
Mama irma berlari memeluk nathan, anaknya yang dinyatakan meninggal dalam kecelakaan beberapa bulan itu, dia tidak menyangka jika anaknya masih hidup dan ada didepannya
" nathan anakkuuu, selama ini kamu dimana? " tanya mama irma menangis
Nathan membalas pelukan mamanya itu, setelah tenang nathan mengajak mama serta adiknya untuk masuk terlebih dahulu
Mama irma masih syok dan masih betah memandang anak laki lakinya itu, dia sungguh tidak menyangka jika takdir tuhan masih bersama anaknya itu
" jangan liatin aku gitu dong ma, " ucap nathan menggenggam tangan mamanya
" mama masih enggak nyangka mama masih diberi kesempatan bertemu kamu lagi sayang " ucap mama irma
" iya kak, clara juga seneng banget ternyata kakak masih hidup terus selama ini kakak dimana? " tanya clara
" kakak ditolong sama seseorang dan beberapa bulan lalu kakak hilang ingatan dan kakak dibawa kerumahnya baru seminggu ingatan kakak pulih " jawab nathan
" terus mang asep gimana keadaanya ma? " tanya nathan yang teringat dengan supirnya itu
Mama irma memandang clara cukup lama lalu menghela nafas panjang
" mang asep meninggal ditempat kak" jawab mama irma
Nathan melototkan matanya dia tidak menyangka jika supirnya itu meninggal dalam tragedi kecelakaan itu
" innalillahi kang asep maafin nathan kang aku baru tahu hari ini " ucap nathan menyesal
Mama irma mendekati nathan dan memeluknya, dia mengeluskan tanganya di badan nathan
" ini sudah takdirnya kang asep sayang jadi enggak usah merasa bersalah " ucap mama irma
Nathan melepaskan pelukan mamanya lalu menatap dengan intens
" tapi kasus ini udah ditangani sama pihak kepolisian kan ma ? " tanya nathan
" udah kak, tapi katanya emang murni salahnya kang asep dugaannya sih gara gara mengantuk " ucap clara
" apa!!! Enggak kakak inget banget kalau mang asep itu enggak ngantuk dan katanya remnya blong bukan gara gara ngantuk " ucap nathan
__ADS_1
" apa kak !!! bisa jadi mobil kakak disabotase seseorang ? " tanya clara
Degg nathan berpikir sejenak, ada benarnya dengan ucapan clara itu tapi siapa yang tega untuk mencelakainya pasti seseorang itu mengincar dirinya bukan sang supir yang sudah meninggal
" kakak akan menyelidikinya, kakak enggak akan biarkan orang itu lepas " ucap nathan mengepalkan tangannya
Mama irma melihat nathan dengan perasaan lega ternyata selama ini anaknya memang masih hidup dan sepertinya dia juga baik baik saja
" jadi siapa yang nolong kamu itu kak, tolong pertemukan mama dengan dia mama mau ucapin terima kasih udah nolong kamu "
Nathan menatap mamanya, dipikirannya masih dengan diana entah kenapa dia tidak bisa menghilangkan diana dari hidupnya padahal dia sendiri yang memilih meninggalkannya demi elena calon tunangannya itu, ahh iya elena nathan sangat merindukan kekasihnya itu
" dia ada ma, nanti aku temuin sama mama, oh ya bagaimana kabar elena ma? Apa dia baik baik aja setelah mendengar kabar nathan meninggalkan ? " tanya nathan
Mama irma menghela nafas begitupun dengan clara, belum satu hari nathan berada dirumah ini tapi langsung kepikiran dengan kekasihanya itu yang entah kemana sekarang ini
" kak ngapain sih elo masih nyariin nenek lampir itu, udah deh lupain dia aja " ucap clara sebal
" clara jaga ya omongan kamu itu, elena itu calon kakak ipar kamu tolong hargai dia " bentak nathan
" udah udah clara tolong jangan emosi dulu " ucap mama irma
