Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
kecurigaan Diana


__ADS_3

" ada sesuatu yang kamu alami tentang keperawanan kamu sampai kamu nangis gini sayang? " tanya doni setelah melihat Elena menangis


Elena masih tetap menangis dan tidak mau berkata apa apa


" ngomong sayang, aku bakalan nerima kamu apa adanya jika kamu jujur " ucap Doni menenangkan


" aku takut don, aku takut " ucap Elena sambil menangis


" gak papa aku bakalan nerima kamu apaadanya "


" aaaku..... Aku kotor don aku kotor, aku gak pantes buat kamu " ucap Elena sesegukan


Doni berdiri dari tempat duduk dan berjalan menuju pintu dan menguncinya agar tidak ada yang mendengarkan


" ada apa? Kenapa kamu bilang begitu sayang aku bingung kalau kamu nangis aja " ucap doni memeluk Elena


Elena menangis dalam pelukan doni, dia menangis tanpa henti setelah beberapa menit elena sudah mulai tenang dan mulai cerita


" sebenarnya aku pernah diperkosa " jawab Elena


" diperkosa!!!!!! " ucap Doni kaget


flashback on


" kamu ngapain Diana sih jangan terus terusan bully dia ya atau mau aku laporin ke kepala sekolah " ucap Elena setelah melihat Diana dibully habis habisan dengan teman sekelasnya


" aduh El lo ngapain sih temenan sama dia, kita itu gak level tau gak lebih baik lo tinggalin nih yang lo anggep temen lo bakalan sial kalau mau temenan sama dia " ucap lia teman sekelasnya


" gua mau temenan sama siapa aja itu bukan urusan lo, lebih baik lo minggir deh " ucap Elena


geng mereka pun pergi dengan kesal


" makasih kamu udah nolongin aku, seharusnya kamu biarin aja dibully sama lia, aku takut terjadi apa apa sama kamu " ucap Diana


" lo ngomong apain sih kita kan teman satu kelas jadi lo juga teman gua mulai saat ini kita temenan yaudah aku bantuin bangun "


Beberapa bulan kedekatan Diana dan Elena pun semakin erat kemanapun mereka pasti bersama sehingga membuat orang orang yang sering bully Diana enggan mendekatinya karena mereka tau seberapa berpengaruhnya Elena terhadap sekolah ini


" awas aja gua bakalan jauhin mereka berdua " ucap salah satu siswi tersenyum smirk


malam hari pun tiba Elena baru tiba ke apartemannya, ya elena sudah memutuskan untuk tinggal diaparteman saat masuk ke SMA


**Diana😻


" tolong aku El, aku disekap orang gak dikenal aku takut el**" isi pesan Diana


**Elena

__ADS_1


" lo dimana sekarang "


Diana😻


" aku gak tau, tapi kayaknya ini digudang daerah sekolah** " isi pesan diana


Elena segera berlari menuju lokasi yang diberitahu oleh Diana


" na lo dimana na " teriakk Elena


" na dianaaa!!!!!! " teriak Elena


Tidak ada jawaban diana yang membuat Elena frustasi dan dia terus masuk ketempat tempat gudang itu


" Na lo dimana Na " ucap Elena


" kamu cari siapa cantik " ucap pria dibelakang Elena


" lo siapa? Jangan mendekat " ucap Elena ketakutan


" aku disini buat kamu sayang.... wahh kamu emang cantik sekali dan juga badanmu seksi " ucap pria itu sambil memainkan lidahnya


" jangan mendekat kalau lo mendekat gua bakalan teriak " ucap Elena


" teriak aja sayang... Disini gak bakalan ada yang denger " ucap pria itu


" tolong tolong!!!!!!! " teriak Elena


" kamu sangat nikmat sayang " ucap pria itu memegang pipi Elena dan menciumnya


Elena hanya bisa menangis tanpa bisa membalas perbuatan pria itu, tubuhnya terlalu lemas karena pria itu melakukannya secara kasar


