Dunia Hanya Untuk Si Cantik

Dunia Hanya Untuk Si Cantik
bahagia yang mulai tersusun


__ADS_3

sudah sekitar 2 bulan diana menjalani kisah percintaannya dengan andre, selama itu pun dia begitu bahagia dengan perlakuan andre dan menumbuhkan rasa percaya yang semakin tinggi


" ya hujan kita enggak jadi pergi nonton dong " ucap diana kecewa


andre melihat kearah keluar dan melihat hujan lebat


" siapa bilang kita enggak jadi nonton? " ucap andre


Diana bingung dengan ucapan andre, apakah mereka berdua akan menerobos hujan yang sangat deras itu dan menaiki montornya pikir diana


" maksudnya? " ucap diana


" kita bisa nonton dirumah, yukkk sama aja kan? " ucap andre sambil menggandeng pergelangan tangan diana


Mereka duduk berdua disofa panjang itu, entah kenapa berdua dengan andre masih membuat diana gugup padahal hubungan mereka sudah dua bulan, diana berdiri untuk menghilangkan rasa gugupnya


" aku mau buat cemilan dulu " ucap diana berlari menuju dapur


Diana membuka kulkas dan mengambil beberapa buah lalu dikupas dan diiris laku diletakan diatas piring, tidak lupa dia mengambil minuman dan beberapa snack


" banyak banget cemilannya ? " tanya andre


" biarin " ucap diana


Diana meletakan cemilannya dimeja lalu duduk disamping andre, andre mulai menghidupan televisi lalu memilih saluran televisi yang menurutnya bagus


Beberapa menit mencari tapi hasilnya nihil, beberapa saluran itu adalah tentang percintaan dan selalu ada adegan ciuman yang membuat mereka begitu gugup


" sial, enggak ada yang bagus apa acara tv sekarang, bikin gua enggak tahan aja " batin andre


" udah kita nonton yang ini aja, enggak papa kok toh filmnya enggak terlalu vulgar " ucap diana menenangkan andre yang sedari tadi terlihat gelisah


Andre menyetujui lalu meletakan remot diatas meja lalu mulai mengamati setiap adegan


Beberapa menit adegan percintaan itu semakin mengarah ke 20+ dan membuat andre semakin gugup, diana ? Jangan ditanya bagaimana perasaannya sekarang tapi dia juga tidak mau dibilang plin plan sebab diana tadi yang mengusulkan untuk menonton film itu.


Andre melihat diana dan diana juga melihat kearah andre, beberapa detik mata mereka sama sama menatap lalu kemudian bibir andre telah menyambar bibir diana, kecupan itu sudah berubah menjadi semakin ganas dan dibalas oleh diana, meski diana belum mahir dalam ciuman tapi menurut andre diana sudah cukup bagus dan membuat andre semakin kehilangan kesadarannya, begitu juga dengan diana pikirannya selalu berkata kalau ini salah tapi entah kenapa diana juga tidak bisa menolaknya


Setelah puas mencium bibir diana, andre menatap mata diana seperti menanyakan apakah boleh untuk melakukan kegiatan selanjutnya, diana yang juga merasakan hal aneh ditubuhnya itu lalu menganggukan kepala seperti tanda dia mau untuk melakukannya


Andre tersenyum lalu mencium bibir diana kembali, setelah puas andre turun ke leher jenjang diana, diana yang merasa seperti orang gila sensasi yang begitu berbeda dan tidak pernah diana rasakan


mereka terbuai dengan permainannya masing masing hingga sesuatu yang harusnya dijaga ikut hilang seketika


pagi hari diana merasakan perutnya ada sesuatu dan baru menyadari kejadian semalam, dia tidak tau harus bagaimana apakah dia harus menyesal atau tidak, tapi yang jelas diana juga tidak bisa menahan sesuatu yang aneh itu


" udah bangun ? " tanya andre dengan suasa seraknya

__ADS_1


diana mengangguk dan menaikan selimut menutupi wajahnya, andre yang melihat tersenyum lalu mencium kening diana yang masih tertutup selimut itu


" aku mandi dulu ya? Apa kamu mau mandi duluan ? " tanya andre


" kamu aja yang duluan " ucap diana


Andre tersenyum lalu kepikiran untuk menjahilli pacarnya itu


" atau mau mandi bareng aja? "


Blush pipi diana seketika memerah mendengar ucapan andre itu,


Diana tidak menjawab lalu andre berdiri tanpa menggunakan apapun lalu berjalan ke kamar mandi


