Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
Dunia serasa milik berdua


__ADS_3

Setelah selesai ngampus Diana pergi ketoko dengan suasana hati yang lebih bahagia bagaimana dia tidak bahagia laki laki yang sebulan ini mengacaukan hatinya ternyata juga menyukainya


" siang kak bunga "


" siang Na, kamu kenapa kok senyam senyum habis dapet emas lo ? " tanya bunga


" ahhh lebih dari emas deh kayaknya kak hehehe " ucap Diana


" hah apaan "


Belum selesai Diana menjawab ada seseorang yang menghampirinya


" sayang.... "


Mata bunga dan Diana segera mengarah kesuara itu dan ternyata dia adalah doni, senyum Diana mulai melebar dan menghampirinya


" kamu ngapain kesini? " tanya Diana


" ahh ya mau nyamperin pacar aku ini lah " ucap doni mencubit hidung Diana


" wah wahh Na.... gua butuh penjelasan lo " ucap bunga kaget dengan hubungan mereka


" biar gua aja yang jelasin, kenalin gua Doni pacarnya Diana " ucap Doni


" hah " ucap bunga kaget


Diana pun sama saja kagetnya dengan bunga bagaimana tidak kaget laki laki itu mengakui ke orang lain bahwa dia adalah pacarnya


" ahhh pajak jadiannya dong kalau gitu Na " goda bunga


" ihhh apaan sih kak "


" boleh gak kalau Diana hari ini gak kerja dulu? " tanya doni


" emangnya kita mau kemana? " tanya bunga


" ada deh " ucap doni sambil mengedipkan mata


" ya udah pergi sono yang baru kasmaran, biar toko aku yang handel " ucap bunga


" beneran gak papa kak ? " tanya Diana


" iya lagian kan lo sering nolongin gua Na, udah sana nikmati waktu berdua kalian " ucap bunga


" makasih kak " ucap Diana senang dan langsung memeluk bunga


" kalau gitu kita pergi ya kak "


mereka bergandengan tangan dan menuju ke tempat parkir


" kita naik mobil aja ya nanti biar montornya disini nanti aku suruh orang buat bawa kerumah kamu " ucap Doni


" iyaa "


Doni melepas tangan Diana dan membukakan pintu mobil dan dia juga segera masuk. Setelah masuk doni memajukan badannya ke arah Diana dan memasangan sefety belt ketubuh Diana yang membuat Diana terpaku

__ADS_1


" utamakan keselamatan sayang " ucap doni


Deg deg deg


" hati aku kenapa sihhh,, kayaknya aku perlu periksa deh kok jantung aku berdetak cepat banget " batin diana


" muka kamu kenapa merah? Kamu sakit " ucap doni memegang dahi Diana


" ahh enggak kok yaudah jalan kita mau kemana " ucap Diana mengalihkan topik


" ah aku tau kamu pasti malu ya iya kann? " goda doni


" eenggak aku gak malu ngapain aku malu " elak diana


" hhh kamu lucu banget sih yaudah kita jalan ya " ucap doni mencubit kedua pipi Diana


Diana yang menahan malu hanya bisa diam dengan pipi merahnya, dia begitu gugup didekat doni, mungkin karena ini pertama kalinya diana anggap ada oleh laki laki


" kita ngapin ke mall ? " tanya Diana setelah melihat doni membawanya ke mall


" kita mau belanja, katanya kamu kan bisa masak aku mau makan masakan kamu " ucap doni


Doni mengandeng tangan Diana dan memasuki mall dan memilih sayuran dan daging dagingan tak lupa snack


" em kamu suka makanan apa? "


" apa aja yang kamu masak pasti aku suka " ucap doni dengan tersenyum


" oh yaudah " ucap Diana masih dengan pipi tomatnya


Setelah lama memilih Diana bertemu dengan Elena


" oh ada pak pras juga, selamat siang pak " sapa Elena


" El.... ini kita lagi belanja " jawab Diana


Elena memandang doni dan ternyata doni pun melihat kearahnya, entah apa yang ada dipikiran mereka berdua


