
kalian penasaran gak sih sama wajah wajah dari tokoh novel aku?, sebelumnya aku gak pengen kasih wajah tokoh tapi entah kenapa aku pengen banget buat kasih wajahnya biar feel cerita aku dapet gitu lo dan mohon maaf fotonya emang sengaja aku edit karena aku ambil beberapa foto artis, kenapa aku edit takut takut jika terjadi aksi serang menyerang gitu lo gaes hehee.....
1.Diana Meysa Putri
2.Nathan Adibrata
3.Elena
4.Doni Prasetyo 😁🥰
5. Johan
Bunga
7. Clara
8.Tante Irma
9.maya
Hehe bagaimana gaes dengan karakternya Menurut kamu udah cocok apa belum dengan cerita Novel ini?, tolong tulis di kolom komentar ya☺
Yuk yuk lanjut ke ceritanya
Diana kembali kerumah dengan perasaan tak menentu, dia takut jika Doni kecewa dengan dirinya dan dia juga takut karena ini hal pertama untuknya
" lebih baik aku telfon doni aja, biar aku pastiin sendiri kalau dia kecewa apa enggak " ucap Diana
Diana menelfon Doni dan diangkat, diana cukup bahagia karena telfonannya diangkat dan cukup merasakan kelegaan dihatinya
" semoga temennya Doni baik baik aja " ucap Diana
__ADS_1
Diana berjalan kearah kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya, setelah beberapa menit dia telah selesai dan merebahkan tubuhnya ke ranjang
" ah capek banget hari ini " ucap Diana
" Doni lagi apa ya? "
" ahhh kamu enggak boleh ganggu dia Na, dia kan lagi bantuin temennya yang kecelakaan kalau dia sibuk gimana, lebih baik aku tidur aja "
Diana mulai memejamkan matanya sekitar 30 menit dia tetep memejamkan matanya tapi dia tidak bisa tidur
" ahhh kenapa aku gak bisa tidur sih padahal aku capek bangetttt "
Diana gulang guling kekiri kekanan tapi tetep saja dia belum bisa tertidur
" kenapa hatiku kayak gak tenang ya.... Ahh aku kenapa sih " ucap Diana
Diana bisa tertidur sekitar jam 2 pagi itupun diana masih bisa mendengarkan sedikit sedikit angin yang masuk tapi dia mengabaikan, mungkin hatinya tidak tenang pasalnya pacarnya dan sahabatnya sudah main gila dibelakangnya
Diapartemen Elena......
Doni keluar duluan setelah mereka menghabiskan beberapa jam dikamar mandi, doni menuju ke dapur dan membuka kulkas dia mulai mengambil beberapa bahan makanan dan mulai memasaknya, dia ingin sarapan dengan sandwith dia mulai menggoreng telur dan menatanya di roti, tidak lupa juga doni menuangkan susu dan mulai menghangatkannya di microwave dan mulai menyusunya dimeja makan
" kamu masak? " tanya Elena
" heem, ayo sarapan pasti kamu lelah kan "
" ckkkk.... kamu pasti tau siapa yang buat aku kelelahan " ucap Elena
" hehe "
" kamu mau kekampus ? " tanya Doni
" iya kan hari ini aku ada kelas dan kamu tau itu kelasnya siapa "
" kalau gitu kamu berangkat sama aku "
" em enggak ah, bagaimana kalau Diana lihat kita kamu kan pacarnya sekarang dna aku hanya simpanan kamu " ucap Elena sedih
" siapa yang bilang kamu simpanan aku? Aku akan mutusin Diana toh aku enggak pernah ngapa ngapain sama dia tujuan aku deketin dia ya karena aku tertarik sama kamu sejak pertama kali kita ketemu dicafe itu "
Elena tersenyum dengan lebar dia memang puas dengan perlakuan Doni di atas ranjang elena cukup menyukainya, dan yang paling terpenting dia memang tidak menyukai Diana, dia tidak mau Diana mendapatkan kebahagiaannya
Dirumah Diana, Diana bangun sekitar jam 7 pagi sementara kelas dimulai jam 8 dia buru buru pergi ke kamar mandi dan segera memakai pakaian dia sangat buru buru karena perjalanan ke kampus memakan waktu sekitar 40 menit itu saja jika tidak macet.