" ihh kenapa enggak pakek baju dulu sih aku kan jadi gugup " ucap diana


" diana mengambil pakaiannya yang berserakan lalu segera memakainya lalu dia berbaring diranjang rasanya badannya sangat pegal sekali


Tak lama kemudian pintu kamar diana terbuka terlihat andre yang hanya menggunakan handuk dan terlanjang dada dengan rambut basahnya membuat diana menelan ludahnya


" gilaaaa bisa gilaaa gua kalo gini terus " batin diana


" sayang, kamu enggak mau mandi ? " ucap andre


" kamu bisa kan pakek baju dulu ngapain harus kayak gitu sih " ucap diana menutup matanya


" kan kamu udah lihat ngapain harus ditutupin sih ? " tanya andre menggoda


Blushh diana sangat malu sekarang ingin sekali berlari menghindari andre tapi tiba tiba dia teringat dengan kejadian semalam entah apa yang membuat diana merasa janggal


" kamu kenapa? " tanya andre membuyarkan lamunan diana


" ahhh enggak? "


" yakin? "


Diana mengangguk dan berusaha tersenyum didepan andre


" kamu nyesel udah gituan sama aku? " tanya andre


Diana dengan cepat menggeleng lalu mengangguk


" kenapa kamu nyesel? " tanya andre


tak ada pilihan diana harus mengatakan sesuatu yang membuat dia tidak tenang


" bagaimana kalau ternyata kamu punya orang yang sepecial dimasalalu kamu? Apa kamu akan meninggalkan aku? " ucap diana dengan serius

__ADS_1


Andre mengerti dengan maksud diana, dia segera meletakan tangannya ditangan diana


" kalau dimasa lalu aku ada seseorang yang sepecial baik itu pacar atau pun aku udah nikah aku pasti akan tanggung jawab sama kamu sayang "


Bola mata diana melotot mendengar jawaban andre yang menurutnya tidak masuk akal sama sekali


" kamu ngaco ya , bisa bisa aku digolok duluan sama pacar atau istri kamu, lagian aku enggak mau jadi yang kedua " ucap diana


" ya aku harus bagaimana sayang, dilubuk hati aku merasa kosong hampa kayak enggak ada kehidupan dan setelah jatuh cinta sama kamu hati ini seperti hidup kembali "


" dan tanda itu? ( andre menunjuk tanda nerah di kasur ) tanda itu adalah bukti kalau aku harus tanggung jawab dengan apa yang aku perbuat " ucap andre


Diana masih berpikir bagaimana bisa dia menerima semua ucapan andre itu dan kenapa diana semalam tidak menahan andre saja jika akan seperti ini jawaban andre


" kalau setelah ingatan kamu kembali dan ternyata kamu lebih sayang dan cinta sama pasangan kamu sebelumnya dari pada rasa sayang kamu sama aku bagaimana? Apakah kamu akan tetap tanggung jawab? " ucap diana


Andre sedikit berpikir jika omongan diana benar dia harus bagaimana? Semua ini juga diluar kendalinya dia jatuh cinta dengan seorang gadis disaat ingatannya hilang


" kamu enggak bisa jawab kan? " tanya diana


" kalau emang ucapan kamu itu benar dan setelah ingatan aku kembali dan aku enggak mau tanggung jawab kamu boleh benci sama aku dan kamu boleh enggak mengenal aku dan aku akan jamin semua itu enggak akan terjadi aku janji sayang " ucap andre mencium genggaman tangan diana


deg.... Entah kenapa begitu sakit mendengar ucapan andre itu, diana masih belum puas dengan jawaban andre itu


" janji ya? " tanya diana


" iya sayang janji " ucap andre


" ya udah aku mau mandi dulu " ucap diana ingin berdiri dan keluar kamar


" auhhh " ucap diana kesakitan


" masih sakit sayang? Yaudah biar aku gendong aja ya ? " tanpa menunggu jawaban diana andre sudah menggendong diana meskipun perempuan itu selalu ingin turun


" aku bisa sendiri, lepasin aku "


Andre menaruh badan diana dengan hati hati, dia merasa bersalah karena tadi malam melakukannya beberapa kali tapi tubuh diana seperti candu buat dirinya sekarang


" kamu mau mandi sendiri atau aku mandiin? " goda andre


Mata diana melotot lalu mengusir andre


" udah keluar sanaaa, jangan ngomong aneh aneh deh ahh " ucap diana dongkol


" hehe iya iya sayang " ucap andre


"Aduh pacar aku lucu banget sih " ucap andre

__ADS_1


__ADS_2