Plakkk satu tamparan mendarat dipipi clara, reflek nathan menampar adik kesanyangannya itu, nathan begitu menyesal saat sadar dengan apa yang dibuatnya
" hahaha liat kan ma, kakak itu buta sama cintanya bahkan dia udah berani nampar aku " ucap clara
" dek maafin kakak, kakak enggak sengaja ngelakuin itu " ucap nathan
" aku benci sama kakak " bentak clara
Clara berlari menuju ke kamarnya dan nathan mengusap wajahnya dengan kasar, mama irma yang juga kecewa dengan tindakan anaknya itu pun berjalan meninggalkan nathan
" lebih baik kamu istirahat dulu, dan yang dibilang adik kamu itu benar kak, kamu udah dibutakan oleh cintamu asal kamu tau setelah kabar kamu meninggal elena belum sama sekali jengukin mama entah kemana perginya anak itu " ucap mama irma
Degg
" elena hilang ? " ucap nathan
__ADS_1
" kamu pasti kaget dengar berita itu ya sayang, maafkan aku ya, aku janji akan nemuin kamu setelah aku urus masalah kecelakaan itu " ucap nathan
Nathan berjalan menuju kamarnya, dibukanya pintu kamar dan dilihatnya kamar yang begitu gelap, nathan menghidupkan lampu dan duduk di ranjang, setelah puas duduk nathan berdiri menuju kamar mandi dan bersiap membersihkan diri. Setelah selesai nathan berdiri di balkon kamarnya dia menghirup udara dimalam hari yang dimana malam ini terasa begitu sunyi begitu hampa
" kamu lagi apa na? Maafin aku, aku udah ninggalin kamu aku emang laki laki brengsek kamu bisa benci aku na, tapi aku juga enggak ada pilihan lagi aku udah punya elena dan kita dipersatukan diwaktu yang tidak tepat, aku harap kamu bisa bahagia na " ucap nathan penuh penyesalan
Nathan menelpon seseorang
" halo, saya ada tugas buat kamu " ucap nathan
" tolong selidiki kasus kecelakaan saya beberapa bulan lalu, saya merasa janggal dengan kecelakaan itu dan inget jangan bilang siapa siapa kalau saya masih hidup ngerti kamu ? "
" oke terima kasih dan saya tunggu kabar dari kamu " ucap nathan mengakhiri panggilannya
Dirumah diana
Diana berjalan ke dapur untuk mengambil minum, dia melihat ke keri ke kanan dilihatnya kenangan bersama andre alian nathan, dan tiba tiba air matanya lolos keluar begitu saja
" begitu banyak banget kenangan kita ndre, apa aku sanggup hidup dirumah ini dengan penuh kenangan kita, aku enggak sanggup ndre hik hik hikk "
Diana menangis didapur itu, dia sangat terpukul padahal dia sendiri yang menyuruh andre untuk pergi tapi rasanya sakit sekali saat pria itu memberinya cek hatinya masih sakit sekali
Matahari sudah muncul tapi rasanya diana enggan untuk pergi kemana mana, rasanya tubuhnya begitu lemah untuk pergi tapi diana tetap memaksa untuk pergi ke kampus
" kamu kenapa na kok lemes banget gitu ? " tanya lili
" aku enggak papa kok li " ucap diana berbohong
" kamu enggak bisa bohongin aku na, kamu punya masalah apa, kamu bisa ceritain masalah kamu sama aku na jangan dipendam sendiri " ucap lili
Diana menghela nafas panjang haruskah dia menceritakan maslahnya tapi saat ini dia juga butuh solusi untuk masalahnya itu
" sebenernya.... "
Diana mulai menceritakan maslaahnya dengan andre dan membuat lili sangat marah
" apa!!!!! Kurang ajar banget tuh cowok mau gua beri tonjok tau enggak " ucap lili
__ADS_1
" udah li jangan keras keras ngomongnya nanti semua orang tau "
Lili mengangguk laku mendengarkan cerita diana lagi dan diana juga menceritakan apapun yang mengganjal dihatinya