" kamu ngapain kesini El, kamu sendirian? " tanya Diana


" ah sebenernya tadi gua ada janji sama pacar gua tapi ternyata dia sibuk jadi gua mau pulang eh malahan ketemu sama lo disini " jawab elena dengan nada sebal


" ohh,, oh ya aku ketoiled dulu ya kamu tolong bawa ini kekasir dulu " ucap Diana kepada doni


" em iya kamu pergi ketoiled dulu aja " ucap doni tersenyum


" El aku tinggal ya, "


" ah iya gak papa, gua juga mau pulang kok "


Diana pergi tanpa menaruh rasa curiga terhadap Elena, tapi kenyataannya Elena bukanlah sahabat yang benar baik baik, bagaimana bisa disebut baik jika dia menginginkan kekasih sahabatnya itu


" biar saya bantu pak pras " ucap Elena


" oh iya " ucap doni

__ADS_1


Lalu Elena mengambil barang barang dan meletakannya dikasir


" pak pras belanja sebanyak ini mau ada acara ya ? " tanya Elena


" ah enggak saya cuma ingin makan masakan Diana aja " ucap doni


" oh emang masakan Diana enak pak hehe " ucap Elena


" oh ya, beruntung dong saya punya pacar pintar masak " ucap Doni


" *lebih beruntung lagi kalau kamu yang jadi kekasih saya, tapi setelah mengetahui kamu sudah punya kekasih mau tidak mau aku harus memanfaatkan sahabat kamu buat misahin kalian berdua " batin doni


" ah perhatian banget dia, aku harus dapetin kamu " batin Elena*


" tapi kalau jago masak aja gak jago diranjang juga percuma ya pak hahah " ucap Elena


" hah maksudnya? "


" ehh bukan maksud saya apa apa pak saya cuma bercanda kok " ucap elena


" oh kamu suka sekali ya bercanda " ucap doni tersenyum


Setelah selesai membayar tiba tiba tubuh Elena hampir terjatuh untung saya doni segera menangkapnya, mata mereka berdua bertemu dan saling tatap, doni yang memang sudah tertarik dengan Elena tidak membiarkan dia lepas begitu saja


" kamu gak papa ? " tanya doni


" em enggak kok pak makasih udah mau nolongin saya, saya pergi dulu enggak enak kalau Diana lihat nanti jadi salahpaham " ucap Elena


" ini.... Beri aku nomer telepon kamu" ucap doni


" buat apa pak? " tanya elena


" kalau kaki kamu masih sakit, kamu bisa telepon saya, saya akan bawa kamu kerumah sakit " ucap doni


" tapi bapak kan pacarnya sahabat saya, gak baik kalau bapak minta nomer saya " ucap Elena


" justru itu karena kamu sahabat pacar saya, saya cuma bantu kamu saja tadi katanya pacar kamu sibuk kan jadi niat saya cuma mau nolongin kamu aja "


Elena mengambil kartu nama doni karena dia yang meminta untuk diberi kartu nama saja alasannya jika kakinya baik baik saja dia tidak akan menghubungi doni


" kalau begitu saya pergi dulu pak " ucap elena


" iya hati hati " ucap Doni


" *kena juga kamu pras... " batin elena tersenyum smirk


" aku gak akan melepaskan kamu sayang, harusnya kamu yang jadi milik aku " batin doni*


Diana baru saja kembali dari toiled dan menghampiri doni yang sedang menunggunya


" maaf lama tadi toilednya penuh " ucap diana


" oh yaudah gpp, kita pulang ya " ucap doni


" pulang kemana? "

__ADS_1


" keapartemen ku " ucap doni


Mereka pergi dari mall, semenjakkeluar dari mall hati Diana semakin tak karuan pasalnya dia baru pertama kali pergi ke rumah laki laki, begitupun dengan doni dia hanya fokus menyetir dan senyum senyum sendiri memikirkan Elena sehingga mengabaikan keberadaan Diana


__ADS_2