" aku harus berterima kasih kepada temanmu karena telah membawa kamu disini, meskipun tadinya teman kamu yang pengen aku masukin tapi ternyata dia bawa yang lebih cantik dan seksi daripda tubuhnya " ucap pria itu


Elena membulatkan matanya setelah mendengarkan ucapan pria itu


" apa maksud lo " bentak Elena


" kamu pikir sendiri dong sayang..... Kamu pasti gak bodoh dengan semua ini, mana mungkin kamu bisa sampai disini kalau bukan karena temanmu " ucap pria itu lalu pergi


Flashback off


" aku kotor Don aku kotor, aku gak pantes buat kamu " elena menangis tak ada hentinya


Tangan doni seketika mengepal mendengar cerita dari elena itu


" jadi ini semua gara Diana El? Iya" bentak doni

__ADS_1


" aku gak tau don yang pasti aku dateng ketempat itu karena aku lihat pesan diana "


" kurang ajar!!!! Kenapa kamu masih temenan sama orang yang udah buat masa depan kamu hancur El, aku gak nyangka dia sekejam itu padahal aku lihat kamu selalu baik sama dia " ucap doni tak tahan dengan amarahnya dia ingin pergi menemui diana tapi ditahan oleh elena


" jangan don aku mohon...... Aku masih mau temenan sama diana karena aku mau buktiin apa benar dia yang udah rencanain semua ini jadi aku mohon jangan temuin dia " ucap Elena mencegah


" mulai sekarang jangan temenan sama Dia , aku yang akan balaskan dendam kamu "


Doni memeluk Elena dengan erat pria itu seakan menerima tentang keadaan Elena dan membuat Elena tersenyum


" maafkan aku sayang aku harus cerita bohong sama kamu, ya kali aku harus jujur kalau aku main dengan mantan pacar aku dengan suka sama suka dan sama sama pengen dan dengan cerita bohongan ini kamu segera mutusin Diana dan bisa membencinya " batin Elena


Doni memandang wajah Elena dan mengusap sisa sisa air mata diwajahnya


" i love you " ucap doni


Sebelum Elena menjawab doni sudah mencium bibir Elena dengan kelembutan dan dibalas dengan senang hati oleh Elena mereka melakukannya di ruangan doni itu


" ahh sayang.... "


" mendesahlah sayang, kamu cukup ingat ingat hanya main denganku bukan sama yang lain " ucap doni sambil bermain kedua benda kenyal milik elena


Suasana diruangan semakin panas mereka melakukannya beberapa kali tanpa mehiraukan jika ada seseorang yang mendengar ******* mereka berdua


Dikelas Diana masih mengikuti kelas


" Diana tolong kamu keruangan saya dan bawa lapton saya kesini saya lupa "


" iya bu " jawab Diana


Diana berdiri dan berjalan menuju keruangan dosen itu, kebetulan ruangan dosen itu melewati ruangan Doni, diana berhenti sejenak didepan ruangan kekasihnya itu


" itu suara apa? " ucap diana setelah mendengar suara suara aneh dari dalam ruangan doni


Hati diana tak karuan dia tidak mau berpikiran macam macam tapi dia juga tidak munafik setelah mendengar suara itu


" lebih baik aku segera ambil laptopnya bu susi, nanti aku akan cari tau suara apa itu "


Diana berjalan menuju ruangan bu susi dan segera mengambil laptop dan ingin segera keluar belum sampai keluar diana melihat seseorang keluar dari ruangan kekasihnya itu


Deg.....


" elena..... " ucap diana pelan


" jangan jangan suara itu... "


" gak gak gak mungkin pasti ini kebetulan aja ya "

__ADS_1


" tapi bukannya elena tadi izin pulang kenapa dia masih diruangan doni udah dua jam setelah dia izin " ucap diana


Diana menangis tanpa suara melihat sahabatnya keluar dari ruangan kekasihnya itu, apalagi diana mendengar suara suara aneh dari sana


__ADS_2