik napas lalu membuka pintu dan tersenyum kearah andre
" kita udah boleh pulang, aku juga udah pesen taksi " ucap diana
Andre mengangguk lalu berusaha berdiri, diana yang ingin membantu tapi sepertinya andre berusaha menjauhinya
" gua bisa sendiri na " ucap andre dingin
Diana menarik nafas lagi dan berjalan dibelakang andre, didalam taksi juga andre dan diana sama sama diam dengan pikirannya masing masing
" gua kekamar dulu " ucap andre
" heem "
Diana juga memasuki kamarnya, dia merebahkan tubuhnya kekasur dia seakan menahan air matanya untuk jatuh dia sudah bertekad jika andre ingin kembali dengan kehidupannya dulu diana akan merelakan andre, dia juga sudah bersyukur bisa bahagia dengan andre walaupun hanya sebentar
Satu minggu sudah tapi andre masih saja dingin dengan diana, sebaliknya diana selaku menyiapkan makanan untuk andre tapi selalu tidak dimakan dan membuat diana merasakan frustasi, jika andre ingin kembali seharusnya dia bicarakan dengannya tapi ini apa? Dia malahan mendiamkan diana
__ADS_1
" kamu mau kemana? " tanya diana
Andre menatap diana dan berhenti berjalan
" aku mau keluar "
Diana menarik tangan andre, dia akan segera berbicara dengan andre bagaimanapun keputusan andre diana akan tetap menerimanya
" kita perlu bicara sebentar aja, kita duduk dulu " ucap diana
Andre menurut dengan diana, mereka duduk diruang tamu, beberapa detik mereka sama sama terdiam dan diana mulai menghela nafas dan mulai berbicara
" kamu udah sembuh ? " tanya diana
" ya udah " ucap andre
" na " ucap andre
" heem ? " ucap diana
" kalau gua kembali kekeluarga gua apa elo gak papa? " tanya andre
diana menatap mata andre yang sudah berubah, tatapan andre sekarang terlihat sangat dingin
" kamu berhak nentuin hidup kamu sendiri, dan aku enggak akan ngehalangi kamu " ucap diana lalu tersenyum
Andre mengeluarkan cek didalam sakunya dan memberikannya kepada diana
" apa maksudnya ini? " tanya diana bingung
" ini cek, kamu boleh nulis berapapun nominal yang kamu inginkan na, ini sebagai bentuk terima kasih aku karena kamu udah mau nampung aku disini dan sekaligus uang keperawanan kamu yang aku rebut " ucap andre pelan
Degg....
" apa bedanya aku sama ****** kalau kayak gini, kamu tega banget sama aku dre " batin diana
Diana mengembalikan cek yang diberi andre
" aku enggak butuh cek itu, aku bantuin kamu ikhlas dan soal keperawanan aku, kamu enggak usah khawatir aku baik baik aja kok " ucap diana menahan tangis
Andre menatap diana dengan penuh kemarahan
" bisa enggak sih na elo ambil cek ini biar gua enggak merasa bersalah sama elo, gua enggak bisa pergi gitu aja setelah apa yang gua berbuat sama elo, berat buat gua na " bentak andre
Diana menatap andre lalu tersenyum
" pergilah ndre... Aku ikhlas kamu pergi enggak usah merasa bersalah, toh kita lakuin semuanya dengan sama sama suka kan ? " ucap diana tersenyum
degg andre bingung dengan keputusannya, tapi ada keluarga yang menantinya dirumah sudah beberapa bulan dia menghilang meninggalkan keluarga dan kekasihnya itu
__ADS_1
" tolong na ambil cek ini, setelah kamu ambil aku udah enggak ada utang budi sama kamu na "
Diana tertawa cukup keras
" haha "
" aku enggak butuh cek itu ndre, kamu ngerti enggak sih, kamu anggep aku ****** apa hah " bentak diana
" bukan begitu na " ucap andre
" kamu tahu setelah aku nerima kamu jadi pacar aku, dan melakukan itu dengan kamu aku udah memikirkan matang matang ndre, aku udah memikirkan jika ingatan kamu kembali jadi aku udah ikhlas ndre kalau kamu pergi dan aku janji aku enggak akan ganggu kamu dengan tunangan kamu, anggep aja kita enggak pernah kenal" ucap diana menahan tangis
Diana berdiri dan berjalan menuju kamarnya dan berhenti sejenak
" dan selamat bahagia dengan kehidupan asli kamu nathan aku harap setelah ini kamu lebih bahagia lagi, kalau kamu pergi pergi saja enggak usah pamitan sama aku " ucap diana
Andre menatap diana dengan frustasi, dia hanya ingin memberikan sedikit kompensasi tapi kenapa diana tidak mau,
Andre melangkah kekamarnya dan membereskan beberapa bajunya dan keluar menuju kamar diana
" aku pergi na, maafkan aku, aku enggak bisa nepati janji aku sama kamu, aku juga berat ninggalin kamu na tapi aku juga enggak sanggup melihat elena sedih na dia udah lama nunggu aku, aku harap kamu juga bisa menemukan kebahagiaan kamu na " ucap andre di depan pintu kamar diana
Andre melangkahkan kakinya keluar dan melihat kedalam rumah, kenangan dirumah ini sangat banyak dan membuat andre menghela nafas
Setelah andre pergi, diana menangis sejadi jadinya, apalagi mendengar perkataan andre sebelum pergi
" sakit tuhan, sakit banget " ucap diana
" kenapa aku enggak pernah bahagia, kenapa tuhan semua orang seakan meninggalkan aku aku salah apa tuhann "
" papa mama, ini terlalu sakit ma pa, diana udah enggak sanggup ma pa " ucap diana
Dirumah nathan
tok tok....
" siapa malam malam gini ada tamu ? " tanya mama irma ( ya nathan adalah anak tante irma yang dinyatakan meninggalkan itu) "
" enggak tau ma, biar aku aja yang bukain mama istirahat aja " ucap clara ( jeng jeng jeng ingat clara yang selalu bulli diana itu? Dia adalah anak dari tante irma dan adik dari nathan
Clara berjalan menuju ke pintu depan dan segera membukakan pintu
" iya sebent.... Kak nathan !!!!! " ucap clara kaget
" apa clar kok kamu kayak kaget gitu " tanya mama irma
Degg......
" ma aku pulang " ucap nathan tersenyum
__ADS_1