" aduh kesiangan lagi aku " ucap Diana sambil memasukan laporan laporan ditasnya
" sarapan dikantin aja kali ya aku " ucap Diana
Diana segera menaiki sepeda montornya dan menuju kekampusnya untung saja hari ini tidak terlaku macet jadi Diana masih ada waktu untuk sarapan dikantin
" pesen nasing goreng sama es teh ya buk "
" iya neng tunggu sebentar ya " ucap ibu penjaga kantin
__ADS_1
Diana menunggu makananya datang dimeja pojokan kantin suasana kantin begitu ramai memang semua orang sering sarapan dikantin daripda dirumah
" lo lihat kan tadi? " ucap wanita didepan meja Diana
" iya apa jangan jangan mereka ada hubungan ya masak tadi tatap tatapannya sambil senyum senyum sih "
" ahh gua jadi kepo deh,, kalah start deh gua kalau gini hilang deh laki laki idaman gua " ucap wanita itu kecewa
Diana hanya menyimak cerita dari wanita di depannya itu
" ini neng nasi gorengnya sama es tehnya " ucap ibu kantin
" makasih bu "
Wanita yang sedang bergibah itu mengalihkan pandangannya ke meja Diana lalu berjalan dan duduk didepan Diana
" eh lo cewek jelek "
" diana, nama aku diana " ucap Diana jengkel
" ah apalah itu gua gak perduli, lo tau hubungan Elena sama pak pras " tanya wanita itu
Diana yang minum lalu tersedak tak mengerti dengan perkataan itu
" maksudnya ? " tanya diana
" ya lo ditanya malahan baik tanya sih " ucap wanita itu sebal
" ya lagian ngapain lo tanya sama dia sih,, lagian ya emang si Elena nganggep dia sahabat apa? Pasti dia juga kagak tau deh gua jamin " ucap wanita satunya
" ahh padahal gua penasaran banget kenapa Elena sama pak Pras bisa berangkat bareng "
Deg.... Itulah yang dirasakan diana saat mendengar ucapan wanita itu
" tapi ya kemarin tuh gua lihat pak pras sama perempuan tapi gua gak lihat mukanya tau "
" lo ketemu dimana? "
" dimall, gua juga lihat Elena sama pak Pras kekasir berdua gitu terus mereka kayak pasangan tau gak, dan gua herannya wanita yang pertama sama pak pras gak keliatan atau jangan jangan pak pras pergi sama pembantunya kali ya "
" ya mana bisa gua lawan Elena pasti kalah lah gua, masak gua harus melerakan pak pras sih "
" pergi yuk disini juga dia kagak tau " ajak wanita itu pada temannya
Diana masih terdiam mencerna semua perkataan wanita itu
" jangan jangan mereka..... " batin Diana
" tapi bukannya kemarin Elena pamit pergi ya sebelum aku mau ketoiled tapi ternyata dia bantuin doni buat bayar dikasir " batin Diana
" kenapa aku jadi khawatir ya " ucap Diana
Diana memakan nasi gorengnya dengan perasaan tak menentu dia begitu takut jika terjadi apa apa dengan kekasihnya dan juga sahabatnya itu, dia dengan cepat memakan sarapannya dan ingin sekali menemui doni atau elena untuk menanyakan soal ucapan wanita itu.
__ADS_1
" tapi kenapa aku secemas ini, bukannya elena udah punya pacar dan dia juga tau kalau doni nembak aku bahkan udah jadi pacar aku jadi semua ucapan mereka pasti salah " batin Diana berusaha menenangkan dirinya sendiri